Khutbah

Khutbah Idul Adha: Seruan Udhiyah dan Salat Lima Waktu

Pembaca rahimakumullah, berikut adalah khutbah idul adha tentang seruan udhiyah dan salat lima waktu. Semoga bermanfaat.

KHUTBAH IDUL ADHA 1

الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله الله أكبر الله أكبر ولله الحمد
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Berkurbanlah Jika Mampu

Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah… Kepada siapa saja yang selama setahun hijriah ini saldo tabungannya tidak pernah kurang dari Rp13 juta atau Rp95 juta, dan sebelum salat idul adha belum membeli binatang kurban, kami menghimbau agar segera membeli binatang kurban setelah salat ied, lalu laksanakan ibadah udhiyah antara tanggal 10 sampai 13 Zulhijah tahun ini.

Mengapa? Karena Nabi ﷺ pernah bersabda:

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا

“Siapa saja yang mampu untuk berkurban tetapi tidak berkurban, jangan sekali-kali orang itu mendekati tempat salat kami,” (Sunan Ibnu Majah: 3123).

Apa yang dimaksud “mampu untuk berkurban”? Tertulis di dalam Ensiklopedia Fikih Kuwait:

هُوَ أَنْ يَكُونَ فِي مِلْكِ الإِْنْسَانِ مِائَتَا دِرْهَمٍ أَوْ عِشْرُونَ دِينَارًا أَوْ شَيْءٌ تَبْلُغُ قِيمَتُهُ ذَلِكَ، سِوَى مَسْكَنِهِ وَحَوَائِجِهِ الأَْصْلِيَّةِ وَدُيُونِهِ

Mampu untuk berkurban adalah seseorang memiliki 200 dirham (setara Rp13 juta per 12 Mei 2024) atau 20 dinar (setara Rp95 juta per 12 Mei 2024), atau aset apa pun (selain rumah) yang setara dengannya, di luar kebutuhan pokok dan utangnya.

BACA JUGA:  Hukum Kurban dengan Utang

Maka sekali lagi kami ingatkan, kepada siapa saja yang selama setahun hijriah ini saldo tabungannya tidak pernah kurang dari Rp13 juta atau Rp95 juta, dan sebelum salat idul adha belum membeli binatang kurban, kami menghimbau agar segera membeli binatang kurban setelah salat ied, lalu sembelihlah binatang udhiyah itu antara tanggal 10 Zulhijah sampai 13 Zulhijah tahun ini.

Udhiyah, Bukti Ketakwaan

Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah… Udhiyah atau kurban adalah bukti ketakwaan seorang muslim. Allah ta’ala berfirman:

ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى الْقُلُوبِ

Inilah perintah Allah. Siapa saja yang mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah (di antaranya ibadah haji dan menyembeli hewan kurban), maka sesungguhnya itu timbul dari hati pelakunya yang bertakwa, (QS Al-Hajj: 32).

Oleh karena itu, ma’asyiral muslimin rahimakumullah, siapa saja yang mampu untuk berkurban, jalankanlah ibadah udhiyah tahun ini karena udhiyah adalah bukti kalau kita itu orang yang bertakwa kepada Allah.

Udhiyah, Wujud Syukur kepada Allah

Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah… Udhiyah adalah wujud syukur kita kepada Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman:

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ

Wahai Muhammad dan umat Muhammad, sungguh Allah telah memberi kalian nikmat yang sangat banyak, (QS Al-Kautsar: 1).

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Oleh karena itu, dirikanlah salat dan sembelihlah hewan kurban (sebagai wujud syukur kalian kepada Allah ta’ala yang telah memberi nikmat yang begitu banyak), (QS Al-Kautsar: 2).

Oleh karena itu, ma’asyiral muslimin rahimakumullah, siapa saja yang mampu untuk berkurban, jalankanlah ibadah udhiyah di tahun ini karena udhiyah adalah wujud syukur kita kepada Allah ta’ala yang telah memberi kita kebaikan yang sangat banyak.

Udhiyah, Jalan Menuju Surga

Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah… Udhiyah adalah satu dari sekian sebab bagi seseorang untuk minum dari telaga Al-Kautsar di dalam surga. Udhiyah adalah jalan menuju surga. Ketika turun firman Allah ta’ala, “إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ,” Nabi ﷺ bertanya kepada para sahabat:

أَتَدْرُونَ مَا الْكَوْثَرُ

Tahukah kalian apa itu “Al-Kautsar”? Lalu para sahabat berkata:

اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ

Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui.

فَإِنَّهُ نَهْرٌ وَعَدَنِيهِ رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ

Al-Kautsar adalah sungai yang dijanjikan Rabku Azza Wa Jalla.

عَلَيْهِ خَيْرٌ كَثِيرٌ

Sungai itu memiliki kebaikan yang sangat banyak.

هُوَ حَوْضٌ تَرِدُ عَلَيْهِ أُمَّتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Al-Kautsar adalah telaga yang akan didatangi oleh umatku pada hari kiamat.

آنِيَتُهُ عَدَدُ النُّجُومِ

Jumlah gelas yang ada di telaga itu sebanyak jumlah bintang di langit, (Sahih Muslim: 400).

BACA JUGA:  Khutbah Idul Adha: Urgensi Ibadah Qurban & 4 Wasiat untuk Kaum Muslimin

Kemudian di dalam riwayat lain disebutkan:

مَنْ شَرِبَ مِنْهَا لَمْ يَظْمَأْ آخِرَ

Siapa saja yang minum air dari telaga Al-Kautsar, dia tidak akan haus selama-lamanya, (Sahih Muslim: 2300).

Lalu bagaimana supaya kita bisa minum dari telaga Al-Kautsar? Allah ta’ala berfirman:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ

Maka salatlah untuk Rabmu dan berkurbanlah, (QS Al-Kautsar: 2).

Kata Imam Al-Qurtubi rahimahullah:

فَأَخْلِصْ لِرَبِّكَ صَلَاتَكَ الْمَكْتُوبَةَ وَالنَّافِلَةَ ونَحْرَك، فَاعْبُدْهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ

Maka sucikan niat kalian karena Allah dalam salat wajib dan salat sunahmu, juga di dalam ibadah kurban, serta di dalam ibadah lain. Tujukan karena Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya.

Oleh karena itu, ma’asyiral muslimin rahimakumullah, jagalah salat lima waktu, dan tunaikan ibadah udhiyah jika Anda memiliki kemampuan untuk berkurban. Semoga Allah izinkan kita untuk meminum sejuknya air dari telaga Al-Kautsar di dalam surga. Amin

بارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ الكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِي اللهُ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ، وَأَقُوْلُ هَذَا القَوْلَ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ يَغْفِرْ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ.

KHUTBAH IDUL ADHA 2

 اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ. أَحْمَدُ رَبِّي وَأَشْكُرُهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ اَللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِالْيَهُودِ وَمَنْ وَالاهُمْ اَللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِالْيَهُودِ وَمَنْ وَالاهُمْ اَللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِالْيَهُودِ وَمَنْ وَالاهُمْ اللَّهُمَّ أَحْصِهِمْ عَدَداً، وَاقْتُلْهُمْ بَدَداً، وَلاَ تُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَداً اَللَّهُمَّ انْصُرِإِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ والْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ فِلِسْطِيْنَ اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Demikian khutbah idul adha singkat tentang seruan udhiyah dan salat lima waktu. Semoga bermanfaat.

Irfan Nugroho

Hanya guru TPA di masjid kampung. Semoga pahala dakwah ini untuk ibunya.

Tema Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button