Pembaca yang semoga dirahmati Allah ﷻ, di antara adab haji adalah mencegah kezaliman. Inilah yang disebutkan oleh Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah di dalam kitab beliau Sahihul Adab Al-Islamiyah. Mengapa demikian? Karena mencegah kezaliman adalah satu dari sekian sebab terkabulnya doa, dalam hal ini doa agar diberi rezeki bisa naik haji.

Dalam hal ini Syaikh Wahid Abdussalam Bali mengutip sebuah hadis yang diriwayatkan di dalam As-Sahihain dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma bahwa Nabi ﷺ bersabda:

الظُّلْمُ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Kezaliman adalah kegelapan di hari kiamat,” (Sahih Bukhari: 2447, Sahih Muslim: 2579).

“kezaliman” di situ maksudnya perbuatan yang melewati batas dan melanggar hak-hak orang lain.

“kegelapan” di situ merupakan kegelapan bagi pelaku kezaliman.

“di hari kiamat” maksudnya pelaku kezaliman tidak mendapat petunjuk karena kezaliman yang dia lakukan.

Kemudian Syaikh Wahid Abdussalam Bali mengutip suatu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim di dalam Sahihnya dari Abu Dzar Radhiyallahu Anhu bahwa Nabi ﷺ meriwayatkan dari Allah tabaraka wa ta’ala yang berfirman:

يَا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلَا تَظَالَمُوا

“Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diriKu. Dan Aku mengharamkan kezaliman di antara kalian. Oleh karena itu, janganlah kalian saling berbuat zalim,” (Sahih Muslim: 2557).

Menjelaskan makna “zalim,” Syaikh Khalid Mahmud Al-Jauhani hafizahullah mengatakan bahwa yang dimaksud kezaliman adalah meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya.

Dari dua hadis di atas, bisa diambil beberapa pelajaran:

1. Dua hadis ini menunjukkan tentang haramnya berbuat zalim, dan haramnya kezaliman ini juga disepakati oleh semua agama

2. Wajibnya menunggalkan Allah dalam peribadatan

3. Allah mengharamkan kezaliman bagi diriNya sendiri, artinya, semua takdir dan ketentuan Allah tidak ada yang merupakan kezaliman dari Allah kepada makhluk

4. Penegasan tentang adanya hari kiamat

5. Perbuatan Allah itu Maha Sempurna, itulah mengapa Allah itu suci dari segala macam kezaliman. Kekuasaan Allah itu juga Maha Sempurna, tidak bertambah meski semua makhluk itu taat kepadaNya, juga tidak berkurang meski semua makhluk bermaksiat kepadaNya. Pun demikian dengan kekayaan Allah, tidak berkurang karena makhlukNya bermaksiat dan tidak bertambah jika makhlukNya melakukan ketaatan. Di hadis kedua juga terdapat keterangan bahwa Allah itu Maha Sempurna dalam kebaikanNya kepada para hambaNya, maka wajib bagi manusia untuk meminta kepada Allah dalam kebaikan dunia dan agama, juga dalam permohonan terhadap hidayah dan ampunan

6. Wajibnya berbuat adil dalam semua perkara, karena berbuat adil adalah salah satu sebab terkabulnya doa, sehingga orang yang berdoa agar diberi rezeki bisa naik haji, akan dikabulkan dengan tindak-tanduknya yang senantiasa mengandung sifat adil dan tidak berbuat zalim.

Wallahu’alam