Pemirsa yang semoga dirahmati Allah ﷻ, di antara tuntunan Nabi ﷺ dalam memakai cincin adalah tidak memakainya di jari-jari tertentu. Jari apa saja itu? Apa dalil larangan tersebut? Bagaimana penjelasan ulama tentang hal ini? Teruskan membaca! Bismillah

Imam At-Tirmizi meriwayatkan suatu hadis, yang mana beliau menyatakan bahwa hadis ini berstatus Hasan Sahih, dari Ali Radhiyallahu Anhu yang berkata:

نَهَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْقَسِّيِّ وَالْمِيثَرَةِ الْحَمْرَاءِ وَأَنْ أَلْبَسَ خَاتَمِي فِي هَذِهِ وَفِي هَذِهِ وَأَشَارَ إِلَى السَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى

“Rasulullah ﷺ melarangku memakai Al-Qassiyyi [1] dan Al-Mitsarah Al-Hamra, [2] juga melarangku memakai cincin di sini dan di sini, sembari Ali mengisyaratkan pada jari telunjuk dan jari tengah.”

Takhrij Hadis

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmizi di dalam Bab Baju, dengan judul Bercincin pada dua jari, dengan hadis nomor 1786. Hadis serupa juga diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud: 3530, An-Nasai: 5094, Imam Ahmad: 567 dan 790.

Kosa Kata Hadis

[1] Al-Qassiyyi adalah kain yang terbuat dari sutera, yang biasa dipakai di suatu daerah di Mesir, yaitu daerah Al-Qassi

[2] Al-Mitsarah Al-Hamra adalah bantal kecil berwarna merah yang biasa dipakai alas duduk.

Pelajaran dari Hadis

1. Haramnya laki-laki memakai pakaian yang terbuat dari sutera

2. Haramnya duduk di atas bantal yang terbuat dari sutera

3. Disyariatkannya memakai cincin

4. Peringatan dari memakai cincin di jari tengah dan jari telunjuk.

Sumber: Al-Lalu Al-Bahiyatu: 173-174

Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo)