Solusi jika orang tua tidak mau tinggal bersama kita

Pertanyaan: Ibu saya tinggal sendirian di rumah. Beliau menolak untuk tinggal di rumah saya. Padahal beliau butuh seseorang untuk merawat beliau dan mengurus rumah. Di negeri kami tidak ada tenaga kerja wanita (TKW untuk merawat beliau). Itulah mengapa saya dengan saudari-saudari saya, juga istri saya dan saudara sepupu saya bergantian setiap 24 jam untuk merawat beliau. Hal ini memberatkan mereka. Karena mereka memiliki anak yang sedang sekolah, juga mereka memiliki suami yang harus dilayani. Akhirnya timbul kesulitan di rumah tangga mereka. Maka apa solusi yang tepat untuk hal ini?

Jawaban oleh tim fatwa Asy-Syabakah Al-Islamiyah yang diketuai oleh Syekh Abdullah Al Faqih Asy-Syinqitti semoga Allah menjaga beliau.

Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam. Sholawat dan salam kepada nabi Muhammad, keluarganya, sahabatnya, dan siapa saja yang mengikuti beliau hingga nanti hari kiamat.

Mungkin solusi terbaik adalah meyakinkan ibu Anda untuk tinggal atau pindah bersama Anda atau dengan salah satu saudari Anda, dengan catatan bahwa istri Anda ridho dengan tinggalnya ibu Anda bersama Anda berdua, karena seorang istri memiliki hak untuk mendapat tempa tinggal terpisah dari orang tua atau saudara ipar. Atau jika ibu Anda tinggal bersama saudara Anda, maka harus ada ridho dari suami saudari Anda dengan tinggalnya ibu Anda bersama mereka.

Tertulis di dalam kitab Al-Hidayah karya Al-Mirganani Al-Hanafi:

وله أن يمنع والديها، وولدها من غيره، وأهلها من الدخول عليها؛ لأن المنزل ملكه؛ فله حق المنع من دخول ملكه… اهـ.

“Suami boleh melarang orang tua si istri atau anak yang bukan dari pernikahannya bersama istrinya tadi. Dia juga boleh melarang keluarga si istri dari memasuki rumahnya, karena sang suami memiliki hak untuk melarang orang lain dari memasuki propertinya.”
Jika hal di atas tidak memungkinkan, hendaknya Anda mencari seseorang untuk merawat beliau. Anda bisa saja mencari seorang wanita fakir di negeri Anda yg sedang membutuhkan pekerjaan, sehingga wanita tersebut bisa merawat ibu Anda, meskipun hanya beberapa jam saja.

Tapi jika tidak ada (TKW) di negeri Anda, usahakan agar Anda mendatangkannya dari luar negeri.

Ini sekaligus menjadi peringatan (bagi kita semua) bahwa merawat ibu adalah kewajiban bagi anak, putra maupun putri, sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

Fatwa No: 458446
Tanggal: 18 Syawal 1443 (19 Mei 2022)
Sumber: Asy-Syabakah Al-Islamiyah
Penerjemah: Irfan Nugroho (Semoga Allah karuniakan kepadanya anak-anak yang kelak menjadi ulama)

TAMBAHAN DARI PENERJEMAH:

Jika Anda saat ini berstatus bujangan atau bujangwati, ketika proses ta’aruf atau nadzar, tanyakan kepada pelamar atau calon Anda apakah dia bersedia untuk tinggal bersama orang tua Anda apabila orang tua Anda sedang sangat membutuhkan perawatan dari Anda dan tidak ada saudara lain yg merawatnya.
============

السؤال
الوالدة تسكن وحدها في بيت، وترفض الإتيان للعيش عندي في بيتي، وهي محتاجة لمن يرعاها، ويقوم على خدمة البيت، ولا توجد عاملات في بلدنا؛ لذا يتناوب على خدمتها أخواتي، وزوجتي، وزوجة أخي، كل 24 ساعة واحدة منهنّ، وهذا الأمر يشق عليهنّ؛ لأن عندهنّ طلابًا في المدارس، ولأنهن يخدمن أزواجهنّ، وقد يسبب لهنّ مشاكل في بيوتهنّ، فما الحل الأمثل؟ أفيدوني -أفادكم الله-.

الإجابــة
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله، وصحبه، أما بعد:

فقد يكون الحل الأمثل إقناع أمّك بأن تنتقل لتعيش معك، أو مع إحدى أخواتك؛ بشرط رضا زوجتك بسكناها معكم؛ لأن المرأة لها الحق في سكن مستقل، وراجع الفتوى: 34802، وبشرط رضا زوج أختك في حال كونها ستنتقل لتسكن معها، جاء في كتاب الهداية للمرغناني الحنفي قوله: وله أن يمنع والديها، وولدها من غيره، وأهلها من الدخول عليها؛ لأن المنزل ملكه؛ فله حق المنع من دخول ملكه… اهـ. وتراجع الفتوى: 285883.

 وإن لم يتيسر ذلك، فينبغي البحث عمن تخدمها، فقد تجدون امرأة فقيرة في بلدكم تحتاج لعمل، فتخدمها، ولو لبضع ساعات

فإن لم توجد في بلدكم، فبالسعي لاستقدامها من بلد آخر.
هذا مع التنبيه إلى أن رعاية الأم واجبة على أولادها -الذكور منهم، والإناث-، كلٌّ بحسبه، كما بينا بالفتوى: 20338.
والله أعلم.