Tazkiyah

Keutamaan Ilmu 4: Di Antara Pujian Allah untuk Ulama

Pembaca yang semoga dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala, apabila ada kesempatan untuk menghadiri majelis ilmu atau menuntut ilmu, maka lakukanlah, karena dengan menghadiri majelis ilmu atau menuntut ilmu agama, seseorang akan mendapat pujian dari Allah, sehingga tidak perlu mengejar pujian dari manusia.

Di antara pujian Allah Allah untuk ulama atau orang yang ahli dalam ilmu agama, menurut Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah di dalam kitabnya Miftahud Daaris Sa’adah, adalah:

أَنَّهُ سُبْحَانَهُ أَمَرَ بِسُؤَالِهِمْ وَالرُّجُوعِ إِلَى أَقْوَالِهِمْ وَجَعَلَ ذَلِكَ كَالشَّهَادَةِ مِنْهُمْ

Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan manusia untuk bertanya kepada mereka (para ulama), serta merujuk kepada pendapat mereka. Perintah ini adalah salah satu cara Allah memberi persaksian atas kemuliaan para ulama.

Allah ta’ala berfirman:

وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُّوحِىٓ إِلَيْهِمْ ۚ فَسْـَٔلُوٓا۟ أَهْلَ ٱلذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Latin: Wa mā arsalnā ming qablika illā rijālan nụḥī ilaihim fas`alū ahlaż-żikri ing kuntum lā ta’lamụn

Arti: Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui, (QS An Nahl: 43).

Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah berkata:

أَهْلُ الذِّكْرِ هُمْ أَهْلُ الْعِلْمِ بِمَا أَنْزَلَ عَلَى الْأَنْبِيَاءِ

Ahludz Dzikri di dalam ayat ini adalah mereka para ulama, yang mengetahui apa-apa yang diturunkan Allah kepada para Nabi.

Pelajaran

Faidah atau pelajaran yang bisa diambil dari bab ini di antaranya:

1. Hadirilah majelis ilmu, atau pelajarilah ilmu agama

2. Yang dengan begitu semoga Allah menjadikan kita orang yang ahli dalam ilmu agama, atau setidaknya memiliki ilmu agama

3. Allah memuji orang yang memiliki ilmu agama

4. Allah memerintahkan kita untuk bertanya kepada para ulama untuk perkara-perkara agama yang belum kita ketahui

5. Perintah untuk merujuk kepada pendapat para ulama, menjadikan pendapat para ulama sebagai referensi dalam berpikir, bertindak, berkata, dan dalam menentukan kebijakan.

BACA JUGA:  Keutamaan Anak Yatim, Janda, dan Penyantun Keduanya

Wallahu’alam bish shawwab

Karangasem, 1 Juni 2023
Irfan Nugroho (Yang semoga Allah jadikan anak cucunya ulama Rabbani. Aamiin)

Irfan Nugroho

Hanya guru TPA di masjid kampung. Semoga pahala dakwah ini untuk ibunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button