Ramadan adalah bulan penuh rahmat dan ampunan. Meski demikian, ada sebagian manusia yang terhalang dari mendapatkannya. Inilah penghalang ampunan Allah di bulan penuh rahmat.  

Syekh Abdullah Al-Faqih Asy-Syinqitti Hafizahullah pernah ditanya:

قمت ليلة القدر بالصلاة، والذكر، وقراءة القرآن، لكني فعلت ذنبا، وهو أني نظرت إلى صور محرمة.

“Saya menegakkan lailatuh qadar dengan salat, zikir, dan membaca Quran. Tetapi saya juga melakukan perbuatan dosa, yaitu melihat gambar atau foto yang diharamkan.”

هل هذا الذنب يحجب الطاعة التي عملتها في هذه الليلة؟

Apakah perbuatan saya ini akan menjadi penghalang (pahala) atas ketaatan yang saya lakukan di malam (al-qadar) tersebut?  

Dan berikut adalah jawaban Syekh Abdullah Al-Faqih Asy-Syinqitti:

فيجب على  المسلم أن يحرص على اجتناب المعاصي في أي وقت. لا سيما في الأوقات الفاضلة ومواسم الرحمة كالعشر الأخيرة من رمضان. فإن الذنوب قد تكون سببا لحرمان العبد من بركة تلك الليالي.

“Wajib bagi orang Islam untuk bersemangat dalam menjauhi maksiat di semua waktu. Apalagi di waktu-waktu yang penuh kemuliaan, di musim penuh rahmat seperti sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Sungguh, dosa adalah sebab diharamkannya seorang hamba dari mendapatkan barokah di malam-malam tersebut.”

Lebih lanjut beliau mengutip perkataan Ibnu Rajab Al-Asyqolani di dalam kitabnya Lathoif Al-Maarif:

إخواني اجتنبوا الذنوب التي تحرم العبد مغفرة مولاه الغفار، في مواسم الرحمة والتوبة والإستغفار

“Wahai saudaraku, jauhilah dosa karena ia akan menjadi pengharam bagi seorang hamba untuk mendapat maghfirah (ampunan) dari Al-Gafar di musim penuh rahmat, taubat, dan istigfar.”

احذروا المعاصي؛ فإنها تحرم المغفرة في مواسم الرحمة

“Waspadalah terhadap maksiat, karena ia adalah pengharam ampunan Allah di musim penuh rahmat.”

Sebelum menutup fatwanya, Syekh Abdullah Al-Faqih menulis, “Seperti yang kami sebutkan di fatwa nomor 180787, bahwa keburukan dapat menghapus kebaikan.”

Lebih lanjut beliau mengatakan: “Wajib bagi Anda untuk bertaubat dan beristighfar atas apa yang Anda lakukan. Saya berdoa kepada Allah agar menerima amal saleh Anda, menjaga pahala itu agar tetap untuk diri Anda dan tidak membatalkan pahala tersebut.”

Jadi, inilah penghalang ampunan Allah (maghfirah) di bulan penuh rahmat. Semoga kita terjaga darinya. Aamiin  

26 Ramadan 1441 (18 Mei 2020)

Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo)