Dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمُ الجُمُعَةَ فَلْيَغْتَسِلْ

“Apabila salah seorang dari kalian mendatangi salat Jumat, hendaknya dia mandi,” (Sahih Bukhari: 877. Sahih Muslim: 844. Riyadhus Shalihin: 1151).

FIQIH HADIS

Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali di dalam Bahjatun Nadhirin (2/314-315) berkata:

جَوَازُ اقْتِصَارِ الْعَالِمِ عِنْدَ ذِكْرِ الْحَدِيثِ عَلَى جُزْءٍ مِنْهُ لِتَحْصِيلِ مُرَادِهِ وَالتَّدْلِيلِ عَلَى مَسْأَلَتِهِ

Boleh bagi orang berilmu ketika menyebutkan suatu hadis untuk mencukupkan diri pada sebagian saja dari hadis tersebut untuk mencapai apa yang dikehendaki dan menunjukkan dalil atas suatu masalah.

مَنْ اغْتَسَلَ بَعْدَ صَلَاةِ الْجُمُعَةِ ؛ فَإِنَّهُ لَا يَكُونُ قَدْ اغْتَسَلَ لِصَلَاةِ الْجُمُعَةِ ؛ لِأَنَّ الْغُسْلَ مُقَدَّمٌ عَلَى الرَّوَاحِ

Siapa saja yang mandi setelah salat Jumat, maka hal itu tidak pantas untuk disebut dengan mandi hari Jumat, karena mandi di sini lebih sebelum berangkat salat Jumat.

وُجُوبُ الِاغْتِسَالِ لِيَوْمِ الْجُمُعَةِ

Wajibnya mandi hari Jumat

(tetapi maaf, ini pandangan Syaikh Salim Ied Al-Hilali, ya. Penerjemah mengikuti pendapat Syaikh Wahid Abdussalam Bali di sini)

غَسْلُ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ شُرِعَ لِلرَّوَاحِ إِلَيْهَا ، فَمَنْ كَانَ الرَّوَاحُ وَاجِبًاً عَلَيْهِ ؛ كَانَ الْغُسْلُ كَذَلِكَ ، وَيَخْرُجُ بِهَذَا الصِّبْيَانِ وَالنِّسَاءِ وَالْمُسَافِرِ

Mandi Jumat itu wajib secara syar’i untuk mendatangi salat Jumat. Jadi, siapa saja yang mendatangi (salat Jumat), wajib untuk mandi. Mandi juga dianjurkan untuk anak-anak, perempuan, dan musafir.

Kitab: Bahjatun Nadhirin Jilid 2 Halaman 314-315

Karya: Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaly

Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo)