AdabAqidah

Kewajiban dan Adab Amar Makruf Nahi Mungkar

Pembaca rahimakumullah, berikut kami ringkaskan materi dari kitab Minhajul Muslim, bab Akidah, pasal 16 tentang Kewajiban Amar Makruf Nahi Mungkar dan Adab Amar Makruf Nahi Mungkar. Teruskan membaca!

Kewajiban Amar Makruf Nahi Mungkar

Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi berkata:

الفصلُ السَّادسَ عشرَ: الإيمانُ بوجوبِ الأمرِ بالمعروفِ والنّهيِ عنِ المنكرِ وآدابهِ

Pasal 16: Meyakini Wajibnya Amar Makruf Nahi Mungkar dan Adabnya

وأنَّهُ منْ أعظمِ الواجباتِ الدِّينيةِ بعدَ الإيمانِ باللّهِ تعالَى، إذْ ذكرهُ اللّهُ تعالَى فيِ كتابهِ العزيزِ مقرونا بالإيمانِ بهِ

Amar makruf nahi mungkar termasuk kewajiban agama yang paling agung setelah iman kepada Allah ta’ala, karena di dalam Quran, Allah menyebutkan perintah ini bersama dengan perintah iman kepadaNya:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

Indonesia: Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah, (QS Ali Imran: 110).

Jawa: Sira iku becik-beciking umat, katimbulaké amrih karahar- janing para manusa; sira padha akon marang bener sarta nyegah saka luput apa déné sira padha angèstu ing Allah, (QS Ali Imran: 110).

BACA JUGA:  Khutbah Jumat: Nguri-uri Amar Makruf Nahi Mungkar

Syarat Wajib Amar Makruf Nahi Mungkar

Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi berkata:

يؤمنُ المسلمُ بواجبِ الأمرِ بالمعروفِ والنَّهْي عنِ المنكرِ علَى كل

Seorang muslim meyakini kewajiban amar makruf nahi mungkar atas setiap:

مسلمٍ

1 – Muslim

مكلَّف

2 – Mukallaf

قادرٍ علمَ بالمعروفِ ورآهُ متروكًا

3 – Mampu mengetahui bahwa sesuatu itu memang kebaikan, dan dia melihat kebaikan itu telah ditinggalkan

قادرٍ علمَ بالمنكرِ ورآهُ مرتكبًا

4 – Mampu mengetahui bahwa sesuatu itu memang kemungkaran, dan dia melihat kemungkaran itu justru dilakukan

وقدرَ علَى الأمرِ أوِ التَّغييرِ بيدهِ أوْ لسانهِ

5 – Mampu menyuruh (pada kebaikan) dan mengubah (kemungkaran) dengan tangan atau lisannya.

Adab Amar Makruf Nahi Mungkar

Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi berkata:

آدابُ الأمرِ بالمعروفِ والنهيِ عنِ المنكرِ:

Adab-adab amar makruf nahi mungkar:

1 – Mengetahui Kebaikan secara Hakiki

Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi berkata:

أنْ يكونَ عالمًا بحقيقةِ مَا يأمر بهِ منْ أنَّهُ معروفٌ في الشَّرعِ، وأنَّهُ قدْ تركَ بالفعلِ

(Di antara adab amar makruf nahi mungkar adalah) dia mengetahui secara hakiki tentang apa yang akan dia perintahkan, bahwa yang dia perintahkan itu termasuk kebaikan dalam tinjauan syariat, dan kebaikan itu telah ditinggalkan (tidak dilaksanakan)

2 – Mengetahui Keburukan secara Hakiki

Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi berkata:

أنْ يكونَ عالماً بحقيقةِ المنكرِ الَّذِي ينهَى عنهُ ويريدُ تغييرهُ، وَأنْ يكونَ قدِ ارتكبَ حقيقةً، وأنَّهُ ممّا ينكرُ الشَّرعُ منَ المعاصِي والمحرَّماتِ

Mengetahui secara hakiki tentang suatu kemungkaran yang akan dia larang atau akan dia ubah, dan bahwa kemungkaran itu telah benar-benar dilakukan, dan bahwa hal itu termasuk kemungkaran menurut syariat, seperti maksiat dan sesuatu yang haram.

