Di antara adab seorang muslim di hari Jumat adalah datang awal untuk menunaikan salat Jumat, demikian tulis Syaikh Wahid Abdussalam Bali di dalam kitabnya Sahihul Adab Al-Islamiyah. Lalu apa kelebihan datang awal di hari Jumat?

Di dalam Ash-Shahihain dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah shallallahu Alaihi wasallam bersabda:

مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً وَمَنْ رَاحَ فِي رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ حَضَرَتْ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ

“Barangsiapa mandi di hari Jumat seperti dia mandi junub, kemudian dia pergi[1] di jam pertama[2], maka seolah-olah dia berkurban[3] dengan seekor unta. Barangsiapa pergi di jam kedua, maka seolah-olah dia berkurban seekor sapi. Barangsiapa pergi di jam ketiga, maka seolah-olah dia berkurban seekor kambing bertanduk. Barangsiapa pergi di jam keempat, maka seolah-olah dia berkurban seekor ayam. Barang siapa pergi di jam kelima, maka seolah-olah dia berkurban sebutir telur. Maka apabila imam keluar[4], para malaikat pun hadir untuk mendengarkan[5] zikir,” [Sahih Bukhari: 881. Sahih Muslim: 850].

 

PENJELASAN:

[1] Sabda beliau, “pergi” maksudnya pergi menuju masjid untuk hadir di salat Jumat

[2] Sabda beliau, “jam pertama” dihitung sejak awal siang, yaitu terbit matahari (syuruq). Di hadis ini adalah lima (5) jam. Jam adalah arti asli dari “sa’ah.” Dihitung dari terbit matahari sampai imam naik ke mimbar lalu dibagi lima. Jadi tidak selalunya jam di sini 60 menit.

[3] Sabda beliau, “berkurban” maksudnya sedekah.

[4] Sabda beliau, “imam keluar” maksudnya keluar dari rumah untuk naik ke atas mimbar, maksudnya ketika sudah waktunya azan Jumat.

[5] Sabda beliau, “Zikir” maksudnya khutbah Jumat.

 

PELAJARAN:

Menjelaskan hadis ini, Syaikh Khalid Al-Jauhani menyuguhkan beberapa pelajaran:

۱ – استحباب الاغتسال يوم الجمعة 

1. Hukumnya mustahab (Sunnah/disukai) untuk mandi di hari Jumat.

۲- استحباب التبكير إلى المسجد يوم الجمعة

2. Hukumnya mustahab (Sunnah/disukai) untuk datang awal ke masjid di hari Jumat.

۳- مشروعية الوضوء قبل دخول وقت الصلاة

3. Disyariatkannya wudhu sebelum masuk waktu salat.

٤ – يستحب للخطيب ألا يأتي إلا عند وقت صعوده المنبر 

4. Hukumnya mustahab (Sunnah/disukai) bagi khatib agar tidak datang ke masjid kecuali memang sudah waktunya untuk naik ke mimbar.

ه – تفاضل الناس في الدرجات

5. Derajat manusia itu berbeda-beda.

٦ – تقرير الإيمان بوجود الملائكة 

6. Kabar tentang iman terhadap adanya malaikat.

٧ – من وظائف الملائكة: أن منهم من يستمعون مجالس الذكر

7. Di antara para malaikat itu ada yg tugasnya menyimak majelis zikir.

Sumber:

– Sahihul Adab Al-Islamiyah karya Syaikh Wahid Abdussalam Bali

– Al-La-ali Al-Bahiyyatu karya Syaikh Khalid Mahmud Al-Juhani

Diterjemahkan di rumah mertua oleh Irfan Nugroho (Guru di PPTQ At-Taqwa, yg semoga Allah berikan hidayah Islam bagi ayah mertuanya yang masih menganut kejawen dan “sembahyang” dengan caranya sendiri. Aamiin)