Di antara adab seorang muslim ketika makan adalah tidak menyisakan makanan. Hal ini sebagaimana disimpulkan oleh Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah di dalam kitabnya Sahihul Adab Al-Islamiyah.

عَدَمُ تَرْكِ اللُّقْمَةِ السَّاقِطَةِ

Beliau mengutip sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim di dalam sahihnya dari Jabir Radhiyallahu Anhu yang mengatakan bahwa beliau mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

 إِنَّ الشَّيْطَانَ يَحْضُرُ أَحَدَكُمْ عِنْدَ كُلِّ شَيْءٍ مِنْ شَأْنِهِ 

Sesungguhnya Setan akan mendatangi salah seorang di antara kalian setiap saat.

حَتَّى يَحْضُرَهُ عِنْدَ طَعَامِهِ 

Bahkan Setan akan mendatangi orang tersebut ketika makan.

فَإِذَا سَقَطَتْ مِنْ أَحَدِكُمْ اللُّقْمَةُ فَلْيُمِطْ مَا كَانَ بِهَا مِنْ أَذًى ثُمَّ لِيَأْكُلْهَا 

Maka apabila apabila ada suapan makanan salah seorang dari kalian jatuh, hendaknya dia mengambilnya dan membuang bagian yang kotor, lalu makanlah (yang bersih).

وَلَا يَدَعْهَا لِلشَّيْطَانِ 

Jangan biarkan makanan yang jatuh itu untuk Setan.

فَإِذَا فَرَغَ فَلْيَلْعَقْ أَصَابِعَهُ فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي فِي أَيِّ طَعَامِهِ تَكُونُ الْبَرَكَةُ

Maka apabila seseorang itu selesai makan, hendaknya dia menjilati jari-jarinya, karena dia tidak tahu di bagian yang mana dari makanannya itu yang terdapat keberkahan.

 

TAKHRIJ HADIS

Hadis ini diriwayatkan oleh imam Muslim di dalam Sahih Muslim nomor 2033.

PENJELASAN

Sabda beliau, “Bahkan setan akan mendatangi orang tersebut ketika makan,” maksudnya:

لَيُلْهِيَهُ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ تَعَالَى

Setan bertujuan mengganggu manusia dari berzikir kepada Allah.

Sabda beliau, “Hendaknya dia menjilati jari-jarinya” maksudnya menjilati satu per satu jarinya.

Sabda beliau, “karena dia tidak tahu di bagian yang mana dari makanannya itu yang terdapat keberkahan,” maksudnya

أَفِي الْقَصْعَةِ أَمْ فِي الطَّعَامِ السَّاقِطِ تَكُونُ الْبَرَكَةُ

Pada makanan yg terdapat di piring atau yg terjatuh itu yg terdapat keberkahan.

PELAJARAN

Syaikh Khalid Al-Jauhani di dalam Al-Laali Al-Bahiyyatu menyuguhkan beberapa pelajaran dari hadis ini:

اسْتِحْبَابُ لَعْقِ الْيَدِ مُحَافَظَةً عَلَى بَرَكَةِ الطَّعَامِ وَتَنْظِيفًا لَهَا

Sunnah menjilati jari-jari sebagai upaya menjaga keberkahan yg ada pada makanan, juga sebagai upaya untuk menjaga kebersihan tangan

اسْتِحْبَابُ الْأَكْلِ بِثَلَاثِ أَصَابِعَ وَلَا يُضَمُّ إِلَيْهَا الرَّابِعَةُ وَالْخَامِسَةُ إِلَّا لِعُذْرٍ بَانَ يَكُونُ مَرْقًا

Sunnah makan dengan tiga jari, dan tidak lebih darinya, empat atau lima jari, kecuali karena uzur, seperti makanan berkuah.

التَّحْذِيرُ مِنَ الشَّيْطَانِ وَالتَّنْبِيهُ عَلَى مُلَازَمَتِهِ الْإِنْسَانَ فِي سَائِرِ تَصَرُّفَاتِهِ ، فَيَنْبَغِي أَنْ يَتَأَهَّبَ وَيُحْتَرَزَ مِنْهُ وَلَا يَغْتَرَّ بِمَا يُزَيِّنُهُ لَهُ

Peringatan agar berhati-hati terhadap setan, dan bahwa setan itu senantiasa mendekati manusia di berbagai kesempatan. Maka hendaknya manusia senantiasa waspada dan hati-hati dari godaan setan, serta tidak tertipu dengan hal-hal yang dijadikan indah oleh setan.

اسْتِحْبَابُ أَكْلِ اللُّقْمَةِ السَّاقِطَةِ بَعْدَ إِزَالَةِ مَا بِهَا مِنْ أَذًى

Sunnah memakan makanan yang terjatuh setelah dibersihkan bagian yang kotor

تَقْرِيرُ وُجُودِ الشَّيَاطِينِ

Penetapan tentang adanya setan.

Diterjemahkan oleh Irfan Nugroho, staf pengajar di PPTQ At-Taqwa Sukoharjo, sembari menghadiri sarasehan wali murid MI Plus At-Taqwa Nguter.

===

🔴Apabila bapak/ibu/saudara pembaca semua ingin ikut andil dalam program dakwah melalui situs mukminun.com atau channel YouTube Mukminun TV, Anda bisa menyalurkan infak melalui nomor rekening Bank Muamalat: 5210061824 a.n. Irfan Nugroho.
🔴Semoga menjadi amal jariyah, pemberat timbangan kebaikan di akhirat, juga sebab tambahnya keberkahan pada diri, harta, dan keluarga pembaca semuanya. Aamiin