Aqidah

15 Keutamaan Dakwah Menuju Allah

Pembaca rahimakumullah, tidak diragukan lagi bahwa dakwah menuju Allah adalah satu dari pokok yang agung dari sekian pokok di dalam agama Islam. Tidak diragukan lagi bahwa kebaikan seorang hamba di dalam hidupnya di dunia dan akhirat itu tergantung pada ketaatannya terhadap Allah azza wa jalla, juga pada ketaatannya kepada Rasulullah ﷺ, dan kesempurnaan seseorang dalam ketaatan itu tergantung pada dakwah kepada Allah.

Quran dan sunah nabawiyah telah memberikan penekanan dalam ini, yaitu dakwah. Di antara keutamaan dakwah menuju Allah adalah:

أَنَّ الدَّعْوَةَ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَحْسَنُ كَلِمَةٍ تُقَالُ فِي الْأَرْضِ
  1. Dakwah menuju Allah adalah kalimat yang paling baik yang diucapkan di muka bumi.

Allah ta’ala berfirman:

وَمَنْ اَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّنْ دَعَآ اِلَى اللّٰهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَّقَالَ اِنَّنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, “Sungguh, aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)?” (QS Fushilat: 33)

وَالدَّعْوَةُ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سَبَبُ بَقَاءِ الْخَيْرِيَّةِ فِي هَذِهِ الْأُمَّةِ
  1. Dakwah kepada Allah adalah sebab yang menjadikan di umat ini senantiasa terdapat kebaikan (artinya, kalau suatu kaum sudah tidak ada yang mengajak kepada kebaikan, tidak ada lagi kebaikan di kaum tersebut)

Allah ta’ala berfirman:

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ

Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah, (QS Ali Imran: 110).

وَالدَّعْوَةُ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سَبَبٌ لِلدُّخُولِ فِي رَحْمَةِ اللَّهِ الْوَاسِعَةِ
  1. Dakwah menuju Allah ta’ala adalah sebab bagi seseorang untuk senantiasa berada di dalam rahmat Allah yang luas.

Allah ta’ala berfirman:

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya, (QS At-Taubah: 71).

وَالدَّعْوَةُ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنْ أَسْبَابِ النَّصْرِ عَلَى الْأَعْدَاءِ، وَالتَّمْكِينُ فِي الْأَرْضِ
  1. Dakwah menuju Allah adalah satu dari sekian sebab untuk mendapat kemenangan atas musuh-musuh Islam, serta tegaknya kepemimpinan di muka bumi.

Allah ta’ala berfirman:

ۨالَّذِيْنَ اُخْرِجُوْا مِنْ دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ اِلَّآ اَنْ يَّقُوْلُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ۗوَلَوْلَا دَفْعُ اللّٰهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَّهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَّصَلَوٰتٌ وَّمَسٰجِدُ يُذْكَرُ فِيْهَا اسْمُ اللّٰهِ كَثِيْرًاۗ وَلَيَنْصُرَنَّ اللّٰهُ مَنْ يَّنْصُرُهٗۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ

(yaitu) orang-orang yang diusir dari kampung halamannya tanpa alasan yang benar, hanya karena mereka berkata, “Tuhan kami ialah Allah.” Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentu telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa, (QS Hajj: 40).

اَلَّذِيْنَ اِنْ مَّكَّنّٰهُمْ فِى الْاَرْضِ اَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتَوُا الزَّكٰوةَ وَاَمَرُوْا بِالْمَعْرُوْفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِۗ وَلِلّٰهِ عَاقِبَةُ الْاُمُوْرِ

(Yaitu) orang-orang yang jika Kami beri kedudukan di bumi, mereka melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan, (QS Hajj: 41).

وَالدَّعْوَةُ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى تَدْفَعُ الْعَذَابَ عَنِ الْعِبَادِ
  1. Dakwah menuju Allah akan mencegah turunnya azab pada manusia
BACA JUGA:  Ali Imran 159: Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar

Allah ta’ala berfirman:

لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ * كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dilaknat melalui lisan (ucapan) Dawud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka tidak saling mencegah perbuatan mungkar yang selalu mereka perbuat. Sungguh, sangat buruk apa yang mereka perbuat, (QS Al-Maidah: 78-79).

وَالدَّعْوَةُ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى مَطْلَبٌ مُهِمٌ لِمَنْ أَرَادَ النَّجَاةَ لِنَفْسِهِ
  1. Dakwah menuju Allah adalah syarat utama bagi mereka yang menginginkan kesuksesan bagi dirinya sendiri.

