Doa

Apakah Ada Khusus Doa Khatam Qur’an?

Pembaca yang dirahmati Allah, kali ini kita akan belajar tentang doa khatam Qur’an, apakah doa itu ada dalilnya? Lalu bolehkah diamalkan? Bagaimana lafaz doa tersebut? Teruskan membaca!

Pertanyaan: 

Di mana saya bisa menemukan doa khatam Qur’an?

Jawaban

Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam. Saya bersaksi bahwa tiada Ilah yang hak untuk diibadahi selain Allah dan bahwa Muhammad ﷺ adalah hamba dan utusanNya.

فلا نعلم دعاء مخصوصًا لختم القرآن ثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه كان يدعو به، أو أرشد غيره إليه، 

Kami tidak tahu ada doa khusus untuk khatam Qur’an yang jelas berasal dari Nabi ﷺ, yang menyatakan bahwa beliau berdoa dengan doa tersebut (ketika khatam Qur’an), atau yang menyatakan bahwa beliau mengarahkan orang lain untuk mengucapkan doa tertentu setelah khatam Qur’an.

لكن يستحب لمن قرأ القرآن أن يدعو بعد قراءته بما شاء من خيري الدنيا والآخرة، ويسأل الله من فضله؛ 

Hanya saja, hukumnya mustahab (disukai, disunahkan) untuk siapa saja yang membaca Qur’an untuk berdoa setelah membacanya. Doanya pun bisa doa apa saja, dari kebaikan dunia dan akhirat, sembari meminta karunia dari Allah.

لما رواه أحمد، والطبراني في الكبير عن عمران بن حصين أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: 

Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hambal juga Ath-Thabrank di dalam Al-Kabir dadi Imran bin Husain bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ قرأَ القرآنَ فلْيسألِ اللهَ بهِ ، فإنَّهُ سَيجِيءُ أقوامٌ يَقرؤُونَ القرآنَ ، يَسألُونَ بهِ الناسَ

“Siapa saja yang membaca Qur’an, hendaknya dia meminta (berdoa) kepada Allah dengannya (dengan wasilah amal saleh berupa membaca Qur’an), karena akan datang suatu kaum yang mereka membaca Qur’an, lalu meminta kepada manusia atas perbuatannya membaca Qur’an,” [Jami At-Tirmizi: 2917. Lafaz ini milik beliau. Musnad Ahmad: 19885]

ولما ثبت عن أنس بن مالك -رضي الله عنه- أنه كان إذا ختم القرآن جمع ولده، وأهل بيته، فدعا بهم

Berdoa (apa saja) setelah membaca Qur’an itu juga tegas ada teladannya dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu bahwa beliau dahulu apabila khatam Qur’an, beliau mengumpulkan anaknya, juga seluruh penghuni rumahnya, untuk berdoa bersama (setelah membaca Qur’an).

Wallahu’alam bish shawwab

Fatwa No: 11726

Tanggal: 18 Ramadan 1422 (12 Maret 2001)

Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Nguter Sukoharjo)

Kesimpulan

Dari fatwa di atas bisa diambil beberapa kesimpulan:

  1. Tidak ada hadis yang menyebutkan ada doa khusus yang dibaca setelah khatam Qur’an
  2. Boleh berdoa apa saja setelah khatam Qur’an
  3. Boleh berdoa apa saja setelah membaca Qur’an, meskipun belum khatam
  4. Membaca doa-doa yang terdapat di dalam halaman-halaman akhir mushaf Quran hukumnya boleh.

Lafaz Doa Khatam Qur’an

Berikut adalah naskah doa yang lazim didapati di akhir mushaf Al-Qur’an:

Doa 1

اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بالقُرْءَانِ وَاجْعَلهُ لِي إِمَاماً وَنُوراً وَهُدًى وَرَحْمَةً *

Allhummarhamni bilquran. Waj’alhu lii imaman wa nuran wa hudan wa rohmah. Allhumma dzakkirni minhu maa nasiitu wa ‘allimnii minhu maa jahiltu warzuqnii tilawatahu aana-allaili wa’atrofannahaar waj’alhu li hujatan ya rabbal ‘alamin.

Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Quran. Jadikanlah ia sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagiku. Ya Allah, ingatkanlah aku atas apa yang terlupakan darinya. Ajarilah aku atas apa yang belum tahu darinya. Berikanlah aku kemampuan membacanya sepanjang malam dan ujung siang. Jadikanlah ia sebagai pembelaku, wahai tuhan semesta alam.

