AdabHadis

Ikhlas dalam Puasa Seperti Apa?

Pembaca rahimakumullah, di antara adab puasa seorang muslim adalah ikhlas. Lalu cara puasa yang ikhlas itu seperti apa? Pertanyaan ini akan kita jawab dalam pelajaran kali ini. Teruskan membaca!

Pembaca rahimakumullah, Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahullah ketika menjelaskan tentang adab-adab berpuasa, beliau menulis bahwa di antara adab puasa adalah:

الإخلاص في الصيام

Ikhlas dalam Puasa.

Inilah yang akan kita bahas, yaitu pertanyaan cara puasa yang ikhlas itu seperti apa? Seolah-olah dari kitab tersebut Syaikh Wahid Abdussalam Bali ingin menjawabnya.

Hadits Ikhlas dalam Puasa

Menjelaskan konsep ikhlas dalam puasa, Syaikh Wahid Abdussalam Bali mengutip sebuah riwayat di dalam Sahih Bukhari dan Sahih Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Siapa saja yang berpuasa Ramadan dengan iman dan ihtisaban, akan diampuni dosanya yang sudah berlalu, (Sahih Bukhari: 38. Sahih Muslim: 760).

Inilah dalil tentang ikhlas dalam puasa. Jadi agar kita bisa menjalankan puasa dengan ikhlas, kuncinya ada dua, iman dan ihtisab. Apa makna iman? Dan apa makna ihtisab?

Penjelasan Ikhlas dalam Puasa

Tentang sabda Nabi ﷺ (مَنْ صَامَ رَمَضَانَ), yang artinya, “Siapa saja yang berpuasa Ramadan,” maksudnya adalah sepanjang Ramadan, bisa 29 hari atau 30 hari. Jadi mohon, hentikan kebiasaan puasa Ramadan hanya di tiga hari pertama, nggih.

Tentang sabda Nabi ﷺ (إِيمَانًا), yang artinya “(dengan) iman,” Syaikh Wahid Abdussalam Bali mengutip penjelasan imam Ibnu Hajar Al-Asqalani, bahwa yang dimaksud dengan iman dalam berpuasa adalah:

الِاعْتِقَادُ بِحَقِّ فَرْضِيَّةِ صَوْمِهِ

Menyakini dengan sebenar-benarnya bahwa puasa (di bulan Ramadan) adalah fardhu (wajib).

Tentang sabda Nabi ﷺ (وَاحْتِسَابًا), maksudnya adalah:

طَلَبُ الثَّوَابِ مِنْ اللَّهِ تَعَالَى

Mencari pahala dari Allah ta’ala.

BACA JUGA:  Larangan Menghadapkan Wajah ke Pintu saat Meminta Izin

Imam Al-Khattabi berkata, tentang masalah ihtisaban ini:

هُوَ أَنْ يَصُومَهُ عَلَى مَعْنَى الرَّغْبَةِ فِي ثَوَابِهِ طَيِّبَةَ نَفْسِهِ بِذَلِكَ غَيْرُ مُسْتَثْقِلٍ لِصِيَامِهِ وَلَا مُسْتَطِيلٍ لِأَيَّامِهِ

Seseorang berpuasa (di bulan Ramadan) dengan mengharap-harap pahalanya, menjalankannya dengan jiwa yang legowo, yaitu tidak merasa terbebani dengan puasa tersebut, juga tidak merasa berat dengan lamanya siang hari.

Imam An-Nawawi, tentang makna ihtisaban, berkata:

يُرِيدُ اللَّهُ تَعَالَى وَحْدَهُ لَا يَقْصِدُ رُؤْيَةَ النَّاسِ وَلَا غَيْرَ ذَلِكَ مِمَّا يُخَالِفُ الْإِخْلَاصَ

(Seseorang berpuasa di bulan Ramadan) dengan hanya menginginkan (ridha) Allah, tidak bermaksud ingin dilihat manusia, atau tidak disertai dengan tujuan-tujuan lain yang bertentangan dengan makna ikhlas.

Jadi, inilah cara puasa yang ikhlas:

  1. Meyakini bahwa puasa Ramadan itu wajib
  2. Mengharap ridha Allah
  3. Mengharap pahala dari Allah
  4. Tidak merasa terbebani dengan kewajiban puasa
  5. Tidak merasa terbebani dengan lamanya siang hari.

Pelajaran

Pelajaran yang bisa diambil dari hadis ini, menurut Syaikh Khalid Mahmud Al-Juhani di dalam Al-Laali Al-Bahiyyatu:

فَضِيلَةُ صَوْمِ رَمَضَانَ بِالشَّرْطَيْنِ الْمَذْكُورَيْنِ

Keutamaan (fadilah) puasa Ramadan dengan dua syarat yang telah disebutkan, yaitu iman dan ihtisaban.

الْإِخْلَاصُ أَحَدُ شُرْطَيْ قَبُولِ الْعَمَلِ

Ikhlas adalah satu dari dua syarat diterimanya amal.

فَضِيلَةُ هَذِهِ الْأُمَّةِ إِذْ إِنَّهَا تَعْمَلُ قَلِيلًا وَتَرْبَحُ كَثِيرًا

Hadis ini menunjukkan tentang keutamaan umat ini, yakni dengan amal yang sedikit tetapi ganjaran yang didapat begitu banyak. Wallahu’alam bish shawwab

Sukoharjo, 21 Februari 2023

Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo)
================
Kami mengajak Anda untuk bersedekah jariyah dalam beberapa program kebaikan yang dikelola oleh admin Mukminun.com:

  1. 🔴Perawatan Situs Mukminun.com senilai Rp500.000 per tahun. Tambahkan angka 1 di akhir nominal transfer, misal: Rp500.001 agar kami tahu ini untuk perawatan situs.
  2. 🔴Menyekolahkan 2 anak duafa warga lokal di pesantren selama 3 tahun dengan total anggaran: Rp28.000.000 (SPP per bulan Rp300.000 dan Rp350.000). Tambahkan angka 2 di akhir nominal transfer, misal: Rp300.002 agar kami tahu ini untuk SPP santri duafa.
  3. 🔴Konsumsi kajian rutin setiap Ahad bakda Magrib di Masjid At-Taqwa kampung admin sebesar Rp250.000. Tambahkan angka 3 di akhir nominal transfer, misal: Rp200.003 agar kami tahu ini untuk snack/minum kajian di kampung.
BACA JUGA:  Adab Majelis di dalam Minhajul Muslim

Salurkan infak Anda ke Bank Muamalat: 5210061824 a.n. Irfan Nugroho.

Informasi & Konfirmasi Transfer, hubungi: 081216744418

Semoga menjadi amal jariyah, pemberat timbangan kebaikan di akhirat, juga sebab tambahnya keberkahan pada diri, harta, dan keluarga pembaca semuanya. Aamiin
================

Irfan Nugroho

Hanya guru TPA di masjid kampung. Semoga pahala dakwah ini untuk ibunya.

Tema Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button