Pembaca yang semoga dirahmati Allah ﷻ, pernah dengar kata “isbal”? Ya, isbal adalah pakaian bawah yang panjangnya melebihi mata kaki. Kita sering pula mendengar perdebatan masalah ini, bukan? Yuk teruskan membaca! Bismillah.

Hadis 1

Imam Bukhari meriwayatkan dari Abi Hurairah Radhiyallahu Anhu dari Nabi ﷺ yang bersabda:

مَا أَسْفَلَ مِنْ الْكَعْبَيْنِ مِنْ الْإِزَارِ فَفِي النَّارِ

“Apa-apa yang melebihi mata kaki [1] dari izar [2], maka tempatnya adalah di neraka [3],” (Sahih Bukhari: 5787).

[1] Yang dimaksud “melebihi mata kaki” adalah seseorang menjadikan mata kakinya tertutup.

[2] “izar” adalah apa-apa yang dipakai manusia di tengah-tengah badan hingga ke bawah. Hari ini disebut juga celana panjang, bukan sekadar sarung.

[3] Pelakunya akan diazab di neraka.

Hadis 2

Imam Ahmad meriwayatkan dengan sanad hasan dari Al-‘Alaa-I bin Abdirrahman dari ayahnya bahwa beliau mendengar Abi Said Al-Khudri Radhiyallahu Anhu ditanya tentang izar. Maka beliau pun berkata:

عَلَى الْخَبِيرِ سَقَطْتَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ

“Engkau bertanya kepada orang yang tepat, aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:”

إِزْرَةُ الْمُؤْمِنِ إِلَى أَنْصَافِ السَّاقَيْنِ لَا جُنَاحَ أَوْ لَا حَرَجَ عَلَيْهِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْكَعْبَيْنِ مَا كَانَ أَسْفَلَ مِنْ ذَلِكَ فَهُوَ فِي النَّارِ لَا يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ بَطَرًا

“Izar seorang mukmin adalah sampai setengah betisnya. Tidak ada dosa, atau beliau mengatakan, tidak ada salahnya jika panjang izar itu dibuat antara betis dan kedua mata kaki. Maka apa yang berada di bawah mata kaki adalah di neraka.[1] Allah tidak akan melihat[2] orang yang menjulurkan izarnya[3] karena sombong,” (Musnad Ahmad: 10587; Sunan Abu Dawud: 4093; Al-Albani: Sahih dalam Sahihul Jami: 921).

[1] Yang berbuat demikian akan diazab di neraka jahanam pada hari kiamat kelak.

[2] Memandang dengan pandangan rahmat.

[3] Menjulurkan izarnya hingga melebihi mata kaki.

Hadis 3

Imam Ahmad meriwayatkan dengan sanad hasan dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu dari Nabi ﷺ yang bersabda:

الْإِزَارُ إِلَى نِصْفِ السَّاقِ وَإِلَى الْكَعْبَيْنِ لَا خَيْرَ فِي أَسْفَلَ مِنْ ذَلِكَ

“Izar itu panjangnya sampai setengah betis, dan hingga dua mata kaki. Tidak ada kebaikan pada (izar yang panjangnya) melebihi itu,” (Musnad Ahmad: 11974. Al-Albani: Sahih di dalam Sahihul Jami: 2769).

Syaikh Wahid Abdussalam Bali mengatakan bahwa hadis ini berlaku khusus untuk laki-laki, bukan perempuan. Bagi wanita, wajib bagi mereka untuk memanjangkan pakaiannya guna menutupi diri secara sempurna.

Itulah mengapa Imam At-Tirmizi meriwayatkan suatu hadis, dan beliau menilai hadis ini sahih, dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَاءَ لَمْ يَنْظُرْ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Siapa saja yang menjulurkan pakaiannya dengan rasa sombong, maka Allah tidak akan memandangnya pada hari kiamat.” Kemudian Ummu Salamah berkata:

فَكَيْفَ يَصْنَعْنَ النِّسَاءُ بِذُيُولِهِنَّ

“Bagaimana dengan kelebihan kain pada pakaian bawah para wanita?”

Rasulullah ﷺ bersabda:

يُرْخِينَ شِبْرًا

“Mereka boleh memanjangkannya satu jengkal.”

Ummu Salamah kembali menyela:

إِذًا تَنْكَشِفُ أَقْدَامُهُنَّ

“Kalau begitu telapak kaki mereka akan terlihat.”

Beliau ﷺ bersabda lagi:

فَيُرْخِينَهُ ذِرَاعًا لَا يَزِدْنَ عَلَيْهِ

“Mereka boleh mamanjangkannya sehasta, jangan lebih dari itu,” (Sunan At-Tirmizi: 1731. At-Tirmizi: Hasan Sahih).

Pelajaran dari Hadis

1. Peringatan agar tidak memanjangkan pakaian hingga di bawah dua mata kaki

2. Peringatan agar tidak bersikap sombong dan berjalan dengan sombong/angkuh

3. Anjuran untuk bersikap tawaduk

4. Seorang mukmin laki-laki tidak akan memanjangkan pakaiannya hingga di bawah dua mata kaki

5. Beragamnya tingkat azab di neraka

6. Penetapan tentang konsep iman bahwa seorang mukmin akan melihat Rabnya di hari kiamat

7. Wajibnya seorang wanita untuk menutup diri.

8. Aurat seorang wanita adalah seluruh tubuhnya (kecuali wajah dan telapak tangan)

9. Bersemangatnya para sahabat wanita dalam menutup diri mereka.