AdabKeluarga

Sunnah Membuat Wasiat jika Pergi Minimal Dua Hari

Pembaca rahimakumullah, orang yang safar minimal dua hari, Sunnah baginya membuat wasiat. Artikel ini membahas salah satu adab kepada orang yang sakaratul maut, yaitu mengingatkannya tentang wasiat. Naskah kami terjemahkan dari kitab Sahihul Adab Al-Islamiyah karya Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah, dengan tambahan penjelasan dan pelajaran seputarnya. Semoga bermanfaat. Teruskan membaca!

Sunah Membuat Wasiat

Di antara adab kepada orang yang sakaratul maut adalah:

تذكيره بالوصية

Mengingatkannya untuk membuat wasiat.

Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا حَقُّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ لَهُ شَيْءٌ يُوصِي فِيهِ يَبِيتُ لَيْلَتَيْنِ إِلَّا وَوَصِيَّتُهُ مَكْتُوبَةٌ عِنْدَهُ

Tidak boleh bagi seorang muslim yang menginap dua malam sedang dia memiliki sesuatu yang diwasiatkan kecuali hendaknya dia menuliskan wasiat tersebut dan membawa bersamanya, (Sahih Bukhari: 2738).

PENJELASAN

Menurut Syaikh Khalid Mahmud Al-Jihani, wasiat adalah:

عهد خاص يكون فيما بعد الموت، وهي تدور مع الأحكام التكليفية الخمسة،

Janji khusus yg berlaku setelah pemilik janji meninggal dunia. Hukum wasiat ada lima:

فتجب على من عليه حق بلا بينة أو أمانة بلا إشهاد

Wasiat wajibah, yaitu wasiat yang wajib bagi orang yang memiliki hak tetapi tidak disertai bukti, atau dia memiliki amanat yang harus ditunaikan tetapi tidak memiliki saksi.

Contoh:
1 – Seseorang memiliki jatah kembalian piutang dari si Fulan, maka itu adalah hak dia. Tetapi karena dia tidak memiliki bukti catatan piutang, dia menulis wasiat bahwa si Fulan dulu berutang kepada saya sekian sekian. Ini wasiat yang wajib, kaitannya dengan “hak tanpa disertai bukti.”

2 – Seseorang memiliki amanat berupa dua karung beras yang harus dia berikan kepada fakir miskin karena itu adalah zakat pertanian. Dia tidak punya saksi yg bisa dia jelaskan bahwa beras itu adalah amanat zakat pertanian yg harus diberikan kepada penerima zakat. Makanya dia menulis wasiat tentang amanat yang harus ditunaikan karena dia tidak memiliki saksi.

Hukum wasiat selanjutnya adalah Sunnah. Kata beliau wasiat sunnah adalah:

BACA JUGA:  Adabul Mufrad 3: Berbakti kepada Ibu Menghapus Dosa Besar

وتستحب لمن ترك مالا كثيرًا،

Sunah bagi orang yang ketika mati meninggalkan banyak harta.

وتكره لفقير له ورثة فقراء،

Wasiat makruh adalah bagi orang fakir yang punya ahli waris orang fakir juga, (karena ahli waris yang fakir harus didahulukan mendapat warisan daripada orang non-ahli waris yg disebut di dalam wasiat).

وتباح لفقير له ورثة أغنياء،

Wasiat Mubah bagi orang fakir yang punya ahli waris orang kaya.

وتحرم لوارث، أو بأكثر من الثلث، أو لإعانة على محرم

Wasiat haram jika ditujukan kepada ahli waris, atau jumlahny lebih dari sepertiga total harta, atau untuk menolong saudara mahram, karena ahli waris dan mahram mendapat bagiannya dengan skema waris, bukan wasiat, sedang larangan lebih dari sepertiga adalah hadis berikut ini:

Imam Bukhari meriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqash yang mengatakan bahwa beliau berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أُوصِي بِمَالِي كُلِّهِ

Ya Rasulullah, saya ingin mewasiatkan seluruh harta saya (maksudnya menyedekahkan seluruh hartanya untuk selain ahli warisnya).

قَالَ لَا 

Maka Nabi ﷺ mengatakan tidak.

قُلْتُ فَالشَّطْرُ قَالَ لَا قُلْتُ الثُّلُثُ قَالَ

Maka aku berkata, “Kalau separuh?” Dan beliau menjawab, “Tidak.” Aku berkata lagi, “Kalau sepertiga?” Maka beliau bersabda:

فَالثُّلُثُ وَالثُّلُثُ كَثِيرٌ

Kalau gitu sepertiga saja. Sepertiga itu sudah banyak.

Kemudian beliau ﷺ bersabda lagi:

إِنَّكَ أَنْ تَدَعَ وَرَثَتَكَ أَغْنِيَاءَ خَيْرٌ مِنْ أَنْ تَدَعَهُمْ عَالَةً يَتَكَفَّفُونَ النَّاسَ فِي أَيْدِيهِمْ

Sungguh, kamu meninggalkan ahli waris dalam kondisi kaya, itu lebih baik daripada kamu meninggalkan mereka dalam keadaan bergantung pada belas kasihan manusia, (Sahih Bukhari: 2742).

PELAJARAN

Pelajaran atau faidah atau hikmah yang bisa diambil dari hadis ini, menurut Syaikh Mahmud Khalid Al-Juhani, di antaranya:

مشروعية الوصية بضوابطها الشرعية.

Disyariatkannya membuat wasiat dengan aturan syariat yang telah ditentukan.

الحث على المبادرة بالأعمال الصالحة.

Anjuran untuk bersegera dalam melakukan amal saleh.

مشروعية الوصية بالثلث فأقل.

Disyariatkannya wasiat dengan dengan sepertiga atau kurang.

الأفضل أن يُوصَى بأقل من الثلث.

Yang afdhal atau utama adalah berwasiat dengan kurang dari sepertiga total harta.

BACA JUGA:  Tinggal Bersama Mertua, Istri Tidak Mau

تقرير قاعدة الألويات، فإن تعارضت مصلحة الورثة والوصية قدم مصلحة الورثة.

Penetapan kaidah aulawiyat, yakni jika kepentingan ahli waris dengan kepentingan penerima wasiat bertabrakan, yang didahulukan adalah kepentingan ahli waris.

حرص الصحابة رَضَ اللَّهُ عَنْهُم على نقل جميع أقوال النبي

Bersemangatnya para sahabat semoga Allah meridhoi mereka dalam mengutip seluruh perkataan Nabi ﷺ.

Demikian terjemahan artikel tentang Sunnah membuat wasiat bagi musafir minimal dua hari. Artikel kami terjemahkan dan kami kembangkan dari bab Adab kepada Orang yang Sakaratul Maut dari kitab Sahihul Adab Al-Islamiyah karya Syaikh Wahid Abdussalam Bali dan disyarah oleh Syaikh Khalid Mahmud Al-Juhani. Semoga bermanfaat.

Karangasem, 3 Desember 2023
Irfan Nugroho (Semoga Allah mengampuni, merahmati, dan menempatkan ibunya, Hajah Pami rahimahallah di surga. Aamiin)

Irfan Nugroho

Hanya guru TPA di masjid kampung. Semoga pahala dakwah ini untuk ibunya.

Tema Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button