Ibnu Majah meriwayatkan dari hadis Ibnu Mas’ud secara marfu:

اﻟﺘﺎﺋﺐ ﻣﻦ اﻟﺬﻧﺐ ﻛﻤﻦ ﻻ ﺫﻧﺐ ﻟﻪ

“Orang yang bertaubat dari dosa, dia seperti orang yang tidak punya dosa.”[1]Dikatakan kepada Al-Hasan Al-Bashri:

ﺃﻻ ﻳﺴﺘﺤﻴﻲ ﺃﺣﺪﻧﺎ ﻣﻦ ﺭﺑﻪ ﻳﺴﺘﻐﻔﺮ ﻣﻦ ﺫﻧﻮﺑﻪ، ﺛﻢ ﻳﻌﻮﺩ، ﺛﻢ ﻳﺴﺘﻐﻔﺮ، ﺛﻢ ﻳﻌﻮﺩ،

“Tidakkah salah satu dari kita ini malu kepada Rabnya; dia beristighfar dari dosanya, lalu mengulanginya, kemudian dia beristighfar lagi, eh dia masih juga mengulanginya lagi?”

Maka al-Hasan pun berkata:

ﻭﺩ اﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻟﻮ ﻇﻔﺮ ﻣﻨﻜﻢ ﺑﻬﺬﻩ، ﻓﻼ ﺗﻤﻠﻮا ﻣﻦ اﻻﺳﺘﻐﻔﺎﺭ.

“Setan ingin sekali bisa mengalahkan kalian dengan yg seperti itu (rasa malu kepada Allah akibat mengulangi dosa setelah bertaubat). Oleh karena itu, kalian jangan malas beristighfar.”

Diriwayatkan pula dari beliau (al-Hasan):

ﻣﺎ ﺃﺭﻯ ﻫﺬا ﺇﻻ ﻣﻦ ﺃﺧﻼﻕ اﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ

“Tidaklah aku melihat bahwa yang seperti itu termasuk akhlak orang-orang yang beriman.”[2]

Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali berkata:

ﺃﻥ اﻟﻤﺆﻣﻦ ﻛﻠﻤﺎ ﺃﺫﻧﺐ ﺗﺎﺏ

“Sesungguhnya orang beriman itu setiap kali berbuat dosa, dia akan bertaubat.”

Sumber: Jamiul Ulum Wal Hikam: 2/485-486
Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar PPTQ At-Taqwa Sukoharjo)
=====
[1] Diriwayatkan oleh Ibnu Majah: 4250
Juga diriwayatkan oleh At-Tabrani di dalam Al-Kabir: 10281, juga Abu Nu’aim di dalam Al-Hilyatul Aulia: 4/210, juga Al-Qadhai di dalam Musnad Asy-Syihab: 108 dari hadis Abu Ubadah dari ayahnya Ibnu Mas’ud tetapi tidak mendengar dari beliau.


[2] Diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam Az-Zuhdu: 1609