Rasulullah bersabda:
عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ
الْيَمَانِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَالَّذِي
نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ الْمُنْكَرِ
أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْهُ ثُمَّ تَدْعُونَهُ
فَلَا يُسْتَجَابُ لَكُمْ
Dari Huzhaifah bin Al-Yaman dari Nabi
bersabda:
“Demi dzat yang jiwaku ditangan-Nya hendaknya engkau
melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar, atau jika tidak Allah hampir mengirim
azabnya, kemudian engkau berdo’a tetapi tidak dikabulkan,”(HR At-Tirmidzi dan
Ahmad).
Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:
1- Informasi dari Rasulullah
tentang bahaya yang akan menimpa umat Islam.
2- Tentang kewajiban apa yang harus dilakukan umat Islam
menghadapi situasi yang berat , yaitu penjagaan bumi agar tidak menjadi sarang
kejahatan.
3- Perintah, umat Islam untuk berjamaah membuat suatu
jaringan yang kokoh untuk menghadapi para penyeru ke api neraka.
4- Keharusan melaksanakan fungsi amar ma’ruf dan nahi
mungkar.
5- Tidaklah ideal kalau seorang bergabung dan komitmen
pada jamaah Islam sementara posisinya dalam jamaah tersebut hanya menjadi
pelengkap penderita saja dan tidak turut aktif dalam berda’wah dan amar ma’ruf
dan nahi mungkar.
6- Sebaliknya juga tidak ideal jika ada orang yang berani
melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar tanpa dilakukan dan dikordinasikan dalam
sebuah jamaah yang kokoh.
7- Konsekuensi tidak melakukan amar ma’ruf dan nahi
munkar, atau jika tidak Allah hampir mengirim azabnya, kemudian mereka berdo’a
tetapi tidak dikabulkan. Nauzubillah
8- Sekarang tidak hanya dunia tapi juga sudah sampai
Indonesia azab/siksa yang berupa virus CORONA, maka musibah ini jangan hanya
dilihat dari sebab sudut materi saja, sebab meteri hanya merupakan konsekuensi
logis dari sebab syar’i.
Maka orang yang iman akan selalu melihat sebab syar’inya.
Apa itu sebab syar’inya? Yaitu dosa dan manshiyat .
9- Preventif terhadap Corona, hanya mengandalkan pada
solusi empiris dan medis, tanpa menghindari hal-hal yang membuat Allah murka
sama saja menantang perang melawan kekuatan Sang Pencipta. Seolah-olah manusia
merasa akalnya mampu menaklukkan segalanya.
7- Para sahabat dulu ketika menghadapi musibah hal utama
yang mereka lakukan selain ikhtiar adalah memperbaiki iman, meningkatkan
ketakwaan, memohon ampun, rendah diri dihadapan Allah  Subhanahu wata’ala.
Tapi kini kita hidup di peradaban yang jauh dari
nilai-nilai ilahiah, seolah-olah penyakit ada dgn sendirinya tanpa kehendak
Allah.
Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:
1- Hukum amar ma’ruf dan nahi mungkar adalah wajib.
Perintah tersebut disebutkan secara tegas dan jelas maupun disebutkan secara
substansi dan urgensinya
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ
يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ
الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang
menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang
munkar; merekalah orang-orang yang beruntung,” (QS Ali Imraan 104).
2- Keutamaan melaksanakan nahi mungkar, selamat dari
adzab Allah dan memperoleh ridha dan surga-Nya
فَلَمَّا نَسُوا مَا
ذُكِّرُوا بِهِ أَنْجَيْنَا الَّذِينَ يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوءِ وَأَخَذْنَا
الَّذِينَ ظَلَمُوا بِعَذَابٍ بَئِيسٍ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ
“Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan
kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat
dan Kami timpakan kepada ooo orang-orang yang zalim siksaan yang keras,
disebabkan mereka selalu berbuat fasik”(QS Al A’rof :165).
3- Penjagaan bumi agar tidak berubah menjadi sarang
kejahatan.
فَلَوْلَا كَانَ مِنَ
الْقُرُونِ مِنْ قَبْلِكُمْ أُولُو بَقِيَّةٍ يَنْهَوْنَ عَنِ الْفَسَادِ فِي
الْأَرْضِ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّنْ أَنْجَيْنَا مِنْهُمْ وَاتَّبَعَ الَّذِينَ
ظَلَمُوا مَا أُتْرِفُوا فِيهِ وَكَانُوا مُجْرِمِينَ()وَمَا كَانَ رَبُّكَ
لِيُهْلِكَ الْقُرَى بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ
“Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu
orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan
di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami
selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan
kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang
berdosa. Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara
zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan”(QS Hud 116-117).Lr