3 – Tidak melakukan sesuatu yang dia larang

4 – Tidak meninggalkan sesuatu yang dia perintahkan

Tentang poin 3 dan 4, Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi berkata:

أنْ يكونَ ورعًا لَا يأتي الَّذِي ينهَى عنهُ، ولَا يتركُ الَّذِي يأمرُ بهِ

Hendaknya orang yang melakukan amar makruf nahi mungkar itu memiliki sifat wara, yaitu tidak mendatangi sesuatu yang hendak dia larang, juga tidak meninggalkan sesuatu yang hendak dia perintahkan.

أنْ يكونَ حَسنَ الخلقِ

5 – Memiliki akhlak yang baik

حليمًا

6 – Dapat menahan amarah

يأمر بالرفقِ

7 – Menyuruh orang dengan lemah lembut

وينهَى بالليِن

8 – Melarang dengan sopan

لَا يجدُ في نفسهِ إذَا نالهُ سوءٌ ممَّنْ نهاهُ

9 – Tidak kendur jika ditanggapi secara buruk oleh orang yang dia larang

لَا يغضبُ إذَا لحقهُ أذىً ممنْ أمرهُ

10 – Tidak marah jika diganggu oleh orang yang dia suruh

أَنَّ لَا يَتَعَرَّفُ إِلَى الْمُنْكَرِ بِوَاسِطَةِ التَّجَسُّسِ

11 – Tidak mengetahui kemungkaran dengan cara memata-matai.

قَبْلُ أَنْ يَأْمُرَ مَنْ أَرَادَ أَمْرَهُ ، أَنْ يَعْرِفَهُ بِالْمَعْرُوفِ

12 – Sebelum menyuruh orang lain, hendaknya memberi tahu perbuatan makruf itu terlebih dahulu.

يُعَرِّفُ مَنْ أَرَادَ نَهْيَهُ عَنِ الْمُنْكَرِ بِأَنَّ مَا فَعَلَهُ مِنْ الْمُنْكَرِ

13 – Memberi tahu orang yang hendak dilarang bahwa perbuatan tersebut adalah kemungkaran.

أَنْ يَأْمُرَ وَيَنْهَى بِذِكْرِ مَا وَرَدَ فِي الشَّرْعِ مِنْ أَدِلَّةِ التَّرْغِيبِ وَالتَّرْهِيبِ

14 – Menyuruh dan melarang dengan menyebutkan dalil motivasi dan dalil ancaman yang terdapat di dalam syariat.

فَإِنَّ لَمْ يَحْصُلْ اِمْتِثَالٌ اِسْتَعْمَلَ عِبَارَاتِ التَّأْنِيبِ وَالتَّعْنِيفِ والإغلاظِ فيِ القولِ

15 – Jika poin 14 tidak berhasil, gunakan ungkapan yang tegas dan suara yang keras.

بِأَنَّ لَمْ يَنْفَعْ ذَلِكَ غَيَّرَ الْمُنْكَرَ بِيَدِهِ

16 – Jika poin 14 dan 15 tidak berhasil, ubah kemungkaran tersebut menggunakan tangan.

فَإِنَّ عَجْزَ اِسْتَظْهَرَ عَلَيْهِ بِالْحُكُومَةِ أَوْ بِالْإِخْوَانِ

17 – Jika poin 14-16 tidak berhasil, mintalah bantuan kepada pemerintah atau saudara.

فَإِن عَجْزَ عَنْ تَغْيِيرِ الْمُنْكَرِ بِيَدِهِ وَلِسَانِهِ فَتَغْيِيرُ الْمُنْكَرِ بِقَلْبِهِ

18 – Jika tidak mampu mengubah kemungkaran dengan tangan dan lisan, maka dengan hati.

Karangasem, 16 Agustus 2023

Diringkas oleh Irfan Nugroho (Bukan siapa-siapa, hanya peternak kambing).

Irfan Nugroho

Hanya guru TPA di masjid kampung. Semoga pahala dakwah ini untuk ibunya.

Tema Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button