Ibnul Qayyim di dalam Tuhfatul Maulud (1/229) berkata:

وَأَكْثَرُ الْأَوْلَادِ إِنَّمَا جَاءَ فَسَادُهُمْ مِنْ قِبَلِ الْآبَاءِ

Kebanyakan kerusakan anak disebabkan karena ayah mereka,

وَإِهْمَالِهِمْ لَهُمْ وَتَرْكِ تَعْلِيمِهِمْ فَرَائِضَ الدّينِ وَسُنَنَهِ فَأَضَاعُوهُمْ صِغَارًا

mereka menelantarkannya dan tidak mengajarkan anak ilmu dasar-dasar wajib agama dan sunnah-sunnahnya. Mereka menyia-nyiakan anak-anak di masa kecil mereka.

Di halaman 242, Imam Ibnul Qayyim berkata:

وَكَمْ مِمَّنْ أَشْقَى وَلَدَهُ وَفِلْذَةُ كَبِدِهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Betapa banyak orang yang menyengsarakan anaknya, buah hatinya di dunia dan akhirat

بِإِهْمَالِهِ وَتَرْكِ تَأْدِيبِهِ وَإِعَانَتِهِ لَهُ عَلَى شَهَوَاتِهِ

karena ia tidak memperhatikannya, tidak mendidiknya dan memfasilitasi syahwat (keinginannya),

وَيَزْعُمُ أَنَّهُ يُكْرِمُهُ وَقَدْ أَهَانَهُ

sementara dia mengira telah memuliakannya padahal dia telah merendahkannya.

وَأَنَّهُ يَرْحَمُهُ وَقَدْ ظَلَمَهُ

Dia juga mengira telah menyayanginya padahal dia telah mendzaliminya.

وَحَرَّمَهُ فَفَاتَهُ انْتِفَاعُهُ بِوَلَدِهِ وَفَوَّتَ عَلَيْهِ حَظُّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Maka telah haram baginya dan hilanglah bagiannya pada anak itu di dunia dan akhirat.

وَإِذَا اُعْتُبِرَتْ الْفَسَادَ فِي الْأَوْلَادِ رَأَيْتُ عَامَّتَهُ مِنْ قِبَلِ الْآبَاءِ

Jika Anda amati kerusakan pada anak-anak, penyebab utamanya adalah ayah.

Diterjemahkan oleh Irfan Nugroho (Staf Pengajar di PPTQ At-Taqwa Sukoharjo).

====

🔴Apabila bapak/ibu/saudara pembaca semua ingin ikut andil dalam program dakwah melalui situs mukminun.com atau channel YouTube Mukminun TV, Anda bisa menyalurkan infak melalui nomor rekening Bank Muamalat: 5210061824 a.n. Irfan Nugroho.

🔴Semoga menjadi amal jariyah, pemberat timbangan kebaikan di akhirat, juga sebab tambahnya keberkahan pada diri, harta, dan keluarga pembaca semuanya. Aamiin