AdabHadis

Adabul Mufrad 13: Pulanglah dan Buat Orang Tua Tersenyum

Pembaca rahimakumullah, pulanglah dan buat orang tua tersenyum. Jenguk orang tua kita, dampingi mereka, temani mereka, makanlah bersama mereka. Sungguh, Nabi ﷺ pernah memerintahkan kita masalah ini.

MATAN HADIS

Pembaca rahimakumullah, Imam Al Bukhari meriwayatkan dari Abdullah bin Amr radhiyallahu anhu yang berkata:

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم يُبَايِعُهُ عَلَى الْهِجْرَةِ، وَتَرَكَ أَبَوَيْهِ يَبْكِيَانِ،

Seorang lelaki datang kepada nabi ﷺ ingin berbaiat untuk ikut hijrah tetapi dia meninggalkan kedua orang tuanya dalam kondisi menangis.

Maka Rasulullah ﷺ bersabda:

ارْجِعْ إِلَيْهِمَا، وَأَضْحِكْهُمَا كَمَا أَبْكَيْتَهُمَا‏.‏

Pulanglah dan buat orang tua tersenyum sebagaimana engkau membuat keduanya menangis, (Adabul Mufrad: 13).

PENJELASAN HADIS

Perkataan Abdullah bin Amr (الهجرة), maksudnya adalah:

الخروج من أرض إلى أخرى لعبادة الله تعالى وحده

Keluar dari satu negeri ke negeri lain untuk beribadah kepada Allah ta’ala semata.

Sabda Nabi (وَأَضْحِكْهُمَا), atau yg artinya, “Buat orang tua tersenyum,” maksudnya adalah:

بدوام صحبتك معهما

Dengan sering-sering membersamai keduanya.

Sabda Nabi (أَبْكَيْتَهُمَا‏), atau yang artinya, “Engkau membuat keduanya menangis,” maksudnya adalah:

بفراقك إياهما

Karena kamu berpisah dari keduanya.

PELAJARAN

Pembaca rahimakumullah, dari hadis ini bisa kita ambil pelajaran:

Membersamai orang tua, menemani orang tua, mengobrol atau makan bareng dengan orang tua, adalah satu dari sekian cara untuk membalas kebaikan orang tua, karena Imam Al-Bukhari memasukkan hadis ini ke dalam bab berjudul, “Membalas Kebaikan Orang Tua.”

إذا لم يكن الجهاد فرض عين فلا يجوز الخروج بدون الاستئذان من الأبوين

Jika tidak ada jihad yang hukumnya fardu ain (yaitu ketika musuh sudah di depan mata kita), maka tidak boleh keluar berjihad (yg fardu kifayah) tanpa izin dari kedua orang tua, (Rasyul Barad).

BACA JUGA:  Larangan Saling Memanggil dengan Gelaran Buruk

عدم مبايعة النبي ﷺ دليل على أن هذا الرجل كان متطوعاً

Dan tidak dibolehkannya orang tersebut untuk ikut baiat kepada Nabi ﷺ adalah bukti bahwa orang ini statusnya relawan, bukan prajurit yg terdaftar untuk ikut jihad yg sifatnya fardu kifayah, (Idem).

مراعاة النبي ﷺ للوالدين وتأكيد إرضاءهما

Di dalam hadis ini juga terdapat isyarat bahwa Nabi ﷺ memberi perhatian terhadap kedua orang tua, serta menekankan supaya anak senantiasa berusaha untuk membuat orang tua ridha (dengan berada di sampingnya, makan bersamanya, menemaninya, dan yang semisal), (Idem).

فضل بر الوالدين وتعظيم حقهما وكثرة الثواب على برهما

Hadis ini juga menunjukkan keutamaan birrul walidain dan pengagungan terhadap hak kedua orang tua, serta banyaknya pahala dari berbakti kepada orang tua, (Idem).

Membersamai orang tua akan membuat mereka tersenyum, sedang berpisah dari keduanya akan membuat mereka menangis.

PENUTUP

Maka dari itu, pembaca rahimakumullah, pulanglah, jenguk orang tua kalian, temani orang tua kalian, makanlah bersamanya, buat mereka senang dengan hadirnya kita di sisi mereka.

Jika memang tidak bisa hadir secara fisik, telepon mereka, atau apa pun yg bisa menggantikan kehadiran fisik kita di sisi mereka.

Semoga Allah menjadikan kita anak yang berbakti kepada orang tua kita, serta semoga kita dikaruniai anak yang berbakti kepada kita. AMIN

Wallahua’lam

Karangasem, 5 Januari 2024
Irfan Nugroho (Semoga Allah mengampuni, merahmati, dan menempatkan ibunya di surga. Amin)

Irfan Nugroho

Hanya guru TPA di masjid kampung. Semoga pahala dakwah ini untuk ibunya.

Tema Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button