FiqihTazkiyah

9 Cara Khusyuk dalam Sholat

Pembaca rahimakumullah, khusyuk adalah ruhnya salat. Salat yang dilakukan tanpa khusyuk, seperti raga tanpa nyawa. Lalu bagaimana cara meraih khusyuk dalam salat? Ini nasihat Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah.

Pembaca rahimakumullah, Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah di dalam kitabnya Al-Bidayatu fii Ilmir Raqaaiq menulis:

صَلَاةُ الْخَاشِعِينَ تَتَطَلَّبُ أُمُورًا تِسْعَةً

Salatnya orang-orang yang khusyuk bisa diperoleh dengan melakukan sembilan (9) hal.

Syaikh berkata:

إِذَا أَرَدْتَ انْ تُصَلِّيَ صَلَاةَ الْخَاشِعِينَ فَعَلَيْكَ بِهَذِهِ الْأُمُورِ تِسْعَةٌ

Jika Anda ingin salat seperti salatnya orang-orang yang khusyuk, hendaknya Anda melakukan sembilan (9) hal ini. 

Terikatnya hati pada masjid

Di antara cara untuk meraih khusyuk, menurut Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah adalah:

تَعَلُّقُ الْقَلْبِ بِالْمَسْجِدِ

Terikatnya hati pada masjid

Penjelasan Syaikh:

Di dalam hadis ada tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah di hari yang tidak ada naungan kecuali naungan Allah, di antaranya adalah:

رَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ

“Seseorang yang hatinya senantiasa terpaut dengan masjid,” (Sahih Bukhari: 1423).

Apa makna “mu’allaq” (terpaut)? 

أَيْ مُتَعَلِّقٌ بِمَكَانِ أَدَاءِ الصَّلَاةِ فَهُوَ مُحِبٌّ لِلصَّلَاةِ دَائِمًا مُتَعَلِّقٌ

Yaitu terpaut dengan tempat untuk melaksanakan salat. Dia cinta dengan salat. Selalu terpaut.

كَمْ بَاقِي عَلَى الظُّهْرِ؟ سَاعَةً وَنَصٌّ. كَمْ بَاقِي عَلَى الظُّهْرِ؟ سَاعَةً. كَمْ بَقَى عَلَى الظُّهْرِ؟ ثُلُثُ سَاعَةٍ. كَمْ بَاقِي؟ عَشْرَ دَقَائِقَ. قَلْبٌ مُتَعَلِّقٌ بِالْمَسْجِدِ

Waktu zuhur berapa jam lagi? Satu jam setengah. Waktu zuhur berapa jam lagi? Satu jam. Waktu zuhur berapa jam lagi? Setengah jam. Berapa menit lagi? 10 menit. Hatinya senantiasa terpaut dengan masjid.  

Membalas azan dari hati

Di antara cara untuk meraih khusyuk, menurut Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah adalah:

تَرْدِيدُ الْأَذَانِ مِنَ الْقَلْبِ

Membalas azan dari hati.

Penjelasan Syaikh:

إِذَا سَمِعَ الْإِنْسَانُ الْأَذَانَ وَضَعَ مَا فِي يَدِهِ وَسَكَتَ عَنِ الْكَلَامِ وَبَدَا يُرَدِّدُ الْأَذَانَ مِنْ قَلْبِهِ

Apabila seseorang mendengar azan, dia letakkan semua yang di tangannya. Dia diam dari berbicara. Dia mulai membalas azan (dengan lisan) yang beranjak dari hati. Disebutkan di dalam Sahih Muslim dari Umar bin Khattab Radhiyallahu Anhu bahwa orang yang membalas seruan azan:

مِنْ قَلْبِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Dari hatinya, dia akan masuk ke dalam surga,” (Sahih Muslim: 385. Sunan Abu Dawud: 527).

“Ya Allah jadikan kami termasuk penghuni surga.” Aamiin.

Berjalan menuju salat dengan tenang

Di antara cara untuk meraih khusyuk, menurut Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah adalah:

الْمَشْيُ إِلَيْهَا بِسَكِينَةٍ

Berjalan menuju salat dengan tenang

Penjelasan Syaikh:

Dalilnya adalah sabda Nabi SAW:

إِذَا أُقِيمَتِ الصَّلَاةُ، فلا تَأْتُوهَا تَسْعَوْنَ، وأْتُوهَا تَمْشُونَ، عَلَيْكُمُ السَّكِينَةُ

“Apabila ikamah sudah dikumandangkan, jangan mendatangi salat dengan terburu-buru, tetapi datangilah salat dengan berjalan kaki dan wajib bagi kalian untuk tenang,” (Sahih Bukhari: 908. Sahih Muslim: 602).

Syaikh berkata:

تَمْشِي سَكِينَةٌ لَا تَجْرِي جَرِيًا إِنَمَا تَتَذَكَّرُ أَنَّكَ ذَاهِبٌ إِلَى اللَّهِ

Jalan dengan tenang, jangan berjalan dengan tergesa-gesa. Sembari Anda mengingat bahwa Anda sedang berjalan menuju Allah.

Takbir dengan pengagungan

Di antara cara untuk meraih khusyuk, menurut Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah adalah:

ألتَّكْبِيرُ بِتَعْظِيمِ

Takbir dengan pengagungan.

Penjelasan Syaikh:

ألتَّكْبِيرُ بِتَعْظِيمٍ يَعْنِي عِنْدَ قَوْلِكَ اللَّهِ أَكْبَرْ لَابُدَّ انْ تَسْتَحْضِرُ عَظَّمَةَ اللَّهُ لِكَيْ تَخْشَعَ

Takbir dengan pengagungan adalah ketika Anda mengucapkan Allahu Akbar, Anda harus menghadirkan keagungan Allah supaya Anda bisa khusyuk.

