Uncategorized

Niat Berpuasa. Setiap Hari atau Cukup di Awal Bulan?

Pertanyaan:
Apakah niat untuk berpuasa sebulan penuh Ramadhan di awal bulan sudah cukup untuk mewakili niat puasa di setiap hari?
Jawaban oleh Syeikh Muhamamd bin Shalih Al-Utsaimin
Amat dimaklumi bila seseorang bangun pada akhir malam dan bersahur, tidak diragukan lagi bahwa dia akan berpuasa. Setiap orang yang berakal pasti melakukan sesuatu dengan maksud, tujuan atau keinginan tertentu, tidak mungkin ia melakukannya tanpa keinginan. Keinginan inilah yang disebut niat. Seseorang tidaklah makan pada akhir malam kecuali untuk berpuasa. Jika maksudnya hanya sekedar makan, bukanlah kebiasaannya makan pada waktu seperti itu. Demikian itulah niat.
Pertanyaan seperti ini diperlukan jika seseorang ditakdirkan tidur sebelum matahari tenggelam dan tidak terbangun hingga terbit fajar pada hari berikutnya, dalam kondisi ini dia belum berniat pada malam hari untuk hari berikutnya. Apakah kita katakan: “Puasanya pada hari berikutnya sah karena didasarkan pada niat sebelumnya” atau kita katakan: “Puasanya tidak sah karena belum berniat pada malam harinya.“?
Kita katakan: puasanya sah. Pendapat yang kuat bahwa niat puasa Ramadhan pada awal bulan sudah cukup, tidak perlu diperbaharui setiap hari, kecuali terdapat sebab yang mengharuskan ia berbuka di tengah Ramadhan, dalam kondisi ini perlu memperbarui niat untuk menyambung puasanya yang terputus karena pernah tidak berpuasa di tengah bulan Ramadhan.
Sumber:
Al-Utsaimin, Muhammad bin Shalih. 2010. 48 Persoalan Puasa. Riyadh: Islamhouse

BACA JUGA:  Adab dan Hukum Seputar Idul Adha

Irfan Nugroho

Guru TPA di masjid kampung. Mengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Nguter Sukoharjo. Penerjemah profesional dokumen legal atau perusahaan untuk pasangan bahasa Inggris - Indonesia dan penerjemah amatir bahasa Arab - Indonesia. Alumni Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) tahun 2008 dan 2013.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button