KeluargaKhutbah

Khutbah Jumat tentang Sebab Rusaknya Anak

Pembaca rahimakumullah, berikut adalah naskah khutbah jumat tentang 2 sebab rusaknya anak, sebuah tadabur dari QS Maryam 59. Silakan dibaca terlebih dahulu sebelum disampaikan di hadapan jamaah salat Jumat, lalu lakukan penyesuaian apabila dirasa perlu. Khutbah ditulis oleh Irfan Nugroho, anak dari ibu Hj. Pami rahimahallah ta’ala.

KHUTBAH 1

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.  عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Memiliki anak yang saleh dan salehah adalah impian setiap manusia muslim. Lalu sejauh apa kita sudah mengupayakan sebab-sebab menuju ke sana? Seajauh apa kita sudah menghindari sebab-sebab kerusakan anak?

Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah…

Ada 2 sebab rusaknya anak, sebagaimana disebutkan oleh Allah di dalam QS Maryam ayat 59:

فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

Maka datanglah sesudah mereka, pengganti yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsu, maka mereka kelak akan menemui kesesatan, (QS Maryam: 59).

Firman Allah (خَلْفٌ) atau pengganti, menurut Imam Al-Qurtubi, adalah:

أَوْلَادُ سُوءٍ

Anak-anak yang buruk (dalam masalah agama dan etika).

Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah…

SEBAB PERTAMA RUSAKNYA ANAK

sekaligus ciri-ciri anak atau generasi penerus yang buruk dalam hal agama dan akhlak adalah:

أَضَاعُوا الصَّلَاةَ

MENYIA-NYIAKAN SALAT, maksudnya:

أَضَاعُوا الْمَوَاقِيتَ

1 – Meremehkan waktu-waktu salat, (Tafsir At-Tabari) maksudnya mereka tetap melaksanakan salat, tetapi tidak di awal waktu, atau ketika waktunya hampir habis, atau bisa juga dimaknai:

تركوا أركانها وواجباتها

2 – Meninggalkan rukun dan wajib salat, (Tafsir Al-Muyassar), maksudnya mereka tetap salat, tetapi tidak benar. Rukun salat tidak dikerjakan, wajib salat tidak dilakukan, atau bisa juga dimaknai:

تَرْكَهَا

3 – Meninggalkan salat, (Tafsir At-Tabari) maksudnya tidak salat sama sekali, nauzubillah.

BACA JUGA:  Childfree dalam Islam, Yuk Baca!

Inilah sebab pertama rusaknya anak, yaitu meremehkan salat. Ingat! Kalau urusan salat sudah diremehkan, maka urusan lain akan lebih disepelekan. Ibnu Katsir rahimahullah berkata:

وَإِذَا أَضَاعُوهَا فَهُمْ لِمَا سِوَاهَا مِنَ الْوَاجِبَاتِ أَضْيَعُ

Jika mereka sudah meremehkan salat, urusan atau kewajiban yang lain akan lebih diremehkan, (Tafsir Ibnu Katsir).

Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah…

SEBAB KEDUA RUSAKNYA ANAK

Yang merupakan ciri rusaknya anak adalah:

وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ

MEMPERTURUTKAN HAWA NAFSU, maksudnya adalah seperti yang diterangkan oleh Ka’ab Al-Akhbar:

وَاللَّهِ إِنِّي لَأَجِدُ صِفَةَ الْمُنَافِقِينَ فِي كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ:

Demi Allah, sesungguhnya aku benar-benar menjumpai sifat orang-orang munafik di dalam Kitabullah, bahwa mereka adalah orang-orang yang:

شَرَّابِينَ لِلْقَهَوَاتِ

suka minum khamar,

تَرَّاكِينَ لِلصَّلَوَاتِ،

suka meninggalkan salat lima waktu,

لَعَّابِينَ بِالْكَعَبَاتِ،

suka main dadu (nge-game, mabar, push rank, remi, domino, judi),

رَقَّادِينَ عَنِ الْعَتَمَاتِ،

suka tidur meninggalkan salat isya (pergi sejak sore hingga malam, kemudian tidak salat Isya),

مُفَرِّطِينَ فِي الْغَدَوَاتِ،

suka menyia-nyiakan salat subuh (begadang karena nge-game atau keluyuran, hingga tidur menjelang subuh dan tidak salat subuh), dan

تَرَّاكِينَ لِلْجُمُعَاتِ

suka meninggalkan salat Jumat, (Tafsir Ibnu Katsir).

Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah…

DAMPAK DARI DUA PERILAKU TERSEBUT

Yaitu meremehkan salat dan menuruti hawa nafsu adalah:

فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

Maka kelak (jika anak dibiarkan seperti itu), mereka (atau anak-anak itu) akan menemui kesesatan, (QS Maryam: 59), maksudnya:

شَرًّا أَوْ ضَلَالًا أَوْ خَيْبَةً

Mereka akan menjadi anak yang buruk (akhlaknya), tersesat (dalam beragama), serta akhirnya menjadi anak yang gagal (khoibah), nauzubillah, (Tafsir Al-Qurtubi).

Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah…

UNTUK MENGANTISIPASI HAL TERSEBUT

Maka usahakan agar kita memiliki anak yg saleh dengan:

  1. Menjadi orang tua yang:

– menjaga salat lima waktu

– menjadi teladan bagi anak dalam salat lima waktu

– mengajari anak tata cara, serta adab-adab yang berkaitan dengan salat lima waktu.

Allah ta’ala berfirman:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa, (QS Taha: 132).

  1. Menjadi orang tua yang:
BACA JUGA:  Anak Membangkang dan Mengancam?

– paham agama, atau kalau belum sampai di tahap tersebut

– belajar ilmu agama, bersama istri dan anak

– mengamalkan ilmunya.

Karena dengan ilmu agama, seseorang tidak akan semaunya sendiri, dia tidak akan menuruti hawa nafsunya. Allah ta’ala berfirman:

وَإِنَّ كَثِيرًا لَّيُضِلُّونَ بِأَهْوَائِهِم بِغَيْرِ عِلْمٍ

Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar-benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka karena mereka tidak memiliki ilmu, (QS Al-An’am: 119).

Imam An-Nawawi meriwayatkan di dalam Arbain Nawawi hadis nomor 41 dari Abdullah bin Amru bin Ash Radhiyallahu Anhuma bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُونَ هَوَاهُ تَبَعًا لِمَا جِئْتُ بِهِ

Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian, sampai hawa nafsunya mengikuti apa yang aku (Nabi ﷺ) ajarkan, (Arbain Nawawi: 41).

Semoga kita dikarunia anak yang saleh dan salehah, atau semoga diri kita menjadi anak yang saleh dan salehah dengan menjaga salat lima waktu dan mau belajar ilmu agama. Aamiin.

بارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ الكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِي اللهُ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ، وَأَقُوْلُ هَذَا القَوْلَ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ يَغْفِرْ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ.

KHUTBAH 2

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ. أَحْمَدُ رَبِّي وَأَشْكُرُهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ اَللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِالْيَهُودِ وَمَنْ وَالاهُمْ اَللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِالْيَهُودِ وَمَنْ وَالاهُمْ اَللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِالْيَهُودِ وَمَنْ وَالاهُمْ اللَّهُمَّ أَحْصِهِمْ عَدَداً، وَاقْتُلْهُمْ بَدَداً، وَلاَ تُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَداً اَللَّهُمَّ انْصُرِإِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ والْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ فِلِسْطِيْنَ اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Irfan Nugroho

Hanya guru TPA di masjid kampung. Semoga pahala dakwah ini untuk ibunya.

Tema Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button