Pembaca yang semoga dirahmati Allah ta’ala, kita lanjutkan pelajaran harian kita dari kitab Ad-Durus Al-Yaumiyah karya Syaikh Rasyid Abdul Karim. Kali ini kita akan sedikit membahas tentang hukum-hukum yang berkaitan dengan salat Idul Fitri dan salat Idul Adha. Teruskan membaca!

Hadits tentang Makan sebelum Salat Idul Fitri

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu yang berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتٍ

“Dulu Rasulullah ﷺ tidak berangkat (salat) di hari fitri sampai beliau memakan beberapa kurma,” (Sahih Bukhari: 953).

Hadits tentang Makan sebelum/sesudah Salat Ied

Dari Buraidah Radhiyallahu Anhu yang berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَطْعَمَ وَلَا يَطْعَمُ يَوْمَ الْأَضْحَى حَتَّى يُصَلِّيَ

“Dulu Nabi ﷺ tidak keluar (untuk salat) di hari (idul) fitri sampai beliau makan, dan beliau tidak makan di hari Adha sampai beliau selesai salat,” (Jami At-Tirmizi: 542).

Hadits tentang Salat Ied sebelum Khutbah

Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma yang berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يُصَلُّونَ الْعِيدَيْنِ قَبْلَ الْخُطْبَةِ

“Dulu Rasulullah ﷺ, Abu Bakar dan Umar Radhiyallahu Anhuma melakukan salat idul fitri dan idul adha sebelum khutbah,” (Sahih Bukhari: 963. Sahih Muslim: 888. Sunan An-Nasai: 1564).

Hadits tentang Salat Ied tanpa Azan dan Ikamah

Dari Jabir bin Samurah Radhiyallahu Anhu yang berkata:

صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعِيدَيْنِ غَيْرَ مَرَّةٍ وَلَا مَرَّتَيْنِ بِغَيْرِ أَذَانٍ وَلَا إِقَامَةٍ

“Saya pernah salat idul fitri dan idul adha bersama Rasulullah ﷺ sebanyak lebih dari dua kali, dan (kedua salat itu dilakukan) tanpa azan dan ikamah,” (Sahih Muslim: 887. Jami At-Tirmizi: 532. Musnad Ahmad: 20847).

Hadits tentang Khutbah Salat Idul Fitri/Adha

Dari Abu Said Al-Khudri Radhiyallahu Anhu yang berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَالْأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى

“Dulu Rasulullah ﷺ keluar di hari fitri dan adha menuju tempat salat.”

فَأَوَّلُ شَيْءٍ يَبْدَأُ بِهِ الصَّلَاةُ

“Hal pertama yang beliau lakukan adalah salat.”

ثُمَّ يَنْصَرِفُ فَيَقُومُ مُقَابِلَ النَّاسِ وَالنَّاسُ جُلُوسٌ عَلَى صُفُوفِهِمْ

“Kemudian beliau berdiri menghadap ke arah manusia, sedakan orang-orang waktu itu tetap duduk di barisan salat mereka.”

فَيَعِظُهُمْ وَيُوصِيهِمْ وَيَأْمُرُهُمْ

“Maka Rasul memberi pengajaran kepada mereka, memberi wasiat kepada mereka, dan menyampaikan perintah-perintah agama kepada mereka,” (Sahih Bukhari: 956).

PENJELASAN

Menjelaskan hadits hadits di atas, Syaikh Rasyid Abdul Karim berkata:

سن رسول الله ﷺ صلاة العيد شكرًا لله وإقامة لذكره بعد عبادتين عظيمتين هما الصوم والحج، وسن لها سننًا وأحكامًا ينبغي للمسلم معرفتها حتى يكون مقتديًا في عباداته برسوله ﷺ.

Rasulullah ﷺ menyunahkan salat ied sebagai bentuk syukur kepada Allah. Beliau menegakkannya setelah dua ibadah yang agung, yaitu puasa dan haji. Beliau menyunahkan beberapa hal yang berkaitan dengan kedua salat tersebut, juga menentukan hukum-hukumnya, yang hendaknya orang Islam mengetahuinya sehingga bisa meneladani Rasul dalam ibadah.

PELAJARAN

Beberapa hukum yang bisa disimpulkan dari hadits hadits ini yaitu:

– أن من السنة أن لا يخرج المصلي لصلاة عيد الفطر حتى يأكل تمرات.

“Bahwa termasuk sunah adalah tidak keluar menuju tempat salat idul fitri sebelum makan beberapa butir kurma.”

– أن السنة أن لا يأكل في عيد الأضحى حتى يصلي.

“Bahwa yang sunah adalah tidak makan di hari Adha sampai selesai salat.”

– أنه لا يشرع لصلاة العيد أذان ولا إقامة.

“Bahwa tidak disyariatkan azan dan ikamah untuk salat ied.”

Kitab: Ad-Durus Al-Yaumiyah Minas Sunani Wal Ahkamisy Syar’iyyati

Karya: Syaikh Rasyid Abdul Karim

Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo)