Pembaca yang semoga dirahmati Allah, berikut kami sajikan teks khutbah gerhana bulan. Khutbah dilakukan dengan mengikuti mazhab syafiiah, yaitu dua kali khutbah. Apabila pembaca mengikuti pendapat mazhab Imam Ahmad, khutbah dilakukan satu kali. Teruskan membaca!

Naskah khutbah adalah terjemahan, kutipan dengan penyesuaian dari naskah khutbah Syaikh Khalid Al-Muslih hafizahullah. Diterjemahkan oleh Irfan Nugroho (Staf Pengajar di PPTQ At-Taqwa Sukoharjo)

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أشْهَدُ أنْ لاَ إِلٰه إلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah…

Gerhana matahari dan gerhana bulan bukanlah kejadian alam berjalan begitu saja dan terjadi tanpa makna. Gerhana bulan atau gerhana matahari adalah kejadian yang dahsyat dan menakutkan, yang seharusnya menjadikan hati-hati orang beriman menjadi bergetar, lalu bertambah iman mereka dan ketaatan mereka. Sungguh, gerhana bulan adalah kejadian yang hendaknya membuat hamba-hamba yang beriman menjadi ingat terhadap ngerinya hari kiamat, sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah ta’ala:

يَسْـَٔلُ اَيَّانَ يَوْمُ الْقِيٰمَةِۗ

“Dia bertanya, ‘Kapan hari kiamat?’”

فَاِذَا بَرِقَ الْبَصَرُۙ

“Apabila mata terbelalak (ketakutan)”

وَخَسَفَ الْقَمَرُۙ

“bulan pun telah hilang cahayanya,” (QS Al-Qiyamah: 6-8).

Maka kejadian gerhana bulan, hendaknya menjadikan manusia sekali lagi ingat bahwa ini adalah kejadian yang mirip dengan awal mula hari kiamat, yaitu ketika cahaya bulan dihilangkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah…

Nabi kita Muhammad ﷺ berkata ketika beliau menjadi khatib salat gerhana bulan:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua dari sekian banyak tanda-tanda kekuasaan Allah.”

لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ

“Terjadinya gerhana matahari atau gerhana bulan, yakni ketika cahaya keduanya tertutup, itu bukan karena adanya kematian seseorang atau karena adanya kematian seseorang.”

فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

“Maka apbila kalian melihat gerhana matahari atau gerhana bulan, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, lakukan salat gerhana, dan bersedekahlah.”

Kemudian Rasulullah ﷺ melanjutkan sabdanya:

يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ

“Wahai umat Muhammad!”

وَاللَّهِ

“Demi Allah!”

مَا مِنْ أَحَدٍ أَغْيَرُ مِنْ اللَّهِ أَنْ يَزْنِيَ عَبْدُهُ أَوْ تَزْنِيَ أَمَتُهُ

“Tidak ada yang lebih cemburu daripada Allah ketika ada hambaNya yang laki-laki atau hambaNya yang perempuan melakukan perzinaan.” Kalimat ini maknanya larangan berzina, dan kita diperintahkan untuk berlindung dari zina.

يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ وَاللَّهِ

“Wahai umat Muhammad! Demi Allah!”

لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلبَكَيْتُمْ كَثِيرًا

“Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis,” (Sahih Bukhari: 1044).

Syaikh Khalid Al-Muslih berkata:

وهذا يبيِّنُ ويشيرُ يا عباد الله، إلى أنَّ من أسبابِ الكسوفِ الشرعيةِ كثرةَ الذنوبِ والمعاصي، والغفلةَ عن الآخرةِ، والانهماكَ في الدنيا.

Ini menunjukkan bahwa menurut syariat agama Islam, di antara sebab-sebab terjadinya gerhana bulan adalah banyaknya dosa dan maksiat, juga karena banyaknya manusia yang lalai dari urusan akhirat akibat terlalu sibuk dengan urusan dunia.

Lebih lanjut beliau mengatakan:

ألا وإن من أعظم الأسباب، التي يحصل بها كسوفُ الشمسِ، وخسوفُ القمرِ كثرةَ الزِّنى وظهورَه، وقد حذَّر اللهُ أهلَ الإيمانِ من قربانِ الزّنى، فضلاً عن الوقوعِ فيه

“Sungguh, salah satu sebab terbesar terjadinya gerhana bulan dan gerhana matahari adalah banyaknya zina, dan zina (atau sebab-sebab zina) yang justru diumbar, diceritakan, dinampakkan, diupload, ditayangkan. Nauzubillah. Sungguh, Allah telah memperingatkan orang-orang yang beriman agar tidak mendekati zina, apalabi jatuh ke dalam zina.”

Allah ﷻ berfirman:

وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلاً

“Maka jangan sekali-kali engkau mendekati zina, karena zina itu sangat menjijikkan dan merupakan jalan menuju berbagai keburukan,” (QS Al-Isra: 32).

Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah…

Syaikh Khalid Al-Muslih berkata:

فمن علاماتِ ظهورِ الزِّنى أنه لا يعاقِبُ عليه قانونٌ، إذا كان بالتراضي من الطرفين

Di antara tanda maraknya zina adalah fakta bahwa perbuatan zina itu tidak bisa dihukum dengan undang-undang atau hukum “positif” apabila kedua belah pihak mengaku suka sama suka. Nauzubillah.

ومن ظهورِ الزِّنى في حياةِ الناسِ أيها المؤمنون ما يُبَثُّ في القنواتِ الفضائيةِ والتلفزيونيةِ والشبكيةِ، من صور النساءِ الكاسياتِ العارياتِ، أو الأفلامِ والغرامِيَّاتِ، التي تزيِّنُ الفاحشةَ وتُشِيعُها بين المسلمين والمسلمات

“Di antara tanda maraknya zina di kehidupan manusia adalah apa yang ditayangkan melalui televisi, satelit, channel-channel media sosial, dll, juga gambar-gambar wanita yang berpakaian tidak senonoh, atau film, sinetron yang menyebar di kalangan kaum muslim laki-laki dan perempuan.” Nauzubillah.

Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah..

Pelajaran yang bisa kita ambil dari momen gerhana bulan ini di antaranya:

1. Disunnahkan untuk melakukan salat gerhana apabila melihat gerhana

2. Kejadian gerhana bulan hendaknya menjadikan orang beriman merasa takut, karena bisa jadi hilangnya cahaya bulan adalah awal dari hari kiamat

3. Disunnahkan untuk bertakbir ketika terjadi gerhana

4. Disunnahkan untuk banyak berdoa ketika terjadi gerhana

5. Disunnahkan untuk bersedekah selama terjadi gerhana

6. Di antara sebab terjadinya gerhana, menurut syariat Islam, adalah maraknya perzinaan, sehingga hendaknya kita sama-sama mencegah hal-hal yang berpotensi menyebabkan zina.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

 إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ؛ عِبَادَ اللهِ،
أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَسْـَٔلُ اَيَّانَ يَوْمُ الْقِيٰمَةِۗ
فَاِذَا بَرِقَ الْبَصَرُۙ
وَخَسَفَ الْقَمَرُۙ
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ،
يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ
اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ،
وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