Perintah Wajibnya Dakwah di dalam Quran

Allah menyuruh Nabi ﷺ dan seluruh umatnya hingga nanti di hari kiamat (untuk berdakwah) dengan firman-Nya:
 
قُلْ هَٰذِهِۦ سَبِيلِىٓ أَدْعُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا۠ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِىۖ وَسُبْحَٰنَ ٱللَّهِ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ
 
“Katakanlah (Muhammad), “Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin, Mahasuci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik,” [QS Yusuf 12: 108].
 

Perintah Wajibnya Dakwah di dalam Hadis

Diriwayatkan di dalam Sahih Bukhari dan Sahih Muslim bahwa Nabi ﷺ bersabda:
 
بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً
 
“Sampaikan dariku meskipun hanya satu ayat,”
 
Kemudian di hadis lain disebutkan,
 
أَلَا لِيُبَلِّغ الشَّاهِدُ مِنْكُمْ الْغَائِب
 
“Orang yang hadir hendaknya memberi tahu yang tidak hadir.”
 

Kesimpulan Ulama tentang Wajibnya Dakwah

Dengan demikian kami nyatakan bahwa dakwah (mengajak orang lain kepada Islam) adalah wajib bagi setiap muslim, tetapi berbeda-beda sesuai situasi, kondisi, dan kemampuan politik, sosial, dan akademisnya.
 

Besarnya Kewajiban Dakwah di Pundak Penguasa dan Ulama

Tidak diragukan lagi bahwa tanggung jawab terbesar dalam urusan dakwah terletak di pundak penguasa atau pemimpin, lalu para ulama, kemudian di benak mereka yang punya wewenang. Allah berfirman:
 
ٱلَّذِينَ إِن مَّكَّنَّٰهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ أَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَمَرُوا۟ بِٱلْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا۟ عَنِ ٱلْمُنكَرِۗ وَلِلَّهِ عَٰقِبَةُ ٱلْأُمُورِ
 
“(Yaitu) orang-orang yang jika Kami beri kedudukan di bumi, mereka melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan,” [QS Al-Hajj 22: 41].
 

Dakwah adalah Kewajiban Individu (Fardhu Ain)

Setelah itu, semua orang bertanggung jawab untuk menjalankan berbagai kewajiban individu (fardhu ain), dan amanah (iman, tanggung jawab moral, dan kewajiban yg didasarkan pada wahyu), termasuk di dalamnya adalah dakwah kepada Allah dan agama-Nya.
 

Tingkatan Dakwah Berbeda-Beda

Hanya saja, kewajiban dakwah ini sesuai dengan kemampuan masing-masing, sebagaimana firman Allah:
 
لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَاۚ
 

 

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya,” [QS Al-Baqarah 2: 286].
 
Di ayat lain Allah berfirman:
 
لِيُنفِقْ ذُو سَعَةٍ مِّن سَعَتِهِۦۖ وَمَن قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُۥ فَلْيُنفِقْ مِمَّآ ءَاتَىٰهُ ٱللَّهُۚ لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَآ ءَاتَىٰهَاۚ سَيَجْعَلُ ٱللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا 
 
“Allah tidak membebani kepada seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang diberikan Allah kepadanya,” [QS At-Thalaq 65: 7].
 
Dengan selesai diturunkannya wahyu, dan ditutupnya pengutusan para Nabi, dengan Nabi Muhammad Saw sebagai Nabi terakhir, maka kewajiban dakwah dan menyebarkan ajaran agama Islam menjadi tanggung jawab setiap orang Islam. Jadi, pengemban risalah Islam ini dituntut untuk menyampaikan risalah ini kepada seluruh manusia dan menyatakan universalitas Islam.
 
Allah berfirman:
وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا كَآفَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ 
 
“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,” [QS Saba’ 34:28].
 
Di ayat yang lain Allah berfirman:
وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَٰلَمِينَ 
 
“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam,”__ [QS Al-Anbiya 21: 107].
 

Dakwah dan Amar Makruf Nahi Mungkar

Dakwah lebih komprehensif daripada amar makruf nahi mungkar. Orang yang berdakwah berarti dia telah melakukan amar makruf. Orang yang mengajak atau menyuruh orang untuk melakukan salat atau puasa Ramadan atau untuk mencegah kejahatan, maka ini adalah kerja khusus dan merupakan salah satu bentuk dakwah. Jadi, setiap orang Islam harus menjadi Daiyah (pendakwah).
 