Membaca dengan tadabur

Di antara cara untuk meraih khusyuk, menurut Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah adalah:

ألْقِرَاءَةُ بِتَدَبُّرْ

Membaca dengan tadabur

Penjelasan Syaikh:

قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ بِتَدَبُّرْ لَا سِيَّمَا أُمَّ الْكِتَابِ الْفَاتِحَةُ

“Membaca Quran dengan tadabur, khususnya Ummul Kitab, yaitu Al-Fatihah.”

Rukuk dengan khusyuk

Di antara cara untuk meraih khusyuk, menurut Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah adalah:

ألرُّكُوعُ بِخُشُوعٍ

Rukuk dengan khusyuk

Penjelasan Syaikh:

فَالرْكَعَ فَيَخْشَعُ قَلْبٌ وَإِنْ تَرَاكَعَ حَاوَلَ فِي قَلْبِكَ أنْ يَخْشَعْ لِكَيْ يَكُونَ ألْجَسَدُ رَاكِعًا وَالْقَلْبُ خَاشِعًا

Jika Anda rukuk, hati Anda akan khusyuk. Dan jika Anda rukuk, usahakan hati Anda juga khusyu, supaya jasad kita rukuk, hati kita juga khusyuk.

Sujud dengan rendah diri dan cinta

Di antara cara untuk meraih khusyuk, menurut Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah adalah:

ألشُّجُودُ بذُلٍّ وَحُبٍّ

Sujud dengan rendah diri dan cinta

Penjelasan Syaikh:

لَابُدَّ أنْ تَجْمَعَ بَيْنَهُمَا، الذُّلُّ وَالْحُبُّ. إِذَا سَجَدْتَ ذِلِّ نَفْسَكَ لِلَّهِ لِأَنَّكَ عَبْدٌ وَهُوَ سَيِّدٌ. وَأَنْتَ مَخْلُوقٌ وَهُوَ الَّذِي خَلَقَكَ. ذُلٌّ وَحُبٌّ. لَأَنَّكَ مُنْعَمٌ عَلَيْهِ وَاللَّهُ هُوَ الَّذِي أَنْعَمْ فَتُحِبُّهُ لِنِعَمِهِ وَتَذِلُّ بَيْنَ يَدَيْهِ لِعَظَمَتِهِ

Anda harus menggabungkan keduanya, rendah diri dan cinta. Apabila Anda sujud, rendahkan diri Anda di hadapan Allah, karena Anda itu hamba, sedang Allah itu Tuan. Anda makhluk (yang diciptakan), sedang Allah itu Pencipta yang menciptakan Anda. Rendah diri dan cinta. Karena Anda adalah yang diberi nikmat, sedang Allah yang memberi nikmat. Cintailah Allah atas segala nikmatNya, rendahkan diri Anda karena keagungannya.

Tasyahud dengan tawajjuh

Di antara cara untuk meraih khusyuk, menurut Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah adalah:

التَّشَهُّدُ بِتَوَجُّهِ

Tasyahud dengan tawajjuh. Tawajjud artinya menghadapkan diri kepada Allah.

Penjelasan Syaikh:

تَوَجُّهُ التَّحِيَّاتِ لِلَّهِ كَمَا مَرَّ مَعَنَا تَتَوَجَّهُ بِقَلْبِكَ وَشُعُورِكَ وَأَحْسَاسِكَ إلَى اللَّهِ

Arahkan penghormatan (Tahiyah) Anda kepada Allah, seolah-olah Allah di hadapan Anda. Arahkan hati dan perasaan Anda kepada Allah.

Salam dengan sopan

Di antara cara untuk meraih khusyuk, menurut Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah adalah:

التَّسْلِيمُ بِتَأَدُّبٍ

Salam dengan sopan

Penjelasan Syaikh:

وَأَنْتَ تُسَلِمُ عَنِ الْيَمِينِ وَالْيَسَارِ فَأَنْتَ الأَنِ تُنْهِي الْجَلْسَةَ مَعَ اللَّهِ. تُنْهِي اللِّقَاءَ بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ، فَتُنْهِيهِ بِأَدَبِ مُعَاهِدِ رَبَّكَ أَنَّكَ عَلَى الْعَهْدِ حَتَّى الصَّلَاةَ الثَّانِيةِ. فَلَا تَقْتَرِفْ مُخَالَفَةً تُغْضِبُ رَبَّكَ

Ketika Anda mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri, sekarang perjumpaan Anda dengan Allah berakhir. Anda mengakhiri perjumpaan Anda di hadapan Allah. Maka, akhirilah pertemuan itu dengan adab atau sikap sopan, yaitu Anda berjanji kepada Allah, bahwa Anda sedang dalam perjanjian dengan Allah hingga salat berikutnya. Jadi, jangan melakukan pelanggaran yang membuat Allah marah.

Ditranskrip dan diterjemahkan oleh Irfan Nugroho, guru TPA di masjid kampung, dari Syarah kitab Al-Bidayatu fi Ilmi Raqaiq

BACA JUGA:  Fiqih tentang Imam Shalat (Imamah)

Irfan Nugroho

Guru TPA di masjid kampung. Mengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Nguter Sukoharjo. Penerjemah profesional dokumen legal atau perusahaan untuk pasangan bahasa Inggris - Indonesia dan penerjemah amatir bahasa Arab - Indonesia. Alumni Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) tahun 2008 dan 2013.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button