Uncategorized

Letakkan Dulu Smartphone-nya

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda kepada Jarir bin Abdullah ketika haji wada:

استنصت الناس!

“Suruh orang-orang supaya diam dan menyimak (khutbah beliau),” [Muttafaq Alaih]

Pada bab ini ada keharusan untuk mendengarkan teman majelis ketika dia sedang berbicara, selama bukan dalam hal-hal yang diharamkan agama.”

“Hal ini bisa melalui 1) perkataan, yaitu dengan tidak berbicara ketika teman majelis sedang bicara; atau melalui 2) perbuatan yaitu dengan melihat wajah lawan bicara.”

“Jika kamu menoleh ke kiri atau ke kanan ketika orang lain berbicara, maka kamu akan dianggap sombong.”

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًا ؕ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍ ۚ

“Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri,” [QS. Luqman: 18]

Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Shalihin

BACA JUGA:  Bolehkah Wanita Itikaf? Berapa Lama?

Irfan Nugroho

Guru TPA di masjid kampung. Mengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Nguter Sukoharjo. Penerjemah profesional dokumen legal atau perusahaan untuk pasangan bahasa Inggris - Indonesia dan penerjemah amatir bahasa Arab - Indonesia. Alumni Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) tahun 2008 dan 2013.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button