Aqidah

Tauhid Muyassar: Penjelasan Syahadat Rasul

Pembaca rahimakumullah, berikut adalah terjemahan dari kitab Tauhid Muyassar karya Syaikh Abdullah bin Ahmad Al-Huwail tentang Syahadat Rasul. Teruskan membaca!

Apa itu Syahadat Rasul?

Pembaca rahimakumullah, orang masuk Islam dengan mengikrarkan dua kalimat syahadat, yaitu syahadat tauhid (Laa Ilaha Illa Allah), serta syahadat Rasul. Apa itu syahadat Rasul?

Syahadat Rasul adalah persaksian bahwa Muhammad bin Abdullah adalah hamba dan utusan Allah. Bunyinya adalah:

أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

Latin: Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah.
Arti: Saya bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasulullah.

Dalil Syahadat Rasul

Dalil syahadat Rasul atau persaksian bahwa Muhammad adalah utusan atau Rasul Allah terdapat di dalam QS At-Taubah ayat 128, di mana Allah berfirman:

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

Indonesia: Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin, (QS At-Taubah: 128).

Jawa: Sayekti temen wus anekani sira sawijining Utusan, saka ing bangsanira; abot ingatasé dhèwèké tumibanira ing kasangsaran, banget pangémané ing sira, marang para angèstu welas, asih, (QS At-Taubah: 128).

CATATAN TAMBAHAN:

Firman Allah (Rasulun min anfusikum) artinya:

محمد بن عبد الله ﷺ من جنسكم عربي.

Muhammad bin Abdullah ﷺ, dari spesies kalian (manusia), dari kalangan Arab, (Aisarut Tafasir, Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi).

Menjelaskan ayat ini, Imam Ibnu Katsir mengutip perkataan Jabir bin Abi Talib dan Mughirah bin Syubah kepada utusan Najasyi tentang Nabi Muhammad ﷺ:

إِنَّ اللَّهَ بَعَثَ فِينَا رَسُولًا مِنَّا، نَعْرِفُ نَسَبَهُ وَصِفَتَهُ، وَمُدْخَلَهُ وَمُخْرَجَهُ، وَصِدْقَهُ وَأَمَانَتَهُ، وَذَكَرَ الْحَدِيثَ.

Sungguh, Allah mengutus kepada kami seorang Rasul, dari kalangan kami. Kami mengenal nasab beliau dan sifat beliau. Kami mengetahui tempat masuk dan keluarnya. Kami mengenal kejujuran dan sifat amanat beliau, hingga akhir hadis, (Akhir catatan tambahan).

BACA JUGA:  10 Nama-nama Surga di dalam Quran

Dalil lain dari Syahadat Rasul adalah firman Allah:

وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ

Indonesia: Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar utusan-Nya, (QS Al-Munafiqun: 1).

Jawa: Allah nguningani yen sira temen utusane Allah, (QS Al-Munafiqun: 1).

CATATAN TAMBAHAN:

Syaikh Muhammad Amin Asy-Syinqitti di dalam Adwaul Bayan menjelaskan bahwa pemakaian “Inna” dan “La” di dalam penggalan ayat di atas berfungsi sebagai taukid, penekanan, atau emphasis, bahwa Muhammad bin Abdullah ﷺ adalah benar-benar utusan Allah.

Makna Syahadat Rasul

Tentang makna syahadat Rasul, Syaikh Abdullah bin Ahmad Al-Huwail berkata di dalam Tauhid Muyassar bahwa Syahadat Rasul bermakna:

التصديق الجازم من صميم القلب المواطئ لقول اللسان بأن محمداً: عبدالله ورسوله إلى الثقلين كافة: إنسهم وجنهم.

Pembenaran dengan sungguh-sungguh dari lubuk hati yg paling dalam, yg selaras dengan ucapan lisan, bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan utusan Allah kepada dua golongan, yaitu manusia dan jin.

CATATAN TAMBAHAN:

Dari penjelasan ini kiranya bisa diambil pelajaran bahwa:
– membenarkan kerasulan Muhammad ﷺ di dalam hati saja tidak cukup
– membenarkan kerasulan Muhammad ﷺ di lisan saja juga tidak cukup
– Apa yg diyakini di dalam hati tentang kerasulan Muhammad ﷺ harus selaras dengan apa yg terucap melalui lisan
– Di antara keyakinan terhadap kerasulan Muhammad ﷺ adalah bahwa beliau diutus kepada manusia dan jin, seperti kisah Lailatul Jin di dalam bab larangan istijmar dengan tulang, kotoran hewan dan makanan, di dalam kitab Sahihul Adab Al-Islamiyah, bahwa Nabi ﷺ memiliki jadwal kajian untuk kalangan jin, (Akhir catatan tambahan).

Rukun Syahadat Rasul

Pembaca rahimakumullah, setelah mengetahui bunyi syahadat rasul, makna syahadat rasul, serta dalilnya, kini kita coba menelisik, apa saja rukun syahadat rasul. Artinya, ikrar persaksian bahwa Muhammad bin Abdullah adalah utusan Allah tidak sempurna jika tidak melakukan dua hal ini. Apa itu? Syaikh Abdullah bin Ahmad Al-Huwail mengatakan bahwa rukun Syahadat Rasul adalah:

الاعتراف برسالته

Mengakui kerasulan Muhammad ﷺ. Dalilnya adalah firman Allah ta’ala:

BACA JUGA:  [VIDEO] Khutbah Jumat: Sihir, Perdukunan, Paranormal (baca: Para-abnormal)

مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ

Indonesia: Muhammad itu adalah utusan Allah, (QS Al-Fath: 29).

Jawa: Muhammad iku utusane Allah, (QS Al-Fath: 29).

CATATAN TAMBAHAN:
Mengakui kerasulan Muhammad ﷺ artinya:
– menolak kabar apa pun yg menyatakan bahwa ada Rasul sesudah beliau
– membenarkan rasul² sebelum beliau, dan menyakini bahwa beliau adalah rasul terakhir
– mengakui bahwa beliau diutus kepada seluruh manusia dan jin
– mengakui bahwa beliau memiliki mukjizat
– mengakui bahwa beliau lebih mulia daripada seluruh nabi/rasul, bahkan daripada seluruh manusia
– mengakui bahwa umat beliau lebih mulia daripada umat rasul yg lainnya
– mencintai dan menaati beliau, (Akhir Catatan Tambahan dari Minhajul Muslim, Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi).

Rukun syahadat rasul yang kedua setelah mengakui kerasulan Nabi Muhammad ﷺ, menurut Syaikh Abdullah bin Ahmad Al-Huwail di dalam Tauhid Muyassar adalah:

اعتقاد عبوديته الله

Meyakini Ubudiyah Nabi Muhammad ﷺ kepada Allah.

CATATAN TAMBAHAN:
Ubudiyah artinya:
– hamba, bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba
– beribadah, bahwa Nabi Muhammad ﷺ juga beribadah sebagaimana makhluk atau ciptaan Allah lainnya, jadi beliau tidak diibadahi, karena Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba, (Akhir catatan tambahan).

Apa maksudnya? Kata Syaikh Abdullah bin Ahmad Al-Huwail:

أن الله وصفه بالعبودية في أشرف المقامات ومنها مقام الدعوة

Bahwa Allah menyifati beliau dengan level ubudiyah Nabi Muhammad ﷺ dengan level ubudiyah yg paling mulia, termasuk kemuliaan level beliau dalam doa atau ibadah secara umum.

CATATAN TAMBAHAN:
Penjelasan dari statemen Syaikh di atas adalah sebagai berikut:
– status beliau adalah hamba yg paling mulia
– level beliau dalam beribadah adalah yg paling tinggi, tidak ada yg menyamai beliau dalam hal beribadah, (Akhir catatan tambahan).

Dalilnya adalah firman Allah ta’ala:

وَأَنَّهُ لَمَّا قَامَ عَبْدُ اللَّهِ يَدْعُوهُ كَادُوا يَكُونُونَ عَلَيْهِ لِبَدًا

Indonesia: Dan bahwasanya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadat), hampir saja jin-jin itu desak mendesak mengerumuninya, (QS Al-Jin: 19).

Jawa: Lan satemene bareng kawulaning Allah (Muhammad) ngadek nyembah Allah para Jin padha rebut dujung tunggang – tinunggang nyedhak (kudo ngurokake al-Quran), (QS Al-Jin: 19).

BACA JUGA:  Kewajiban Memuliakan para Salaf

CATATAN TAMBAHAN:
Lihat, berapa tingginya kedudukan Nabi Muhammad ﷺ ketika beliau dalam beribadah. Di ayat ini, beliau sedang melakukan salat, lalu para jin berkerumum, kagum kepada beliau. Imam Ibnu Katsir berkata:

عَجِبُوا مِنْ طَوَاعِيَةِ أَصْحَابِهِ لَهُ

Para jin itu kagum dengan ketaatan para sahabat Nabi ﷺ kepada beliau.

Ayat ini menegaskan bahwa Allah menyifati ubudiyah Nabi ﷺ dengan penyifatan yg paling mulia, dan ini adalah rukun kedua dari syahadat rasul setelah mengakui kerasulan beliau, (Akhir catatan tambahan).

Maka Syaikh berpesan, terkait konsep menyakini ubudiyah Nabi Muhammad ﷺ:

فهو رسول لا يكذب، وعبد لا يعبد.

Maka beliau adalah Rasul yang tidak boleh didustakan, sekaligus seorang hamba yang tidak boleh diibadahi.

Syarat & Ketentuan dalam Syahadat Rasul

Pembaca rahimakumullah, di dalam konsep syahadat rasul juga terdapat Syarat & Ketentuan. Jadi, yg ada S&K bukan hanya dalam jual beli atau kontrak kerja, tetapi juga dalam Syahadat Rasul. Apa syarat dan ketentuan di dalam Syahadat Rasul?

Syaikh Abdullah bin Ahmad Al-Huwail berkata:

شروطها ومقتضياتها، أربعة:

۱ – تصديقه فيما أخبر
٢ – طاعته فيما أمر
٣ – اجتناب ما نهى عنه وزجر
٤ – ألا يعبد الله إلا بما شرع

Syarat dan ketentuan di dalam Syahadat Rasul ada empat:
1 – Membenarkan kabar beliau
2 – Menaati perintah beliau
3 – Menjauhi larangan beliau
4 – Beribadah kepada Allah sesuai dengan yang beliau ajarkan.

Wallahua’lam

Karangasem, 5 November 2023
Diterjemahkan dan dijelaskan oleh Irfan Nugroho (Semoga Allah mengampuni ibunya, serta menempatkan ibunya di surgaNya yg mulia. Aamiin)

Irfan Nugroho

Hanya guru TPA di masjid kampung. Semoga pahala dakwah ini untuk ibunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button