Wallahualam
Fatwa Asy-Syabakah Al-Islamiyah No 85108

Keutamaan Berdakwah

Demikian tadi fatwa ulama yang menjelaskan tentang wajibnya berdakwah, mengapa umat Islam diwajibkan untuk berdakwah. Kini saatnya kita menulis tentang beberapa keutamaan dalam berdakwah. Dalam hal ini, Syaikh Khalid bin Ahmad Az-Zahroni menulis beberapa keutamaan dakwah:

Dakwah adalah Tugas Terpenting para Rasul

Dakwah kepada Allah subhanahu wata’ala termasuk tugas terpenting yang diemban Rasul kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, ia merupakan sarana dan jalan untuk merealisasikan tauhid (pengesaan) Allah subhanahu wata’ala. Firman Allah subhanahu wata’ala:

قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُوا إِلَى اللهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَاوَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللهِ وَمَآأَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ 

Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (QS. Yusuf:108)

Dan firman-Nya subhanahu wata’ala:

يَآأَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّآ أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا . وَدَاعِيًا إِلَى اللهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُّنِيرًا

Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, * dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi. (QS. al-Ahzab:45-46)

Dan firman-Nya subhanahu wata’ala:

 اُدْعُ إِلَى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ أَحْسَنُ 

Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik.. (QS. an-Nahl:125)

Dan firman-Nya subhanahu wata’ala:

 وَادْعُ إِلَى رَبِّكَ إِنَّكَ لَعَلَى هُدًى مُّسْتَقِيمٍ

dan serulah kepada (agama) Rabbmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus. (QS. al-Hajj:67)

Dan firman-Nya subhanahu wata’ala:

وَادْعُ إِلَى رَبِّكَ وَلاَتَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِينَ 

dan serulah mereka ke (jalan) Rabbmu, dan janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Rabb. (QS. al-Qashash:87)

Dan firman-Nya subhanahu wata’ala:

 قُلْ إِنَّمَآ أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ اللهَ وَلآأُشْرِكُ بِهِ إِلَيْهِ أَدْعُوا وَإِلَيْهِ مَئَابِ

Katakanlah:”Sesungguhnya aku hanya diperintah untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan sesuatupun dengan Dia. Hanya kepada-Nya aku seru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali”. (QS. ar-Ra’ad:36)

Dakwah adalah Keistimewaan dari Allah

Dakwah merupakan keistimewaan yang diberikan Allah subhanahu wata’ala kepada umat ini terhadap semua umat. Firman-Nya subhanahu wata’ala:

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللهِ 

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (QS. Ali Imran:110)

Dan Allah subhanahu wata’ala berfirman memerintahkan berdakwah dan mendorong hamba-hamba-Nya untuk melaksanakannya:

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةُُ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلاَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali Imran:104)

Dakwah adalah Perkataan yang Paling Baik

Karena alasan ini seorang da’i ilallah yang mengamalkan dengan apa yang dia dakwahkan merupakan manusia yang paling baik ucapan, firman Allah subhanahu wata’ala:

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلاً مِّمَّن دَعَآ إِلَى اللهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِى مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata:”Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri” (QS. Fushshilat:33)

Orang yg Berdakwah akan Mendapat Pahala dari Orang yg Didakwahi

Bahkan seorang da’i mendapat pahala dari Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Pemurah, dan ia juga mendapat pahala orang yang dia dakwahi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

(مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ اْلأَجْرِ مِثْل أُجُوْرِ مَنْ تَبِعَهُ لَايَنْقُصُ مِن أُجُوْرِهِم شَيْئًا)

“Barangsiapa yang mengajak (berdakwah) kepada petunjuk niscaya baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit juapun.”

Dakwah adalah Sebab Terhindarnya Suatu Negeri dari Bencana

Allah subhanahu wata’ala menjaga semua penduduk negeri dari siksa-Nya yang merata karena masih ada para da’i yang melakukan perbaikan padanya, orang-orang yang berdakwah di jalan Allah subhanahu wata’ala. Firman Allah subhanahu wata’ala:

وَمَاكَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَى بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ 

Dan Rabbmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS. Hud:117)

Sumber: Dakwah Ahlul Bid’ah