Pembaca yang semoga dirahmati Allah ta’ala, Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahhullah di dalam kitabnya Shahihul Adab Al-Islamiyah bab Adabu Salaam mengatakan bahwa di antara adab salam adalah:

الِالْتِزَامُ بِالصِّيغَةِ الْوَارِدَةِ عَنْ النَّبِيِّ ﷺ

Berkomitmen dengan lafaz salam sebagaimana yg diriwayatkan dari Nabi ﷺ.

Imam At-Tirmidzi meriwayatkan suatu hadis, dan beliau mengatakan bahwa hadis ini Hasan Garib, dari Imran bin Husain bahwa seseorang datang kepada Nabi ﷺ lalu mengucapkan:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ

Assalamualaikum (keselamatan untuk kalian semua)

Maka Nabi ﷺ pun bersabda:

عَشْرٌ

Sepuluh.

Datanglah lelaki lain lalu mengucapkan salam:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

Assalamualaikum warahmatullahi (Keselamatan dan rahmat untuk kalian semua).

Maka Nabi ﷺ pun bersabda:

عِشْرُونَ

Dua puluh.

Kemudian datanglah lelaki lain lalu mengucapkan salam:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh (Keselamatan, rahmat, dan berkah untuk kalian semua).

Maka Nabi ﷺ pun bersabda:

ثَلَاثُونَ

Tiga puluh.

TAKHRIJ HADIS
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi di dalam Sunan At-Tirmidzi nomor 2689 dan beliau menilai hadis ini statusnya Hasan Garib.

PENJELASAN
Tentang Imran bin Husain, Syaikh Khalid Al-Jauhani menjelaskan:

هُوَ عِمْرَانُ بْنُ حُصَيْنِ بْنِ عُبَيْدِ بْنِ خَلَفٍ الْخُزَاعِيُّ الْكَعْبِيُّ ، أَسْلَمَ أَيَّامَ خَيْبَرَ ، سَكَنَ الْبَصْرَةَ إِلَى أَنْ مَاتَ بِهَا سَنَةَ اثْنَيْنِ وَخَمْسِينَ ، وَقِيلَ : سَنَةَ ثَلَاثٍ وَخَمْسِينَ ، كَانَ مِنْ فُضَلَاءِ الصَّحَابَةِ وَفُقَهَائِهِمْ ، وَكَانَ صَاحِبَ رَايَةِ خُزَاعَةَ يَوْمَ الْفَتْحِ ، وَهُوَ مِمَّنْ اعْتَزَلَ

Beliau bernama lengkap Imran bin Husain bin Ubaid bin Khalaf bin Al-Khuza’i Al-Ka’bi. Beliau masuk Islam pada hari Khaibar. Beliau tinggal di Basrah dan mangkat di sana juga pada tahun 52 atau 53 hijriah. Beliau termasuk sahabat yang paling utama, juga merupakan salah satu fuqaha dari kalangan sahabat. Beliau tidak termasuk sahabat yang terkena fitnah.

Lalu tentang sabda Nabi ﷺ, “Sepuluh, dua puluh, tiga puluh” maksudnya sepuluh kebaikan, dua puluh kebaikan, dan tiga puluh kebaikan bagi orang yang mengucapkan salam sesuai dengan tingkat kesempurnaan lafaznya.

PELAJARAN
Dari hadis ini bisa diambil tiga pelajaran:

الْحَثُّ عَلَى الزِّيَادَةِ فِي التَّمَسُّكِ بِالسُّنَّةِ

Anjuran bagi kaum muslimin untuk meningkatkan komitmen dalam berpegang kepada sunnah.

الْحَثُّ عَلَى الِالْتِزَامِ بِالصِّيغَةِ الْوَارِدَةِ عَنْ النَّبِيِّ

Anjuran bagi kaum muslimin untuk berkomitmen terhadap lafaz salam sebagaimana yg diriwayatkan dari Nabi ﷺ.

٣ – سَمَاحَةُ الشَّرِيعَةِ الْإِسْلَامِيَّةِ حَيْثُ تَدْعُو إِلَى نَشْرِ الْأُلْفَةِ بَيْنَ الْمُسْلِمِينَ

Kemuliaan syariat Islam, dengan adanya seruan untuk menyebarkan/mengampanyekan kerukunan di antara kaum muslimin.

Diterjemahkan oleh Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo) sembari menunggu antrian Plotting di Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Sukoharjo untuk urusan wakaf pemakaman syriah. Mohon doanya semoga urusan Pemakaman Syariah ini bisa segera selesai dan bisa segera dimanfaatkan oleh umat.