Allah ta’ala berfirman:

وَإِذْ قَالَتْ أُمَّةٌ مِنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْمًا اللَّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا قَالُوا مَعْذِرَةً إِلَى رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, “Mengapa kamu menasihati kaum yang akan dibinasakan atau diazab Allah dengan azab yang sangat keras?” Mereka menjawab, “Agar kami mempunyai alasan (lepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan agar mereka bertakwa,” (QS Al-A’raf: 164).

وَالدَّعْوَةُ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنْ أَسْبَابِ نَيْلِ عَظِيمِ الْأُجُورِ، وَتَكْثِيرِ الْحَسَنَاتِ
  1. Dakwah adalah satu dari sekian sebab bagi seseorang untuk mendapat pahala yang besar, juga kebaikan yang berlipat-lipat.

Allah ta’ala berfirman:

لَا خَيْرَ فِيْ كَثِيْرٍ مِّنْ نَّجْوٰىهُمْ اِلَّا مَنْ اَمَرَ بِصَدَقَةٍ اَوْ مَعْرُوْفٍ اَوْ اِصْلَاحٍۢ بَيْنَ النَّاسِۗ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا

Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barangsiapa berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami akan memberinya pahala yang besar, (QS An Nisa: 114).

وَالدَّعْوَةُ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنْ أَسْبَابِ الْفَلَاحِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
  1. Dakwah adalah satu dari sekian sebab bagi seseorang untuk meraih keuntungan di dunia dan di akhirat.

Allah ta’ala berfirman:

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung, (QS Ali Imran: 104).

وَالدُّعَاةُ إِلَى اللَّهِ هُمْ الرَّابِحُونَ يَوْمَ يَخْسَرُ النَّاسُ، وَهُمْ السُّعَدَاءُ يَوْمَ يَشْقَى النَّاسُ
  1. Orang yang berdakwah menuju Allah, mereka adalah orang yang beruntung pada hari ketika banyak manusia mengalami kerugian. Mereka adalah orang yang berbahagia, pada hari ketika banyak orang mengalami kesulitan (di hari kiamat).
BACA JUGA:  Tausiyah untuk Santri: Birrul Walidain, Dakwah, Adab

Allah ta’ala berfirman:

وَالْعَصْرِ * إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ * إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Demi masa, sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran, (QS Al-Ashr: 1-3).

وَالدَّعْوَةُ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سَبَبٌ لِصَلَاحِ حَيَاةِ النَّاسِ، وَدَفْعِ الْعُقُوبَةِ عَنْهُمْ، وَمَنْعُ فَسَادِ الْجَاهِلِينَ
  1. Dakwah menuju Allah adalah satu dari sekian sebab yang membuat kehidupan umat ini menjadi lebih baik, juga yang akan mencegah hukuman dari Allah kepada umat ini, juga yang akan mencegah kerusakan dari orang-orang yang bodoh.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Nu’man bin Basyir Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مَثَلُ الْقَائِمِ عَلَى حُدُودِ اللَّهِ وَالْوَاقِعِ فِيهَا كَمَثَلِ قَوْمٍ اسْتَهَمُوا عَلَى سَفِينَةٍ فَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَعْلَاهَا وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا فَكَانَ الَّذِينَ فِي أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوْا مِنْ الْمَاءِ مَرُّوا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ فَقَالُوا لَوْ أَنَّا خَرَقْنَا فِي نَصِيبِنَا خَرْقًا وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا فَإِنْ يَتْرُكُوهُمْ وَمَا أَرَادُوا هَلَكُوا جَمِيعًا وَإِنْ أَخَذُوا عَلَى أَيْدِيهِمْ نَجَوْا وَنَجَوْا جَمِيعًا

“Perumpamaan orang yang menegakkan hukum Allah dan orang yang diam terhadapnya seperti sekelompok orang yang berlayar dengan sebuah kapal lalu sebagian dari mereka ada yang mendapat tempat di atas dan sebagian lagi di bagian bawah kapal. Lalu orang yang berada di bawah kapal bila mereka mencari air untuk minum mereka harus melewati orang-orang yang berada di bagian atas seraya berkata: “Seandainya boleh kami lubangi saja kapal ini untuk mendapatkan bagian kami sehingga kami tidak mengganggu orang yang berada di atas kami.” Bila orang yang berada di atas membiarkan saja apa yang diinginkan orang-orang yang di bawah itu maka mereka akan binasa semuanya. Namun bila mereka mencegah dengan tangan mereka maka mereka akan selamat semuanya,” (Sahih Bukhari: 2493).