Doa 2

اللَّهُمَّ ذَكِّرْنِي مِنْهُ مَانَسِيتُ وَعَلِّمْنِي مِنْهُ مَاجَهِلْتُ وَارْزُقْنِي تِلاَوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ وَاجْعَلْهُ لِي حُجَّةً يَارَبَّ العَالَمِينَ *

Allahumma dzakkirni minhu ma nasiitu wa ‘allimni minhu mas jahilyu warzuqni tilawatahu aanaa-al Laili wa athtafan nahaar waj’alhu Li hujjatan yaa Rabbal ‘alamin

Ya Allah, ingatkanlah aku atas apa yang terlupakan darinya. Ajarilah aku atas apa yang belum tahu darinya. Berikanlah aku kemampuan membacanya sepanjang malam dan ujung siang. Jadikanlah ia sebagai pembelaku, wahai tuhan semesta alam.”

Doa 3

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي، وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي، وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي، وَاجْعَلِ الحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ المَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ 

Allohumma ashlih li dini alladzi huwa ‘ishmatu amri, wa ashlih li dunyaya allati fiha ma‘asyi, wa ashlih li akhiroti allati fiha ma’adi, waj’alil hayata ziyadatal li fi kulli khoir, waj’alil mauta rohatal li min kulli syarr.

Ya Allah, perbaikilah urusan agamaku yang merupakan penjaga keselamatan urusanku, perbaikilah untukku urusan duniaku yang di dalamnya terdapat mata pencaharianku, dan perbaikilah untukku urusan akhiratku yang akan menjadi tempat kembaliku. Jadikanlah hidup ini sebagai tambahan bagiku dalam setiap kebaikan, dan jadikanlah kematian sebagai pemutus dari setiap keburukan

Doa 4

اللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ عُمْرِي آخِرَهُ وَخَيْرَ عَمَلِي خَوَاتِمَهُ وَخَيْرَ أَيَّامِي يَوْمَ أَلْقَاكَ فِيهِ *

Allahummaj’al Khoiro ‘Umrii Aakhirohu, Wa Khoiro ‘Amalii Khowaatimahu, Wa Khoiro Ayyaamii yauma Alqooka Fiihi

Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku adalah umur yang terakhirnya, sebaik-baik amalku adalah amal-amal penutupannya dan sebaik-baik hariku adalah hari saat aku menghadap-Mu

Doa 5

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِيشَةً هَنِيَّةً وَمِيتَةً سَوِيَّةً وَمَرَدًّا غَيْرَ مُخْزٍ وَلاَ فَاضِحٍ *

Allahumma inni as-aluka ‘iisyatan haniyyatan wa miitatan sawiyyatan wa maradan gaira mukhzin wa laa faadhihi

Ya Allah aku memohon kepada-Mu kehidupan yang lapang, kematian yang tempat dan tempat kembali yang tidak menyedihkan juga bukan tempat yang buruk

Doa 6

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ المَسْأَلةِ وَخَيْرَ الدُّعَاءِ وَخَيْرَ النَّجَاحِ وَخَيْرَ العِلْمِ وَخَيْرَ العَمَلِ وَخَيْرَ الثَّوَابِ وَخَيْرَ الحَيَاةِ وَخيْرَ المَمَاتِ وَثَبِّتْنِي وَثَقِّلْ مَوَازِينِي وَحَقِّقْ إِيمَانِي وَارْفَعْ دَرَجَتِي وَتَقَبَّلْ صَلاَتِي وَاغْفِرْ خَطِيئَاتِي وَأَسْأَلُكَ العُلَا مِنَ الجَنَّةِ *

Allahumma inni as-aluka khairal mas-alati wa khairad du’aa-i wa khairan najaahi wa khairal ‘ilmi wa khairal ‘amali wa khairats tsawaabi wa khairal hayaati wa khairal mamaati wa tsabitni wa tsaqqil mawaaziinii wa haqqiq iimaanii war-fa’ darajatii wa taqabbal shalaatii waghfir khathiiatii wa as-alukal ‘uulaa minal jannah

Ya Allah  aku mohon segala sesuatu yang terbaik, doa yang terbaik, kesuksesan yang terbaik, ilmu yang terbaik, pekerjaan yang terbaik, pahala yang terbaik, kehidupan yang terbaik, kematian yang terbaik. Teguhkanlah langkahku, beratkan timbanganku, nyatakan keimananku, angkatlah derajatku, terimalah sholatku ,ampunilah dosa-dosaku dan aku memohon kepada-Mu derajat yang tinggi di surga

Doa 7

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمِ مَغْفِرَتِكَ وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ وَالغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالفَوْزَ بِالجَنَّةِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ 

Allahumma inni as-aluka muujibaati rahmatika wa azaaimi maghfiratika was salaamata min kulli itsmi wal ghaniimata min kulli birri wal fauza bil jannati wan najaata minan naar

Yaa Allah sesungguhnya aku memohon rahmat-Mu ampunan-Mu keselamatan dari segala dosa limpahan dari segala kebaikan keberuntungan mendapatkan surga dan keselamatan dari api neraka

