Khutbah

Khutbah Jumat Keuntungan Salat Berjamaah?

 
Pembaca rahimakumullah, berikut adalah naskah khutbah Jumat tentang keutamaan salat berjamaah di masjid. Silakan dibaca secara saksama terlebih dahulu sebelum disampaikan ketika khutbah Jumat. Semoga pahala tulisan ini untuk ibu kami, Hj. Pami, rahimahallah.
 
Ma’asyiral-Muslimin rahimakumullah,
Sama-sama salat, yang satu salat sendirian di rumah, sedang yang satunya lagi salat secara berjamaah di masjid, ada beda yang jauh antara keduanya.
 
Sering kita mendengar hadis Nabi :
 
صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
“Salat berjamaah itu lebih utama dua puluh tujuh derajat ketimbang salat sendirian,” (HR Bukhari).
 
Beruntunglah mereka yang menjalankan salat secara berjamaah, karena setiap langkah kakinya berbuah pahala dan menghapus dosa. Rasulullah bersabda:
 
مَا مِنْ رَجُلٍ يَتَطَهَّرُ فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ يَعْمِدُ إِلَى مَسْجِدٍ مِنْ هَذِهِ الْمَسَاجِدِ إِلَّا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِكُلِّ خَطْوَةٍ يَخْطُوهَا حَسَنَةً وَيَرْفَعُهُ بِهَا دَرَجَةً وَيَحُطُّ عَنْهُ بِهَا سَيِّئَةً
 
“Tidaklah seseorang bersuci dengan baik, kemudian ia berjalan menuju salah satu masjid yang ada, melainkan Allah akan menulis kebaikan atau pahala baginya dari setiap langkah kakinya, dan dengannya Allah mengangkat derajatnya, serta menghapus dosa dan kesalahannya,” (HR Muslim).
 
Jamaah Salat Jumat Rahimakumullah…
 
Beruntunglah mereka yang setelah melangkahkan kaki menuju masjid, lalu melakukan salat tahiyatul masjid, kemudian duduk menunggu ikamah; karena Rasulullah bersabda:
 
أَحَدُكُمْ مَا قَعَدَ يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ فِي صَلَاةٍ مَا لَمْ يُحْدِثْ تَدْعُو لَهُ الْمَلَائِكَةُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ
“Salah seorang diantara kalian dihitung dalam shalatnya selama duduk menunggu shalat, dan tidak berhadats, malaikat juga akan mendoakannya; “Ya Allah, ampunilah dia, ya Allah, rahmatilah dia,” (HR Muslim).
 
Ma’asyiral muslimiin, rahimakumullah…
 
Beruntunglah mereka yang terbiasa mendatangi salat berjamaah, karena Rasulullah bersabda:
 
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ
Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya
 
رَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ
“Seorang laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid,” (HR Bukhari).
 
Orang seperti ini, mereka rindu untuk datang ke masjid mendatangi salat berjamaah, itulah kenapa Allah memberinya naungan atau perlindungan di suatu hari kiamat ketika tidak ada lagi yang bisa memberi perlindungan selain Allah .
 
Dan yang terakhir orang yg terbiasa salat berjamaah, lalu jika suatu hari dia sakit atau bepergian dan tidak bisa salat berjamaah, dia tetap dicatat mendapat pahala salat berjamaah. Sabda Nabi ﷺ:
 
إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا
Jika seorang hamba sakit atau bepergian (lalu beramal) ditulis baginya (pahala) seperti ketika dia beramal sebagai muqim dan dalam keadaan sehat,” (HR Bukhari, Ahmad, Darimi).
 
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah Kedua:
Ma’asyiral-Muslimin rahimakumullah,
 
Kebiasaan memakmurkan masjid, mendatangi salat berjamaah, adalah tanda jujurnya iman seorang muslim. Lazim mendatangi salat berjamaah adalah tanda keimanan, dirinya terbebas dari salah satu tanda kemunafikan.
 
Allah berfirman:
 
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ
“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain Allah, maka merekalah yang termasuk golongan orang-orang yang selalu mendapat petunjuk (dari Allah Ta’ala)” (QS At-Taubah: 18).
 
 

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبِّنَا اجْعَلْنَا مُقِيمَ الصَّلَاةَنَا وَمِنْ ذُرِّيَّتَنَا رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

BACA JUGA:  Definisi Riba dan Dalilnya

Irfan Nugroho

Hanya guru TPA di masjid kampung. Semoga pahala dakwah ini untuk ibunya.

Tema Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button