Adab

Memakai Perhiasan Emas dan Pakaian Sutra bagi Laki-laki

Pembaca yang semoga dirahmati Allah ﷺ, apa hukum memakai perhiasan emas dan pakaian sutra bagi laki-laki menurut sebagian ulama? Apa dalilnya? Teruskan membaca! Bismillah…

Imam At-Tirmizi meriwayatkan suatu hadis yang beliau sendiri menilainya sebagai hadis hasan sahih dari Abi Musa Al-Asy’ari Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulallahi ﷺ bersabda:

حُرِّمَ لِبَاسُ الْحَرِيرِ وَالذَّهَبِ عَلَى ذُكُورِ أُمَّتِي وَأُحِلَّ لِإِنَاثِهِمْ

“Haram[1] memakai sutera[2] dan emas[3] bagi umatku yang laki-laki, tetapi boleh bagi para wanita,”[4] (Sunan At-Tirmizi: 1720).

Pelajaran dari Hadis

Ketika menjelaskan hadis ini, Syaikh Khalid Al-Jauhani menyebut beberapa kesimpulan:

1. Haramnya pakaian sutera, juga aksesori berbahan emas, bagi para pria

2. Disyariatkannya pakaian sutera dan emas bagi para wanita

3. Di antara bentuk lafaz pengharaman – di dalam teks-teks syariat – adalah penggunaan ungkapan haramun atau hurrima.

Kosa Kata Hadis

[1] Hurrima artinya diharamkan. Maksudnya yang mengharamkan adalah Allah ﷻ. Haram adalah apa-apa yang dilarang di dalam syariat.

[2] Libaasu hariir artinya pakaian yang terbuat dari sutera.

[3] Wadz-dzahabi artinya emas, maksudnya pakaian atau aksesori yang berbahan emas, bisa berupa cincin atau yang lainnya.

[4] Wauhilla li inaatsihim artinya dijadikan mubah bagi para wanita.

Sukoharjo, 14 November 2021

Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo)

BACA JUGA:  Duduk Di mana ketika Datang di Majelis?

Irfan Nugroho

Guru TPA di masjid kampung. Mengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Nguter Sukoharjo. Penerjemah profesional dokumen legal atau perusahaan untuk pasangan bahasa Inggris - Indonesia dan penerjemah amatir bahasa Arab - Indonesia. Alumni Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) tahun 2008 dan 2013.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button