Pertanyaan:
Kita umat Islam membayar
zakat (mal atau harta maksudnya) setiap tahun dan kita tahu bahwa itu wajib.
Salah satu teman saya bertanya kenapa kita harus menunaikan zakat setiap tahun,
di mana dalilnya? Menurut dia, zakat hanya sekali seumur hidup. Mohon berikan
dalil dari Quran dan Hadis yang mendukung bahwa zakat harus diberikan setiap
tahun.
Jawaban oleh Tim Fatwa
IslamWeb, diketuai oleh Syekh Abdullah Faqih Asy-Syinqitti
Segala puji hanya bagi Allah,
Rabb semesta alam. Saya bersaksi bahwa tiada Ilah yang hak untuk diibadahi
selain Allah dan bahwa Muhammad
adalah hamba dan utusanNya.
Selama 14 abad terakhir, umat
Islam tidak berbeda pendapat tentang fakta bahwa zakat harus dibayar setiap
tahun hijriah jika sudah memenuhi syarat-syarat zakat. Selain itu, para ulama
juga tidak berbeda pendapat tentang masalah ini sampai beberapa orang jahil
seperti teman Anda muncul dengan berpendapat bahwa zakat hanya wajib satu kali
dalam seumur hidup.
Rasulullah bersabda:
سَيَأْتِي
عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ
فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ
وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ
التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ
“Akan datang kepada manusia
tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan
sedangkan orang yang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan
orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah
berbicara.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud Ruwaibidhah?”. Beliau
menjawab, “Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas
,” (HR. Ibnu Majah. Al-Albani:
Sahih
).
Oleh karena itu, riwayat di
atas berlaku untuk teman Anda, dan istilah Ruwaibidhah berlaku juga untuk
orang-orang bodoh yang berbicara tentang urusan-urusan penting umat Islam.
Sungguh, ada dalil dari
Kitabullah, Sunah Rasulullah
dan ijma dari para ulama bahwa zakat harus dibayar setiap tahun.
Allah berfirman tentang zakat pertanian:
وَءَاتُواْ
حَقَّهُۥ يَوۡمَ حَصَادِهِۦۖ
١٤١
“…dan tunaikanlah haknya
di hari memetik hasilnya (dengan dizakatkan kepada para penerimanya,” (QS Al-An’am:
141).
Ayat ini juga selaras dengan
sabda Rasulullah :
ثلاث
من فعلهن فقد طعم طعم الإيمان من عبد الله وحده وأنه لا إله إلا الله وأعطى زكاة
ماله طيبة بها نفسه رافدة عليه كل عام
“Tiga perkara, barang siapa yang melaksanakannya
maka ia akan merasakan nikmatnya iman, yaitu barang siapa yang beribadah kepada
Allah semata dan tidak ada Ilah yang hak untuk disembah kecuali Allah, dan
menunaikan zakat hartanya dengan jiwa yang lapang dan jiwanya terdorong untuk
menunaikan zakat setiap tahun…”
(HR Abu Dawud).
Ibnu Hazm Rahimahullah berkata:
“Zakat harus dibayar setiap tahun untuk unta,
sapi, kambing (dan domba), serta emas dan perak (mata uang),… dan tidak ada
perbedaan pendapat di antara para ulama dalam hal ini.”
Oleh karena itu, teman Anda harus berhenti
mengeluarkan Fatwa dan berbicara tentang perkara agama tanpa didasari ilmu, dan
hendaknya dia meminta ampun kepada Allah dan bertaubat kepadaNya sebelum dia mati.
Wallahu’alam bish shawwab.
Fatwa No: 92472
Tanggal: 26 Sya’ban 1427 (20 September 2006)
Sumber: IslamWeb.Net
Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren
Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo)