Pembaca yang semoga dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala, apakah anak kecil juga diperintahkan untuk meminta izin? Teruskan membaca!

Syekh Wahid Abdussalam Bali di dalam kitabnya Shahihul Adab Al-Islamiyah menulis:

اسْتِئْذَانُ الْأَطْفَالِ غَيْرِ الْبَالِغِينَ

Anak yang belum baligh tetap meminta izin.

Imam Al Bukhari meriwayatkan di dalam Al-Adab al-Mufrod dengan sanad yang shahih dari Attha yang mengatakan bahwa dirinya pernah bertanya kepada Ibnu Abbas:

أسْتَأْذِنُ عَلى أُخْتِي؟

“Apakah aku mesti meminta izin jika hendak masuk menemui saudara perempuanku?”

Beliau menjawab, ‘Ya.’

Lalu aku bertanya sekali lagi:

أُخْتانِ فِي حِجْرِي، وأنا أُمَوِّنُهُما وأُنْفِقُ عَلَيْهِما، أسْتَأْذِنُ عَلَيْهِما؟

“Saudaraku yang perempuan ada dua. Mereka berada di asuhanku. Aku yang mengurus dan

menafkahi keduanya. Apakah aku mesti meminta izin jika hendak masuk menemui keduanya?”

Beliau menjawab:

نَعَمْ، أتُحِبُّ أنْ تَراهُما عُرْيانَتَيْنِ؟

“Ya. Apakah kamu suka melihat keduanya dalam keadaan telanjang?”

Kemudian beliau membaca firman Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ۚ مِّن قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُم مِّنَ الظَّهِيرَةِ وَمِن بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ۚ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَّكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu di tiga waktu, yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah salat Isya’. (Itulah) tiga aurat bagi kamu,” [QS An-Nuur: 58].

Ibnu Abbas berkata, “Mereka tidak diperintahkan meminta izin kecuali pada tiga aurat (waktu) ini. Dia membaca firman Allah:

وَإِذَا بَلَغَ الْأَطْفَالُ مِنكُمُ الْحُلُمَ فَلْيَسْتَأْذِنُوا كَمَا اسْتَأْذَنَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ

“Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur

dewasa, maka hendaklah mereka (juga) meminta izin, seperti orang-orang dewasa sebelum mereka,” (QS An-Nuur: 59).

Ibnu Abbas berkata:

فالإذْنُ واجِبٌ

“Meminta izin hukumnya wajib.”

Ibnu Juraij berkata:

عَلى النّاسِ كُلِّهِمْ

“Atas semua orang,” [Adabul Mufrad: 1063].

PELAJARAN

Pelajaran yang bisa diambil dari bab ini, kata Syaikh Khalid Al-Jauhani antara lain:

وُجُوبُ تَعْلِيمِ الْأَطْفَالِ آدَابُ الِاسْتِئْذَانِ فِي الْأَوْقَاتِ الثَّلَاثَةِ الْمَذْكُورَةِ

Wajibnya mengajari anak² tentang adab meminta izin pada ketiga waktu yang disebutkan di atas.

وُجُوبُ اسْتِئْذَانِ الْأَوْلَادِ إِذَا احْتَلَمُوا عَلَى مَنْ يُرِيدُونَ الدُّخُولَ عَلَيْهِ فِي لِأَنَّهُمْ أَصْبَحُوا رِجَالًا مُكَلَّفِينَ

Anak yang sudah mimpi basah wajib meminta izin ketika mereka ingin masuk ke ruangan seseorang, karena mereka sudah menjadi manusia mukalaf.

شُمُولِيَّةُ الشَّرِيعَةِ الْإِسْلَامِيَّةِ لِكَافَّةِ مَنَاحِي الْحَيَاةِ

Kesempurnaan syariat Islam dalam semua aspek kehidupan.

كَمَالُ الْإِسْلَامِ حَيْثُ يَدْعُو إِلَى مُرَاعَاةِ مَشَاعِرِ الْآخَرِينَ

Kesempurnaan Islam karena ada seruan untuk saling memperhatikan perasaan orang lain.