Pertanyaan:

Kepada saudara
kami di dalam Islam. Apa yang seharusnya dilakukan Imam jika wudhunya batal
ketika sedang menyampaikan khutbah jumat?
Jawaban oleh Tim Fatwa IslamWeb, diketuai oleh Syekh Abdullah Faqih
Asy-Syinqitti
Segala puji bagi Allah, Raab semesta alam. Saya bersaksi bahwa tiada
Illah yang hak untuk diibadahi kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba
dan utusanNya.
Jika seorang khatib (orang yang memberikan ceramah khutbah Jumat)
batal wudhunya ketika menyampaikan khutbah Jumat, dia tidak bersalah dan dia
harus terus melanjutkan khutbahnya tanpa harus melakukan apa-apa. Suci bukanlah
syarat untuk menyampaikan khutbah Jumat.
Al-Hajjawi Rahimahullah, di dalam Zaadul Mustaqni, berkata:
“Suci bukanlah syarat sah untuk keduanya (dua khutbah jumat).”
Ketika sang Imam telah menyelesaikan khutbahnya, maka dia memiliki dua
pilihan:
1. Memberi wewenang kepada orang lain untuk memimpin Shalat, karena bukan
suatu syarat orang yang menyampaikan Khutbah Jumat menjadi Imam Shalat. Penulis
Zaadul Mustaqni berkata, di akhir pernyataan yang telah disebutkan di
muka:
“Bukanlah suatu kewajiban orang yang menyampaikan Khutbah Jumat menjadi
orang yang memimpin salat.”
2. Berwudhu setelah menyelesaikan khutbah, lalu memimpin Shalat Jumat. Hal
ini tidak berpengaruh terhadap keabsahan tindakannya selama jeda waktu antara khutbah
Jumat dan salat Jumat tidaklah lama. Ibnu Qudamah Rahimahullah, di dalam
Al-Mughni, berkata:
“Runut antara Khutbah Jumat dan Salat Jumat adalah wajib. Jika Imam harus
mengembalikan kesuciannya, dia bisa berwudhu lalu melakukan Shalat Jumat selama
interval (jeda waktu) yang memisahkan keduanya (Khutbah Jumat dan Shalat Jumat)
tidaklah lama.”
Wallahu’alam bish shawwab.
Fatwa No: 67964
Tanggal: 9 Dzulqadah
1436 (24 Agustus 2015)
Sumber:
http://www.islamweb.net/emainpage/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=67964
Sukoharjo, 11 Februari 2016
Pondok Pesantren Tahfidzul Quran At-Taqwa Sukoharjo

Nguter-Sukoharjo