AdabHadis

Menjenguk Orang Sakit, Memetik Buah Pahala di Kebun Surga

Membaca rahimakumullah orang yang menjenguk orang sakit dia seperti memetik buah pahala di kebun surga. Rasulullah ﷺ sendiri yang menyampaikan berita ini. Bagaimana penjelasannya? teruskan membaca!

MATAN HADIS

Pembaca rahimakumullah, imam muslim meriwayatkan dari sahabat Tsauban mantan budak Nabi ﷺ yang mengatakan bahwa Nabi ﷺ bersabda:

عَائِدُ المَرِيضِ في مَخْرَفَةِ الجَنَّةِ حتَّى يَرْجِعَ

Orang yang menjenguk orang sakit, dia berada di “Makhrafah” surga sampai dia kembali pulang, (Sahih Muslim: 2568).

Di dalam redaksi lain disebutkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:

مَن عادَ مَرِيضًا لَمْ يَزَلْ في خُرْفَةِ الجَنَّةِ، قيلَ يا رَسولَ اللهِ، وما خُرْفَةُ الجَنَّةِ؟ قالَ: جَناها

Siapa saja yang menjenguk orang sakit dia akan senantiasa berada di “Khurfah” surga. Rasulullah ﷺ ditanya, “Apa itu Khurfah Surga, ya Rasul?” Beliau ﷺ bersabda, “Kebun surga yg berbuah,” (Sahih Muslim: 2568).

PENJELASAN HADIS

Pembaca rahimakumullah, di hadis pertama Nabi ﷺ memakai istilah “Makhrafah”. Di dalam kamus Ma’ajimul Arab, kata tersebut diartikan dengan:

المَخْرَفَةُ : البُستان. السِّكَّةُ بين صفَّيْنِ مِنْ نخيلٍ

Taman/kebun, jalan di antara dua baris pohon kurma yg berbuah.

Di dalam Mausuatul Haditsiyah Dorar Saniyah, ia dimaknai dengan:

هو اسمُ ما يُجْتنى ويُقطَفُ مِن الثَّمرِ

Nama buah yg dipanen dan dipetik.

Maksudnya begini:

يعني أنَّه يَجنِي مِن ثمارِ الجنَّةِ مُدَّةَ دَوامِه جالسًا عند هذا المريضِ

Orang yg menjenguk orang sakit akan memanen buah surga selama dia senantiasa duduk di sekitar orang yg sakit tadi.

فيَظَلُّ في رَوضَتِها وفي الْتِقاطِ فَواكهِ الجنَّةِ ومُجتنَاهَا

Dia akan senantiasa mendapat naungan (eyup²) di taman² surga, sembari memetik buah²an surga.

فشَبَّهَ ما يَحوزُه عائدُ المريضِ مِن الثَّوابِ بما يَحُوزُه الَّذي يَجْتني الثَّمرَ؛

Nabi ﷺ memisalkan pahala yg didapat orang yg menjenguk orang sakit dengan orang yg memanen buah.

BACA JUGA:  Apakah Harus Izin Masuk ke Kamar Mahram?

PELAJARAN DARI HADIS

Beberapa pelajaran yang bisa diambil dari hadis ini di antaranya:

عِيادةُ المريضِ حقٌّ مِن حُقوقِ المُسلمِ على أخيه المُسْلمِ،

Menjenguk orang sakit adalah salah satu hak orang Islam dari saudaranya sesama muslim.

حثَّ عليها النَّبِيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ

Nabi ﷺ menganjurkan untuk menjenguk orang sakit.

ووعَدَ عليها بحُسنِ الجَزاءِ مِن اللهِ عزَّ وجلَّ

Nabi ﷺ pun menjanjikan balasan yang baik dari Allah untuk amal kebaikan ini (menjenguk orang sakit).

هو يَمْشي في طَريقٍ تُؤدِّيه إلى الجنَّةِ

(Orang yg menjenguk orang sakit), dia berjalan di jalan yg mengantarkannya kepada surga.

ويَظَلُّ كذلك إلى أنْ يَرجِعَ إلى بَيتِه بعْدَ انتهاءِ زِيارتِه للمريضِ

Dia akan senantiasa di bawah naungan surga sampai dia kembali ke rumahnya setelah selesai mengunjungi orang sakit.

في عِيادتِه مِنَ الأُلفةِ

Mengunjungi orang sakit adalah salah satu simbol persahabatan, kerukunan, dan keramahtamahan.

يَدخُلُ على المريضِ مِنَ الأُنسِ بعائدِه والسُّكونِ إلى كَلامِه

Mengunjungi orang sakit akan membawa ketenangan bagi orang yg dijenguk karena ada kata² yg baik dari orang yg menjenguk.

Wallahua’lam

RS Ir. Soekarno Sukoharjo, 14 Mei 2024
Irfan Nugroho (Sembari menunggu kakek atau ayahnya ibu yg sedang dirawat di HCU akibat kondisi yg semakin lemah. Semoga Allah sembuhkan beliau. Amin)

 

Irfan Nugroho

Hanya guru TPA di masjid kampung. Semoga pahala dakwah ini untuk ibunya.

Tema Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button