Aqidah

Siksa Kubur Dilakukan Terus hingga Kiamat?

Pembaca mukminun.com rahimakumullah, siksa kubur adalah perkara yang harus diyakini oleh umat Islam. Juga bahwa siksa kubur sudah ada sebelum hari kiamat. Pertanyaannya, apakah siksa kubur dilakukan terus menerus sampai kiamat? Teruskan membaca!

Pembaca yang semoga dirahmati Allah ta’ala, Syaikh Abdullah Al-Faqih Asy-Syinqitti, seorang ulama dan mufti di Yayasan Asy-Syabakah Al-Islamiyah Qatar pernah mendapat pertanyaan sebagai berikut:

هل عذاب القبر إذا انتهى لن أحاسب في الآخرة؟

Apakah siksa kubur, apabila ia sudah berakhir, seseorang tidak akan dihisab pada hari kiamat?

Menjawab pertanyaan ini, Syaikh Abdullah Al-Faqih terlebih dulu menjelaskan bahwa nikmat untuk penghuni kubur itu akan terus ada hingga hari akhir. Beliau berkata:

فقد دلت نصوص الكتاب والسنة على أن النعيم لأهل القبور دائم لا ينقطع

Sungguh, ada banyak teks di dalam Alquran dan Sunah yang menunjukkan bahwa nikmat bagi penghuni kubur itu sifatnya abadi, tidak terputus.

Setelah itu, beliau mulai menjelaskan tentang siksa kubur, apakah dilakukan terus-menerus sampai kiamat atau tidak. Beliau mengatakan bahwa ada perbedaan kaitannya siksa kubur bagi orang islam dengan orang kafir. Beliau berkata:

وأما العذاب: فإما أن يكون دائماً -أيضاً- وهو عذاب الكفار وبعض العصاة

Jika berbicara tentang azab, maka azab atau siksa kubur itu bisa bersifat abadi atau terus menerus (hingga hari kiamat), yaitu siksa bagi orang-orang kafir dan sebagian pelaku maksiat.

وإما أن يكون منقطعاً، وهو لبعض العصاة ممن خفت جرائمه

Lalu ada pula siksa kubur yang terputus, tidak abadi hingga hari kiamat, yaitu siksa kubur untuk sebagian pelaku maksiat yang mendapat keringanan atas kejahatannya.

وانقطاعه: إما بسبب كصدقة أو دعاء، أو بلا سبب، أي بمجرد عفو الله تعالى الكريم

Terputusnya azab kubur (sebelum hari kiamat) bisa disebabkan oleh sedekah atau doa, atau tanpa sebab sama sekali, yaitu karena pemaafan dari Allah ta’ala yang Maha Mulia.

Tertulis di dalam Syarah Al-Aqidah At-Tahawiyah:

وهل يدوم عذاب القبر أو ينقطع؟ جوابه أنه نوعان: منه ما هو دائم

Apakah azab kubur itu terus menerus atau terputus? Jawabannya adalah bahwa siksa kubur itu ada dua macam, yang satu tidak terus-menerus, dan satunya lagi terus-menerus.

Allah ta’ala berfirman:

ٱلنَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا ۖ وَيَوْمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ أَدْخِلُوٓا۟ ءَالَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ ٱلْعَذَابِ

Latin: An-nāru yu’raḍụna ‘alaihā guduwwaw wa ‘asyiyyā, wa yauma taqụmus-sā’ah, adkhilū āla fir’auna asyaddal-‘ażāb

Arti: Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras,” (QS Gafir: 46).

وكذلك في حديث ابن عازب في قصة الكافر… ثم يفتح له باب إلى النار فينظر إلى مقعده فيها حتى تقوم الساعة. رواه أحمد

Pun demikian di dalam hadis Ibnu Azib tentang kisah orang kafir, “…kemudian dibukakan baginya pintu neraka lalu dia melihat tempat duduknya di neraka sampai datangnya hari kiamat,” (Musnad Ahmad).

والنوع الثاني: يستمر مدة ثم ينقطع، وهو عذاب بعض العصاة الذين خفت جرائمهم، فيعذب بحسب جرمه ثم يخفف عنه

Jenis siksa kubur yang kedua adalah terus-menerus dalam waktu yang lama, lalu terputus. Ini adalah azab untuk sebagian pelaku maksiat yang mendapat keringanan atas dosa-dosanya. Jadi, dia disiksa sesuai dengan tingkat kejahatannya, lalu mendapat keringanan.

Syaikh Muhamamd bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata di dalam Syarah Al-Mumti (3/253):

أما إذا كان الإنسان كافراً -والعياذ بالله- فإنه لا طريق إلى وصول النعيم إليه أبداً، ويكون عذابه مستمراً، وأما إن كان عامياً وهو مؤمن، فإنه إذا عذب في قبره يعذب بقدر ذنوبه، وربما يكون عذاب ذنوبه أقل من البرزخ الذي بين موته وقيام الساعة، وحينئذ يكون منقطعاً

Jika seseorang itu kafir, dan kita berlindung kepada Allah dari kekafiran, sama sekali tidak ada jalan baginya untuk mendapat nikmat di alam kubur selamanya. Baginya azab yang terus menerus. Lalu bagi orang awam yang beriman, dia akan mendapat siksa kubur sesuai dengan kadar dosanya. Bisa saja azab yang dia terima akibat dosanya itu berkurang ketika di alam Barzah, yaitu masa di antara kematiannya dengan datangnya hari kiamat, sehingga waktu itu (apabila dosanya sudah bersih), siksa kubur baginya akan terputus.

Fatwa No: 15269

Tanggal: 1 Sasfar 1423 (13 April 2022)

Sumber: Asy-Syabakah Al-Islamiyah

Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo)

Demikian penjelasan dari Syaikh Abdullah Al-Faqih Asy-Syinqitti tentang apakah siksa kubur dilakukan terus-meneris sampai kiamat. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum

BACA JUGA:  Bolehkah Turut Berduka Cita atas Kematian Orang Kafir?

Irfan Nugroho

Guru TPA di masjid kampung. Mengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Nguter Sukoharjo. Penerjemah profesional dokumen legal atau perusahaan untuk pasangan bahasa Inggris - Indonesia dan penerjemah amatir bahasa Arab - Indonesia. Alumni Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) tahun 2008 dan 2013.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button