فَالدَّعْوَةُ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سَبَبٌ مِنْ أَسْبَابِ اسْتِجَابَةِ الدُّعَاءِ
  1. Dakwah kepada Allah adalah satu dari sekian sebab terkabulnya doa.

Imam At-Tirmizi meriwayatkan dari Hudzaifah ibnul Yaman Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنْ الْمُنْكَرِ أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْهُ ثُمَّ تَدْعُونَهُ فَلَا يُسْتَجَابُ لَكُمْ

Demi Dzat yang jiwaku berada di tangannya, hendaknya kalian beramar ma’ruf dan nahi munkar atau jika tidak niscaya Allah akan mengirimkan siksa-NYa dari sisi-Nya kepada kalian, kemudian kalian memohon kepada-Nya namun do’a kalian tidak lagi dikabulkan, (Jami At-Tirmizi: 2169).

وَالدَّعْوَةُ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنْ مُكَفِّرَاتِ الذُّنُوبِ وَالْخَطَايَا
  1. Dakwah kepada Allah adalah satu dari sekian amal yang bisa menghapus dosa dan kesalahan
BACA JUGA:  Arti Namaste dalam Perspektif Islam

Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Hudzaifah ibnul Yaman Radhiyallahu Anhu dari Nabi ﷺ yang bersabda:

فِتْنَةُ الرَّجُلِ فِي أَهْلِهِ وَمَالِهِ وَوَلَدِهِ وَجَارِهِ تُكَفِّرُهَا الصَّلَاةُ وَالصَّوْمُ وَالصَّدَقَةُ وَالْأَمْرُ وَالنَّهْيُ

Fitnah seseorang terletak pada keluarganya, hartanya, anaknya, dan tetangganya. Fitnah itu akan terhapus dengan salat, puasa, sedekah, amar ma’ruf dan nahi mungkar, (Sahih Bukhari: 525).

وَالدَّعْوَةُ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى خَيْرٌ مِنْ أَنْفُسِ وَأَغْلَى الْأَمْوَالِ
  1. Dakwah kepada Allah adalah lebih baik daripada harta dan barang berharga lainnya

Imam Bukhari meriwayatkan dari Sahal bin Sa’ad Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

فَوَاللَّهِ لَأَنْ يُهْدَى بِكَ رَجُلٌ وَاحِدٌ خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ

Demi Allah, bila ada satu orang saja yang mendapat petunjuk melalui dirimu maka itu lebih baik bagimu dari pada unta-unta merah (yang paling bagus), (Sahih Bukhari: 2942).

وَالدَّعْوَةُ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى تَكْفُلُ لِأَهْلِهَا أَجْرَ مَا دُعَوا إِلَيْهِ مِنَ الطَّاعَاتِ
  1. Dakwah kepada Allah adalah penjamin bagi pelakunya untuk mendapat pahala dari apa yang mereka seru pada ketaatan

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ الدَّالَّ عَلَى الْخَيْرِ كَفَاعِلِهِ

“Sesungguhnya orang yang menunjukkan kepada kebaikan sama seperti orang yang melakukannya,” (Jami At-Tirmizi: 2670).

وَالدَّعْوَةُ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى امْتِثَالٌ لِأَمْرِ اللَّهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى، وَأَمْرُ الرَّسُولِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
  1. Dakwah kepada Allah adalah bentuk penerapan perintah Allah dan RasulNya ﷺ

Allah ta’ala berfirman:

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk, (QS An Nahl: 125).

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ

Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran hendaklah ia mencegah kemungkaran itu dengan tangannya. jika tidak mampu, hendaklah mencegahnya dengan lisan, jika tidak mampu juga, hendaklah ia mencegahnya dengan hatinya. Itulah selemah-lemah iman, (Sahih Muslim: 49).

Ditulis oleh Syaikh Khalid Mahmud Al-Juhani hafizahullah

Diterjemahkan oleh Irfan Nugroho (Guru di PPTQ At-Taqwa Nguter Sukoharjo) pada 15 April 2023 M (24 Ramadan 1444 H)

Irfan Nugroho

Hanya guru TPA di masjid kampung. Semoga pahala dakwah ini untuk ibunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button