Syekh Rasyid Abdul Karim rahimahullah mengatakan bahwa di antara hukum-hukum salat sunnah fajar adalah disukainya untuk melakukan salat sunnah fajar secara ringan.

Dari ibunda Aisyah radhiyallahu anha beliau berkata:

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يُخَفِّفُ الرَّكْعَتَيْنِ اللَّتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الصُّبْحِ حَتَّى إِنِّي لَأَقُولُ: هَلْ قَرَأَ بِأُمِّ الْكِتَابِ؟

“Dahulu Nabi ﷺ ketika masih hidup beliau meringankan dua rakaat yang dilakukan sebelum salat subuh sampai-sampai aku bertanya kepada beliau apakah engkau hanya membaca Ummul kitab (al-fatihah),” [Sahih Bukhari: 1171].

Dari ibunda Aisyah Radhiyallahu Anha beliau berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يُصَلِّي رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ إِذَا سَمِعَ الْأَذَانَ وَيُخَفِّفُهُمَا

Dahulu Nabi ﷺ ketika masih hidup beliau melakukan salat dua rakaat Fajar apabila mendengar adzan dengan meringankan keduanya,” [Sahih Muslim: 724].

Kemudian Syaikh Rasyid Abdul Karim menjelaskan tentang apa yang disunnahkan untuk dibaca di dalam salat sunnah fajar.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu Anhu yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ di dalam salat sunnah fajar beliau membaca:

قُلْ يا أيُّها الكافِرُونَ

“Katakan, ‘Wahai orang-orang kafir,’” [QS Al-Kafirun: 1].

قُلْ هُوَ اللَّهُ أحَد

“Katakan, ‘Allah itu satu,’” [QS Al-Ikhlas: 1], [Sahih Muslim: 726].

Dari ibunda Aisyah radhiyallahu anha bahwa Rasulullah ﷺ membaca di dua rakaat salat sunnah fajar:

قُلْ يا أيُّها الكافِرُونَ

“Katakan, ‘Wahai orang-orang kafir,’” [QS Al-Kafirun: 1].

قُلْ هُوَ اللَّهُ أحَد

“Katakan, ‘Allah itu satu,’” [QS Al-Ikhlas: 1], [Musnad Ahmad: 25497].

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma bahwa Rasulullah ﷺ membaca di rekaat pertama salat sunnah fajar:

قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنزِلَ إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِن رَّبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya,” [QS Al-Baqarah: 136].

Lalu di rekaat selanjutnya, beliau ﷺ membaca:

فَلَمَّا أَحَسَّ عِيسَىٰ مِنْهُمُ الْكُفْرَ قَالَ مَنْ أَنصَارِي إِلَى اللَّهِ ۖ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنصَارُ اللَّهِ آمَنَّا بِاللَّهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

 

“Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri,” [QS Ali Imran: 52], [Sahih Muslim: 727].

PENJELASAN

Syekh Rasyid Abdul Karim rahimahullah berkata:

كَانَ مِنْ سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ تَخْفِيفُ سُنَّةِ الْفَجْرِ، وَكَانَ يَقْرَأُ فِيهَا سُورَةً قَصِيرَةً مَخْصُوصَةً أَوْ آيَاتٍ قَصِيرَةً

Diantara sunnah Rasulullah ﷺ adalah beliau meringankan salat sunnah fajar dan beliau di dalamnya membaca surat-surat tertentu yang pendek atau ayat-ayat yang pendek.

PELAJARAN

Di antara pelajaran yang bisa diambil dari hadis-hadis di atas menurut Zyekh Rasyid Abdul Karim adalah:

اسْتِحْبَابُ تَخْفِيفِ سُنَّةِ الْفَجْرِ

Hukumnya Sunnah atau mustahab atau disukai untuk meringankan salat sunnah fajar

اسْتِحْبَابُ قِرَاءَةِ: سُورَةِ الْكَافِرُونَ وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، أَوْ الْآيَتَيْنِ: ﴿قُولُوا آمَنّا بِاللهِ ومَآ أُنزِلَ إلَيْنا …﴾ و﴿آمَنّا بِاللهِ واشْهَدْ بِأنّا مُسْلِمُونَ﴾ فيها بعد الفاتحة

Hukumnya disukai atau mustahab atau sunnah untuk membaca surat Al-Kafirun dan surat Al-Ikhlas di dalam salat sunnah fajar atau membaca ayat 136 dari surat Al-Baqarah dan ayat 52 dari surat Ali Imron.

Kitab: Ad-Durus Al-Yaumiyah minas Sunnani Wal Ahkamis Syar’iyyah (20 Rabiul Tsani)

Karya: Syaikh Rasyid Abdul Karim

Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar di PPTQ At-Taqwa Sukoharjo)