Pembaca yang semoga dirahmati Allah subhanahu wa taala, ke mana kita disunnahkan untuk mengarahkan pemberian minuman saat di majelis? Ke kanan kita atau kiri kita? Ternyata ini ada dalilnya, dan merupakan sunnah yang banyak dilalaikan. Yuk teruskan membaca!

Syaikh Wahid Abdussalam Bali hafizahhullah di dalam kitabnya Shahihul Adab Al-Islamiyah bab Adab Majelis menulis:

إِذَا شَرِبَ أَعْطَى مَنْ عَنْ يَمِينِهِ

“Apabila diberi minuman, hendaknya dilanturkan ke orang di sebelah kanan.”

DALIL

Di dalam Ash-Shahihain dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu yang berkata:

أَنَّهَا حُلِبَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَاةٌ دَاجِنٌ وَهِيَ فِي دَارِ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ 

Rasulullah ﷺ pernah disuguhi susu perasan dari kambing yang diternak oleh Anas bin Malik.

وَشِيبَ لَبَنُهَا بِمَاءٍ مِنْ الْبِئْرِ الَّتِي فِي دَارِ أَنَسٍ 

Susu tersebut kemudian dicampur dengan air sumur yang terdapat di rumah Anas bin Malik.

فَأَعْطَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقَدَحَ فَشَرِبَ مِنْهُ 

Maka Rasulullah ﷺ disuguhi segelas susu (yang telah dicampur air sumur) kemudian beliau meminumnya.

حَتَّى إِذَا نَزَعَ الْقَدَحَ مِنْ فِيهِ وَعَلَى يَسَارِهِ أَبُو بَكْرٍ وَعَنْ يَمِينِهِ أَعْرَابِيٌّ 

Sampai ketika beliau akan selesai meminumnya, terlihat bahwa di sebelah kiri beliau ada Abu Bakar (Radhiallahu Anhu) sedang di sebelah kanan beliau ada seorang Arab kampung pedalaman.

فَقَالَ عُمَرُ وَخَافَ أَنْ يُعْطِيَهُ الْأَعْرَابِيَّ 

Sahabat Umar bin Khattab (Radhiyallahu Anhu) khawatir kalau-kalau gelas susu dari Rasulullah ﷺ dilanturkan atau diteruskan ke orang Arab Badui tersebut (bukan kepada Abu Bakar yang secara zahir lebih mulia daripada orang Arab Badui tersebut). Maka Umar bin Khattab (Radhiyallahu Anhu) berkata:

أَعْطِ أَبَا بَكْرٍ يَا رَسُولَ اللَّهِ عِنْدَكَ 

“Berikan kepada Abu Bakar, ya Rasulullah. Beliau di sebelah Anda.”

فَأَعْطَاهُ الْأَعْرَابِيَّ الَّذِي عَلَى يَمِينِهِ ثُمَّ قَالَ 

Tetapi Rasulullah ﷺ justru menyodorkan gelas susu beliau ke orang yang di sebelah kanan beliau sembari bersabda:

الْأَيْمَنَ فَالْأَيْمَنَ

“Hendaknya (minuman) diberikan kepada orang yang di sebelah kanan, lalu ke kanannya lagi,” [Sahih Bukhari: 2352. Sahih Muslim: 2029].

PELAJARAN

Imam Muslim menyimpulkan dari hadis ini:

اسْتِحْبَابِ إِدَارَةِ الْمَاءِ وَاللَّبَنِ وَنَحْوِهِمَا عَلَى يَمِينِ الْمُبْتَدَى

Istihbab (Sunnah) untuk mulai mengarahkan, melanjutkan, menyodorkan, atau memberikan air atau susu atau selainnya kepada orang yang berada di sebelah kanan.

Syaikh Khalid Al-Jauhani berkata:

اسْتِحْبَابُ التَّيَمُّنِ عِنْدَ الشَّرَابِ ، فَيُعْطَى الْأَيْمَنُ فَالْأَيْمَنُ

Istihbab (Sunnah) At-Tayammun (mendahulukan bagian kanan) ketika minum, dan melanturkan minuman ke orang di sebelah kanan, lalu ke kanan lagi, ketika di dalam suatu majelis.

مَشْرُوعِيَّةُ خَلْطِ الْمَاءِ بِاللَّبَنِ

Disyariatkannya mencampur susu dengan air.

فَضِيلَةُ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ

Keutamaan Abu Bakar Radhiallahu Anhu.

Diterjemahkan oleh Irfan Nugroho (Staf Pengajar di PPTQ At-Taqwa Sukoharjo)

====

🔴Apabila bapak/ibu/saudara pembaca semua ingin ikut andil dalam program dakwah melalui situs mukminun.com atau channel YouTube Mukminun TV, Anda bisa menyalurkan infak melalui nomor rekening Bank Muamalat: 5210061824 a.n. Irfan Nugroho.

🔴Semoga menjadi amal jariyah, pemberat timbangan kebaikan di akhirat, juga sebab tambahnya keberkahan pada diri, harta, dan keluarga pembaca semuanya. Aamiin