Doa 8

اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الأُمُورِ كُلِّهَا، وَأجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ *

Allahumma ahsin ‘aaqibatanaa fil umuuri kullihaa wa ajirnaa min khizyid dunyaa wa ‘adzaabil aakhirah

Ya Allah, jadikanlah baik akibat semua urusan kami, dan lindungilah kami dari kehinaan dunia dan siksa akhirat

Doa 9

اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُولُ بِهِ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَاتُبَلِّغُنَا بِهَا جَنَّتَكَ وَمِنَ اليَقِينِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا وَمَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَاأَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا وَلاَ تجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لَا يَرْحَمُنَا *

Allahumma aqsim lanaa min khasy-yatika maatahuulu bihi bainanaa wa baina ma’shiyatika wa min tha’atika maatuballighunaa bihaa jannataka wa minal yaqiini waatuhawwinu bihi wa ‘alainaa washaaibid dunyaa wa matti’naa bi-asmaa’inaa wa abshaarinaa wa quwwatinaa maa ahyaitanaa waj’alhul waaritsi minnaa waj’al ma’ranaa ‘ala man dhalamanaa wangshurnaa ‘ala man ‘aadaanaa wa laa taj’al mushiibatanaa fid diininaa wa laa taj’al dunyaa akbara hamminaa wa laa mablagha ‘ilminaa wa laa tusallith ‘alainaa man laa yarhamunaa

Ya Allah, anugerahkanlah untuk kami rasa takut kepada-Mu, yang dapat menghalangi antara kami dan perbuatan maksiat kepada-Mu, dan (anugerahkanlah kepada kami) ketaatan kepada-Mu yang akan menyampaikan Kami ke surga-Mu dan (anugerahkanlah pula) keyakinan yang akan menyebabkan ringannya bagi kami segala musibah dunia ini. Ya Allah, anugerahkanlah kenikmatan kepada kami melalui pendengaran kami, penglihatan kami dan dalam kekuatan kami selama kami masih hidup, dan jadikanlah ia warisan dari kami. Jadikanlah balasan kami atas orang-orang yang menganiaya kami, dan tolonglah kami terhadap orang yang memusuhi kami, dan janganlah Engkau jadikan musibah kami dalam urusan agama kami, dan janganlah Engkau jadikan dunia ini sebagai cita-cita terbesar kami dan puncak dari ilmu kami, dan jangan Engkau jadikan orang-orang yang tidak menyayangi kami berkuasa atas kami

Doa 10

اللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ وَلَا هَمَّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ وَلَا دَيْنًا إِلَّا قَضَيْتَهُ وَلَا حَاجَةً مِنْ حَوَائِجِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ إِلَّا قَضَيْتَهَا يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ 

Alloohumma laa tada’lanaa fii maqooma-tinaa haadzaa dzanban illaa ghofartahuu. Walaa ‘aiban illaa farrojtahuu. Walaa mariidhon illaa syafaitahuu. Walaa dainan yaa Allaahu yaa qoodhiyal haajaati, wayaa kaafiyal muhim-maati, wayaamuhillal musykilaati, illaa addaitahuu. Walaa ghooiban illaa rodad-tahuu. Walaa saa-ilan illaa ajabtahuu. Walaa thiflan yaa Alloohu yaa robbi awwaladan illaa robbaitahuu wa-ashlahtahuu. Walaa haajatan min hawaaijid dun-yaa wal aakhiroti illaa qodhoitahaa yaa robbal ‘aalamiin.

Ya Allah jangan Kau tinggalkan untuk kami dosa melainkan telah Engkau ampuni, dan tidak ada kegalauan kecuali Kau berikan jalan keluar, dan tidak ada hutang kecuali Engkau penuhi, dan tidak ada kebutuhan dari kebutuhan-kebutuhan dunia dan akhirat kecuali Engkau penuhi wahai Yang Maha Penyayang para penyayang.

Doa 11

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الأَخْيَارِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيراً

Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirat hasanah, waqina adzabannar.

Ya Rabb Kami berikanlah pada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta jagalah kami dari azab api neraka. Semoga sholawat dan salam Allah curahkan kepada Nabi kami Muhammad, keluarganya dan para sahabatnya yang terpilih.

BACA JUGA:  Apa yg Sunah Dibaca setelah Salat Witir?

Irfan Nugroho

Guru TPA di masjid kampung. Mengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Nguter Sukoharjo. Penerjemah profesional dokumen legal atau perusahaan untuk pasangan bahasa Inggris - Indonesia dan penerjemah amatir bahasa Arab - Indonesia. Alumni Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) tahun 2008 dan 2013.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button