Pembaca
yang semoga dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala, bolehkah seorang muslim yang
sedang menjalani ujian, baik itu ujian sekolah maupun ujian CPNS atau SKD,
menjamak salat jika ternyata waktu salat berada di tengah-tengah waktu ujian berlangsung?
Teruskan membaca. Bismillah.

Pertanyaan:

Saya sedang
mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian di pekan pertama Desember ini. Nah,
waktu ujian adalah mulai pukul 14.00 hingga 17.00. Masalahnya, waktu salat
Ashar berada di waktu tersebut. Bolehkah menjamak salat Ashar dan Zuhur karena ujian?

Jawaban
oleh tim fatwa Asy-Syabakah Al-Islamiyah, diketuai oleh Syaikh Abdullah
Al-Faqih hafizahullah.

Segala puji
hanya milik Allah Rab semesta alam. Selawat dan salam kepada Nabi Muhammad
,
kepada keluarganya, dan para sahabatnya. Saya bersaksi bahwa tiada Ilah
(sesembahan) yang benar untuk disembah selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah
hamba dan utusanNya.

Allah telah
menentukan waktu-waktu tertentu untuk menjalankan salat wajib lima waktu. Jadi,
salat lima waktu tidak boleh dilaksanakan sebelum waktunya, atau sesudah waktunya
lewat, kecuali ada uzur yang bisa diterima oleh syariat, seperti safar atau
perjalanan.

Allah ta’ala
berfirman:

إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًا مَّوْقُوتًا

“Sesungguhnya
shalat itu adalah kewajiban yang sudah ditentukan waktunya bagi orang-orang
yang beriman,” (QS An-Nisa: 103).

Jadi, menjamak
salat tanpa adanya uzur syar’i hukumnya tidak boleh, karena hal itu
bertentangan dengan Quran dan Sunah.

Jadi, Anda
tidak boleh menjamak salat Zuhur dan Asar atau menunda salat Asar dan baru
melaksanakannya di luar, atau setelah, waktu salat Asar terlewat, hanya karena
alasan di atas (mengikuti ujian).

Baca: Hukum dan Tata Cara Menjamak Shalat

Sebaiknya,
Anda melakukan salat Asar pada waktunya, jika tersedia air untuk berwudhu dan
ada tempat yang bersih. Kalau tidak, Anda siapkan diri Anda untuk melakukan
salat tersebut sebelum masuk ke ruang ujian. Anda bawa sajadah dari rumah, lalu
ketika sudah masuk waktu salat Asar, Anda bersegera saja melakukan salat di ruang
ujian yang tidak ada najisnya.

Ketahuilah
bahwa dengan bertakwa kepada Allah, salah satunya dengan melakukan salat wajiblima waktu di waktu-waktu yang telah ditentukan, bisa jadi merupakan salah satu
sebab keberhasilan Anda, karena Allah yang bisa menjadikan sesuatu yang sulit
menjadi mudah bagi Anda.

Wallahu’alam
bish shawwab.

Fatwa No:
86594

Tanggal: 18
Desember 2003 (24 Syawal 1424)

Sumber:
Asy-Syabakah Al-Islamiyah

Penerjemah:
Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa
Sukoharjo)

========

Question

I am
appearing for exams during 1st weeks of December and the timing is 14:00 to
17:00 and the Asr prayer falls within this time. Is it allowed to perform Asr
with Zuhr as Jama’a (combining the two prayers)?

 

Answer

Praise be
to Allah, the Lord of the Worlds; and may His blessings and peace be upon our
Prophet Muhammad and upon all his Family and Companions. Allah Who made prayers
obligatory determined fixed times for them. They should not be performed before
those times or after them except for an excuse accepted by Shariah like
traveling. Allah Says (interpretation of meaning): {…Verily, As-Salat (the
prayer) is enjoined on the believers at fixed hours.}[ 4:103]. So, combining
prayers for no legal excuse is forbidden in Shariah as it contradicts the Qur’an
and the Sunnah. Attending exams is not a sound Shariah excuse that allows
combining prayers. So, it is unlawful for you to combine Asr and Zuhr or to
delay praying Asr until its fixed time exceeds, just for the above excuse.
Rather, you should pray it in its fixed time if water and a clean place are
available. Otherwise, you get ready for the prayer before going into the exam
hall and take a rug with you so that you pray Asr as soon as its fixed time
enters. Know also that adhering to praying the obligatory prayers in their
fixed times can be a cause for your success and for making difficult things
easy for you. Allah knows best.