Pertanyaan:

Bagaimana
hukum shalat dua rakaat di malam pertama ketika seseorang hendak menemui
suami/istrinya?
Jawaban oleh
Sheikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Shalat dua
rakaat pada malam pertama pernikahan dikerjakan oleh sebagian sahabat,[i] tetapi
saya tidak mengetahui hal ini berdasar dari sunnah yang shahih dari Rasulullah
Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.
Sedangkah yang
disyariatkan yaitu memegang ubun-ubun mempelai putri dan memohon kepada Allah
kebaikannya, dan kebaikan yang ditentukan untuknya, dan berlindung kepada Allah
dari keburukannya dan keburukan yang ditentukan untuknya.[ii]
Jika
dikhawatirkan si wanita tidak mau didoakan seperti ini, maka hendaklah ia
menyentuh ubun-ubun si wanita tadi seakan-akan ingin membelai lalu mendoakannya
dengan suara yang tidak didengarnya. Karena ada sebagian wanita yang jika
didoakan, “Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan kejahatan yang
ditentukan untuknya,” maka si wanita akan marah sambil berkata, “Memangnya pada
diriku ada keburukan?”
(Al-Utsaimin, Muhammad bin Shalih. 2002. Majmu’ Fatawa – Solusi
Problematika Umat Islam Seputar Aqidah dan Ibadah. Solo: Pustaka Arafah,
hal. 398-399).

[i] Lihat Al-Mushannif” karya Abdu Razzaq
6/191, dan Haitsami dalam “Al-Majma”: 4/291
[ii] HR Abu Dawud dalam “Nikah” bab Masalah
Nikah (2160)