Pembaca yang semoga dirahmati Allah, kita lanjutkan pelajaran harian kita dari kitab Ad-Durus Al-Yaumiyah karya Syaikh Rasyid Abdul Karim, di mana hari ini, 25 Rabiul Tsani, kita akan belajar tentang keutamaan datang awal salat Jumat dan ancaman meninggalkannya. Teruskan membaca!

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا نُودِىَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوْمِ ٱلْجُمُعَةِ فَٱسْعَوْا۟ إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ وَذَرُوا۟ ٱلْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanū iżā nụdiya liṣ-ṣalāti miy yaumil-jumu’ati fas’au ilā żikrillāhi wa żarul baī’, żālikum khairul lakum ing kuntum ta’lamụn

Artinya: Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui, (QS Al Jumuah: 9).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً

“Siapa saja yang mandi di hari Jumat seperti mandi junub, kemudian dia berangkat menuju masjid, seolah-olah dia telah berkurban seekor unta.”

وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً

“Siapa saja yang berangkat (salat Jumat) pada jam-jam kedua (dihitung dari total jam antara waktu duha sampai azan Jumat lalu dibagi lima), seolah-olah dia telah berkurban seekor sapi.”

وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ

“Siapa saja yang berangkat (salat Jumat) pada jam-jam ketiga, seolah-olah dia telah berkurban seekor kambing yang memiliki dua tanduk.”

وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً

“Siapa saja yang berangkat (salat Jumat) pada jam-jam keempat, seolah-olah dia telah berkurban seekor ayam.”

وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً

“Siapa saja yang berangkat (salat Jumat) pada jam-jam kelima, seolah-olah dia telah berkurban sebutir telur.”

فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ حَضَرَتْ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ

“Apabila imam telah keluar dari rumahnya (dan masuk ke dalam masjid, para malaikat yang hadir (salat Jumat) akan menyimak zikir (khutbahnya imam),” (Sahih Bukhari: 881. Sahih Muslim: 850).

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma bahwa beliau mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

عَلَى أَعْوَادِ مِنْبَرِهِ لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمْ الْجُمُعَاتِ أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ ثُمَّ لَيَكُونُنَّ مِنْ الْغَافِلِينَ

“Hendaknya orang yang biasa meninggalkan salat Jumat menghentikan kebiasaan tersebut. Kalau tidak, Allah akan menjadikan hati-hati mereka terkunci, sehingga mereka akan menjadi orang-orang yang lalai,” (Sahih Muslim: 865).

PENJELASAN

Menjelaskan bab ini, Syaikh Rasyid Abdul Karim berkata:

مِنْ سُنَنِ الْجُمُعَةِ وَآدَابِهَا التَّبْكِيرُ لِصَلَاةِ الْجُمُعَةِ،

Di antara sunah dan adab hari Jumat adalah datang awal menuju salat Jumat.

أَمَرَ اللَّهُ سُبْحَانَهُ بِالسَّعْيِ لَهَا عِنْدَ سَمَاعِ النِّدَاءِ وَوَعَدَ بِالثَّوَابِ الْجَزِيلِ لِمَنْ بَكَّرَ فِي الْحُضُورِ لَهَا،

Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kita untuk bersegera mendatanginya ketika mendengar azan, dan Allah menjanjikan pahala yang besar bagi siapa saja yang datang awal salat Jumat.

وَاعْتِيَادُ التَّأَخُّرِ عَنْهَا قَدْ يَجُرُّ إِلَى تَرْكِهَا

Kebiasaan datang terlambat Salat Jumat bisa menjadikan pelakunya akhirnya meninggalkan salat Jumat.

فَلِذَلِكَ حَذَّرَ الرَّسُولُ ﷺ تَحْذِيرًا شَدِيدًا مِنْ عَاقِبَةِ إِضَاعَتِهَا وَهُوَ الْخَتْمُ عَلَى الْقَلْبِ فَلَا يَصِلُ إِلَيْهِ خَيْرٌ أَبَدًا

Itulah mengapa Rasulullah ﷺ memberi peringatan dengan tegas tentang akibat dari menyia-nyiakan salat Jumat, yaitu ditutupnya hati sehingga si pelaku benar-benar tidak bisa mendapat kebaikan dari salat Jumat sama sekali.

PELAJARAN

Pelajaran yang bisa diambil di antaranya:

– الْأَمْرُ بِالسَّعْيِ لِصَلَاةِ الْجُمُعَةِ عِنْدَ سَمَاعِ النِّدَاءِ

Perintah untuk bergegas menghadiri salat Jumat ketika mendengar azan

– فَضْلُ التَّبْكِيرِ لِصَلَاةِ الْجُمُعَةِ

Keutamaan datang awal untuk salat Jumat.

– التَّرْهِيبُ مِنْ تَرْكِ صَلَاةِ الْجُمُعَةِ، وَأَنَّ ذَلِكَ سَبَبٌ لِلطَّبْعِ عَلَى الْقَلْبِ

Ancaman dari meninggalkan salat Jumat, bahwa perbuatan tersebut akan membuat hati buta lagi terkunci.

Kitab: Ad-Durusul Yaumiyah minas Sunani Wal Ahkamisy Syar’iyyati (25 Rabiul Tsani)

Karya: Syaikh Rasyid Abdul Karim

Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo)