Pembaca yang semoga dirahmati Allah ﷻ, ada beberapa hadis yang menunjukkan bahwa Nabi ﷺ memakai cincin. Jadi kita sebagai pengikutnya harus tahu, di mana beliau memakai cincin, apakah di jari telunjuk atau jari lainnya? Juga harus tahu, cincin Nabi ﷺ itu terbuat dari emas atau perak? Yuk teruskan membaca! Bismillah

Hadis 1

Imam Bukhari meriwayatkan di dalam Sahihnya dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma yang berkata:

اتَّخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَاتَمًا مِنْ وَرِقٍ وَكَانَ فِي يَدِهِ ثُمَّ كَانَ بَعْدُ فِي يَدِ أَبِي بَكْرٍ ثُمَّ كَانَ بَعْدُ فِي يَدِ عُمَرَ ثُمَّ كَانَ بَعْدُ فِي يَدِ عُثْمَانَ حَتَّى وَقَعَ بَعْدُ فِي بِئْرِ أَرِيسَ نَقْشُهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ

“Rasulullah ﷺ pernah membuat cincin[1] dari perak.[2] Cincin tersebut pernah di tangan beliau,[3] kemudian di tangan Abu Bakar,[4] kemudian di tangan Umar, kemudian di tangan Ustman, sampai cincin itu terjatuh di Sumur Aris.[5] Cincin itu terdapat tulisan Muhammad Rasul Allah,”[6] (Sahih Bukhari: 5873).

Kosa Kata Hadis 1

[1] Ittakhadza Rasulullah ﷺ khaataman artinya Rasulullah ﷺ pernah membuat cincin. Maksudnya, beliau menyuruh seorang tukang emas-perak, maka tukang itu tadi yang membuatkan cincin untuk beliau ﷺ, lalu beliau ﷺ memakainya.

[2] Wariqin dengan kasrah pada huruf Ra artinya perak.

[3] Wa kaana fii yadihi artinya pernah di tangan beliau ﷺ. Maksudnya pernah dipakai oleh beliau di tangan beliau ﷺ.

[4] Tsumma kaana ba’du fii yadi Abi Bakriin artinya kemudian di tangan Abu Bakar. Maksudnya, dipakai oleh Abu Bakar Radhiyallahu Anhu setelah Nabi ﷺ mangkat. Abu Bakar nama aslinya Abdullah bin Ustman Abi Quhafah At-Taimi Abu Bakar Ash-Shiddiq

[5] Hatta waqa’a ba’du fii bi’ri ariis artinya sampai terjatuh di Sumur Aris. Sumur Aris ini letaknya di suatu kebun di dekat Masjid Quba.

[6] Muhammad Rasul Allah. Pada mata cincin itu tertulis Muhammad satu baris, Rasul satu baris, Allah satu baris, dengan posisi bawah ke atas.

Hadis 2

Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma yang berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اتَّخَذَ خَاتَمًا مِنْ ذَهَبٍ أَوْ فِضَّةٍ وَجَعَلَ فَصَّهُ مِمَّا يَلِي كَفَّهُ وَنَقَشَ فِيهِ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ فَاتَّخَذَ النَّاسُ مِثْلَهُ فَلَمَّا رَآهُمْ قَدْ اتَّخَذُوهَا رَمَى بِهِ وَقَالَ لَا أَلْبَسُهُ أَبَدًا

“Rasulullah ﷺ pernah membuat cincin dari emas atau perak. Beliau menjadikan mata cincinnya menghadap telapak tangan beliau ﷺ.[1] Beliau menjadikan mata cincinnya terdapat ukiran Muhammad Rasul Allah. Maka para manusia pun membuat yang semisal dengan cincin Nabi ﷺ.[2] Ketika Nabi ﷺ melihat perbuatan manusia tersebut, beliau melempar cincinya sembari berkata, “Saya tidak akan memakainya lagi selamanya.”[3]

ثُمَّ اتَّخَذَ خَاتَمًا مِنْ فِضَّةٍ فَاتَّخَذَ النَّاسُ خَوَاتِيمَ الْفِضَّةِ قَالَ ابْنُ عُمَرَ فَلَبِسَ الْخَاتَمَ بَعْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبُو بَكْرٍ ثُمَّ عُمَرُ ثُمَّ عُثْمَانُ حَتَّى وَقَعَ مِنْ عُثْمَانَ فِي بِئْرِ أَرِيسَ

“Kemudian beliau membuat cincin dari perak. Maka manusia pun membuat cincin dari perak.” Kemudian Ibnu Umar berkata, “Cincin itu dipakai oleh Abu Bakar setelah Nabi ﷺ, kemudian Umar, kemudian Ustman, sampai terjatuh dari Ustman di Sumur Aris,” (Sahih Bukhari: 5866).

Kosa Kata Hadis 2

[1] Wa ja’ala fasshahu mimmaa yalii kaffahu artinya dan beliau menjadikan mata cincinnya berada di telapak tangannya. Ini dilakukan untuk menjauhi munculnya pujian atau rasa sombong.

[2] Fattakhadza an-naasu mistlahu artinya para manusia pun membuat yang semisal dengan cincin beliau ﷺ.

[3] Laa albasuhu abadan artinya saya tidak akan memakainya lagi selamanya. Maksudnya beliau tidak suka disamai. Atau bisa saja karena beliau melihat para manusia itu merasa bangga memakai cincin seperti itu. Atau bisa juga karena cincin yang dipakai para manusia saat itu terbuat dari emas yang waktu itu bertepatan dengan diharamkannya memakai cincin bagi pria.

Pelajaran dari Hadis

Menjelaskan hadis ini, Syaikh Dr. Khalid Al-Jauhani menyuguhkan beberapa pelajaran:

1. Disyariatkannya memakai cincin

2. Disyariatkannya membuat cincin dari perak

3. Disyariatkannya mata cincin yang terdapat tulisan asma Allah

4. Besarnya cinta para sahabat terhadap Nabi ﷺ

5. Disyariatkannya menjadikan mata cincin di punggung tangan karena tidak ada larangan dari Nabi ﷺ tentang hal itu.

Sukoharjo, 23 November 2021

Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo)