[youtube https://www.youtube.com/watch?v=Xx9q6Qk9jDE]

 

Ma’asyiral muslimin, rakhimakumullah…

Dosa besar ketiga di dalam Islam adalah sihir, atau dalam bahasa lain di lingkungan kita mencakup istilah-istilah seperti dukun, perdukunan, tenung, tukang tenung, pelet, pengasihan, penglaris, santet, paranormal, dan yang semisal.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَىٰ مُلْكِ سُلَيْمَانَ ۖ

Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir),

وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَٰكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا

padahal Sulaiman tidak melakukan tindak kekafiran dengan melakukan praktik sihir, justru setan-setan itulah yang kafir (karena setan-setan itu telah berbuat sihir).

يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ ۚ

Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di Negeri Babil, yaiu Harut dan Marut,

وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ

sedangkan keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir,” (al-Baqarah: 102).

Ma’asyiral muslimin, rakhimakumullah…

Sihir itu adalah tindak kekufuran atau kekafiran, baik mempelajarinya, mengajarkannya, atau melakukannya. Maka sudah sewajibnya orang-orang itu berhati-hati dari perbuatan ini. Sihir yang menjadikan kafir adalah sihir yang di dalamnya terdapat unsur meminta bantuan kepada jin, atau adanya unsur penyembahan atau pemberian kurban atau sesajen kepada jin. Sedang kecepatan tangan, kepandaian berbicara, tipuan kamera, itu bukan termasuk sihir.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَّاَنَّهٗ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْاِنْسِ يَعُوْذُوْنَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوْهُمْ رَهَقًاۖ

“dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat,” (QS Al Jin 6).

Ma’asyiral muslimin, rakhimakumullah…

Termasuk dalam kategori syirik yang menjadikan pelakunya kafir adalah tiwalah. Tiwalah, atau pelet, pengasihan, ini dibuat untuk kedua pasangan. Baik untuk menyatukan hati atau menambah rasa cinta antara suami dengan istrinya, atau untuk memisahkan hati atau mengurangi bahkan menghilangkan rasa cinta di antara suami dan istri. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

فَيَتَعَلَّمُوْنَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُوْنَ بِهٖ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهٖ ۗ

“Maka mereka mempelajari dari keduanya (malaikat itu) apa yang (dapat) memisahkan antara seorang (suami) dengan istrinya,” (QS Al Baqarah: 102).

Rasulullah bersabda:

إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ

“Sesungguhnya Ruqyah, Tamimah dan Tiwalah adalah  syirik,”(HR. Ahmad dan Abu Dawud).

Jika memakai sihir pengasih antara suami dengan istrinya yang sah saja termasuk kekufuran, maka memakai sihir pengasih yang ditujukan kepada orang yang bukan pasangannya yang sah, sungguh ini adalah lebih parah lagi dosanya.

Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah…

Rasulullah bersabda:

اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَالسِّحْرُ

“Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan! Apa saja, ya Rasulullah? Berbuat syirik kepada Allah dan sihir,” (Sahih Bukhari).

Sihir disebutkan setelah syirik. Padahal sihir termasuk kesyirikan. Itu artinya, sihir adalah perkara yang sangat serius, sangat berbahaya bagi iman seseorang. Oleh karena itu, wajib bagi kita untuk menjauhi sihir, menjauhkan diri kita dari mempelajarinya, melakukannya, atau bahkan mengajarkannya, serta tidak mendatangi penyihir atau dukun. Rasulullah bersabda:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَطَيَّرَ أَوْ تُطُيِّرَ لَهُ,

“Bukan termasuk golongan kami orang yang mengaitkan nasib sialnya pada tanda alam atau bertanya kepada orang tentang apa tanda alam yg membuatnya sial,

أَوْ تَكَهَّنَ أَوْ تُكُهِّنَ لَهُ,

orang yang membuka jasa ramal atau mendatangi peramal untuk diramal

أَوْ سَحَرَ أَوْ سُحِرَلَهُ,

orang yang melakukan sihir, santet, membuka jasa penglaris atau pengasih, atau memakai jasanya

وَ مَنْ أَتَى كَاهِنًا فَصَدَقَهُ بِمَا يَقُوْلُ

orang yang mendatangi dukun atau penyihir dan menyakini perkatannya

فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَدٍ.

Orang yang seperti itu sungguh dia telah kafir atau ingkar dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad , (Sahih Al-Bazar).