Uncategorized

Kapan Qunut Nazilah untuk Suriah Selesai

Pertanyaan:
Assalamualaikum. Sudah dua pekan masjid kami membaca Qunut Nazilah terkait situasi terkini di Aleppo Timur. Yang membuat kami sedikit bingung, kapan kami mengakhiri Qunut Nazilab ini? Apa saja indikatornya, khususnya yang terkait dengan situasi sekarang di Aleppo Timur di mana beberapa warga sipil sudah dievakuasi dari Aleppo Timur, tetapi lainnya belum. Mohon nasihat Anda. Terima kasih dan jazaakumullah khairan…
Jawaban oleh Tim Fatwa IslamWeb.Net, diketuai oleh Syekh Abdullah Faqih Asy-Syinqitti
Terima kasih atas pesan Anda dan kami berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk menunjuki Anda dan kita semua ke JalanNya yang lurus dan membantu kita mengikuti agamaNya dan hukumNya.
Tentang pertanyaan Anda, seorang muslim bisa membantu penderitaan saudara-saudara kita, seperti kasus rakyat Suriah secara umum, dan mereka yang berada di Aleppo Timur secara khusus, dengan uang, obat, baju dan lainnya. Mereka telah dievakuasi dari rumah-rumah mereka ke kamp-kamp pengungsian dengan cuaca yang sangat dingin.
Jadi, Anda juga bisa berdoa untuk mereka agar Allah mengangkat penderitaan dan duka mereka, menyelamatkan mereka dari kondisi yang sedang mereka alami sekarang, serta agar Allah menurunkan kemenangan untuk mereka.
Tidak mengapa Anda berdoa untuk mereka setiap hari di dalam Qunut (Nazilah).
Imam Ahmad meriwayatkan di dalam Musnad Ahmad dan Abu Dawud di dalam Sunan Abu Dawud bahwa Ibnu Abbas meriwayatkan:
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَهْرًا مُتَتَابِعًا فِي الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ وَالصُّبْحِ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ إِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ مِنْ الرَّكْعَةِ الْأَخِيرَةِ يَدْعُو عَلَيْهِمْ عَلَى حَيٍّ مِنْ بَنِي سُلَيْمٍ عَلَى رِعْلٍ وَذَكْوَانَ وَعُصَيَّةَ وَيُؤَمِّنُ مَنْ خَلْفَهُ أَرْسَلَ إِلَيْهِمْ يَدْعُوهُمْ إِلَى الْإِسْلَامِ فَقَتَلُوهُمْ قَالَ عَفَّانُ فِي حَدِيثِهِ قَالَ وَقَالَ عِكْرِمَةُ هَذَا كَانَ مِفْتَاحَ الْقُنُوتِ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan qunut selama sebulan berturut-turut dalam shalat Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya` dan Subuh, yaitu di akhir shalat setelah mengucapkan, SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH pada raka’at terakhir. Beliau mendoakan keburukan atas mereka, yakni (beberapa) kabilah dari bani Sulaim, yaitu Ri’l, Dzakwan dan Ushayyah, orang-orang yang ada di belakang beliau mengamini. Beliau pernah mengirim utusan kepada mereka untuk mengajak memeluk Islam, namun mereka justru membunuh utusan tersebut.” ‘Affan berkata dalam haditsnya, ia berkata; Ikrimah berkata; “Ini adalah permulaan qunut,” [HR Ahmad & Abu Dawud]
Wallahu’alam bish shawwab.
*No Pertanyaan: 2649170

BACA JUGA:  Karena Setiap Yang Bernyawa Pasti Mati, Jangan Tunda Shalat

Irfan Nugroho

Guru TPA di masjid kampung. Mengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Nguter Sukoharjo. Penerjemah profesional dokumen legal atau perusahaan untuk pasangan bahasa Inggris - Indonesia dan penerjemah amatir bahasa Arab - Indonesia. Alumni Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) tahun 2008 dan 2013.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button